Faelyn Sedari Tadi Terus Saja Bercerita Kepada Fani Bahwa Dirinya Sangat Senang Karena Reyfan Hari Ini Bersikap Sangat Manis Kepadanya . Ia Bercerita Sangat Detail Dengan Fani .
" Pokoknya Fan , Lo Harus Tau Dia Itu Berubah Banget Gak Cuek Lagi ! Dia Bersikap Manis Banget Sama Gue ! " Ucap Faelyn Dengan Semangat Dan Fani Hanya Tersenyum Mendengar Temannya Itu Bahagia.
" Gue Seneng Dengernya, Tapi Sekarang Dia Kemana ?" Tanya Fani Dan Faelyn Diam Sejenak , Kemudian Matanya Beralih Kearah Seseorang Yang Baru Saja Masuk Kedalam Kelas .
" Itu Dia ! " Kata Faelyn Tersenyum Gembira .
" Reyfan ! " Panggil Faelyn Namun Tidak Digubris Oleh Reyfan , Ia Terus Saja Berjalan Kearah Tempat Duduknya Tanpa Memandang Faelyn.
Faelyn Dan Fani Saling Bertatapan Dengan Penuh Keheranan Karena Ekspresi Wajah Reyfan Berubah Menjadi Terlihat Kesal .
" Dia Kenapa Ya Fan Kok Jadi Gitu ? " Faelyn Terlihat Kebingungan .
" Yah Gue Mana Tau Faelyn , Tadi Kan Dia Sama Lo ! " Katanya Sambil Menggedikkan Bahunya .
Reyfan Menjatuhkan Badan Nya Dengan Kasar Dibangku , Membuat Arman Terkejut Menatapnya.
" Kenapa Lo Rey ?" Tanya Arman Serius Menatap Reyfan Yang Terlihat Sangat Kesal .
" Sih b******k !" Kata Reyfan Kesal .
" Kenapa Lagi Sih Itu Anak ! " Tanya Arman Yang Penasaran Apa Penyebabnya Hingga Membuat Reyfan Sangat Kesal .
" Ya Gitulah ! Nanti Malem Gue Pengen Balapan Sama Dia ! " Reyfan Melirik Kearah Faelyn Yang Sedaritadi Memperhatikannya.
" Kenapa ? " Tanya Reyfan Tanpa Ekspresi Dan Faelyn Hanya Menggeleng.
Faelyn Sendiri Juga Bingung Apa Yang Harus Ia Tanya Ke Reyfan . Rasanya Dia Takut Untuk Bertanya Karena Reyfan Terlihat Begitu Kesal , Ia Takut Nantinya Malah Di Omelin Oleh Reyfan .
" Yaudah Gausah Ngeliatin Gue Kayak Gitu ! Gue Lagi Ngomong Sama Arman, Gak Usah Nguping ! " Ucapnya Dengan Ketus Membuat Faelyn Ketakutan .
Faelyn Masih Terdiam Menatapnya 'Aneh ! ' Batin Faelyn . Padahal Baru Saja Lelaki Itu Bersikap Manis Kepadanya , Sekarang Sudah Berubah Kembali Ke Sikap Aslinya .
" Lo Ngerti Gak Gue Bilang ! Lo Gausah Ngeliatin Gue Ngomong Dulu ! " Ulang Reyfan Dan Faelyn Yang Tadinya Duduk Menghadap Belakang Pun Dengan Segera Membalikan Badannya Kedepan . Dia Tidak Mau Berhadapan Dengan Reyfan , Saat Ini. Tatapan Lelaki Itu Sangat Mengerikan !
" Faelyn , Tadi Kata Lo Reyfan Udah Berubah ! " Bisik Fani .
" Gue Gatau Fan ! Gue Kira Dia Beneran Berubah ! " Terlihat Faelyn Berusaha Menahan Air Matanya.
Perasaan Faelyn Hari Ini Campur Aduk . Bagaimana Bisa Belum Lama Reyfan Membuatnya Sangat Bahagia , Nyaman Dan Ia Ingin Selalu Bersamanya . Namun Tiba - Tiba Ia Berubah Begitu Saja Tanpa Alasan Yang Jelas .
Tentu Saja Faelyn Tidak Tahu Reyfan Seperti Itu Karena Insiden Yang Terjadi Kepada Reyfan Dan Bian Di Tangga Tadi Saat Reyfan Berpapasan Dengan Bian. Kakaknya Itu Telah Membuat Reyfan Kesal .
Faelyn Menghela Nafasnya ' Kenapa Lo Kaya Gitu Sih Rey ! '
Reyfan Kembali Membicarakan Tentang Rencananya Akan Balapan Dengan Si Bian Kepada Arman.
" Lo Serius ? " Tanya Arman .
" Iya ! " Jawab Reyfan Singkat .
" Udah Lah Rey Lo Gak Usah Balapan Lagi Sama Dia ! Ngapain Sih ? Lo Selalu Aja Beratem Karena Hal Sepeleh Yang Gak Penting ! " Ujar Arman , Ia Mencoba Memberi Saran Meskipun Diyakini Saran Darinya Hanya Dijadikan Angin Lewat Bagi Reyfan .
Reyfan Tidak Suka Dikekang. Kalo Dia Sudah Berkata Dan Inginkan Sesuatu Pasti Akan Dia Lakukan . Tidak Dapat Diubah, Sekalipun Itu Ibunya.
" Gue Akan Tetep Balapan Malem Ini ! Gue Harus Menang ! " Ujar Reyfan Dengan Tatapan Tajam .
" Jangan Rey ! Udah Sih Akhirin Semua Ini ! " Saran Arman Lagi .
" Enggak Pokoknya Gue Akan Balapan Sama Dia Malam Ini ! " Ucap Reyfan Sedikit Keras , Sehingga Terdengar Faelyn.
" Apa Rey ?" Faelyn Membalikan Badannya Menghadap Reyfan " Kamu Mau Balapan ? "
" Bukan Urusan Lo ! " Balasnya Dengan Sangat Kesal .
Setiap Kali Reyfan Kesal Dengan Bian , Dirinya Pun Ikut Kesal Melihat Faelyn. Rasanya Ia Ingin Sekali Menjauh Dari Faelyn , Tetapi Apa Boleh Buat, Reyfan Masih Punya Rencana Yang Harus Ia Jalankan.
" Rey Kamu Kenapa Sih ? " Tanya Faelyn Lagi Membuat Reyfan Bangkit Dari Duduknya Dan Keluar Kelas .
" Reyfan ! " Panggil Faelyn Yang Juga Ikut Beranjak Dari Duduknya Dan Mengejar Reyfan . Untungnya Saat Tidak Ada Guru Yang Masuk Dikelasnya.
" Reyfan ! " Teriak Faelyn Di Lorong Sekolah Sambil Berjalan Dibelakang Reyfan Yang Berjalan Dengan Sedikit Cepat.
" Rey Dengerin Dulu ! "
Langkah Reyfan Berhenti Di Dekat Taman Sekolah Yang Terlihat Sepi .
" Apa ? " Tanya Reyfan Tanpa Membalikan Badannya Menghadap Faelyn, Sedangkan Faelyn Berada Dibelakangnya Dengan Jarak Yang Tidak Terlalu Jauh.
" Kamu Mau Balapan ? " Faelyn Bertanya Dengan Suara Pelan Agar Reyfan Tidak Marah .
" Rey Jawab ? " Tanya Faelyn Lagi Namun Reyfan Hanya Diam .
" Rey Aku Perlu Tau ! " Faelyn Terlihat Khawatir .
" Kenapa Lo Perlu Tau Hmm?" Reyfan Membalikan Badannya " Kenapa ? "
" Ya . . .Ya Aku Cuma Gak Mau Aja Gitu Kamu Ikut - Ikut Balapan ! Bahaya Rey Nanti Kalo Kamu Kenapa – Kenapa Gimana ? " Jelas Faelyn Dengan Gugup , Ia Terlihat Cemas .
Reyfan Berjalan Mendekati Faelyn Dan Mencengkran Lengan Faelyn Dengan Kencang , Hingga Faelyn Sedikit Merasa Kesakitan .
" Aduh Rey , Sakit ! " Faelyn Meringis Kesakitan Tapi Reyfan Tidak Perduli.
" Lo Gak Usah Ikut Campur Urusan Gue ! " Katanya Semakin Kencang Mencengkram Lengan Faelyn .
" Rey Sakit ! " Faelyn Berusaha Melepaskan Cengkraman Reyfan . Kini Wajah Mereka Saling Berdekatan . Reyfan Menatap Faelyn Seolah - Olah Ia Sedang Menatap Bian Dengan Tatapan Penuh Kebencian !
" Rey Salah Aku Dimana ? Aku Cuma Gamau Kamu Kenapa - Kenapa ? " Suara Faelyn Terdengar Gemetar , Ia Hampir Menangis .
Reyfan Yang Tersadar Bahwa Dia Telah Membuat Faelyn Kesakitan , Dengan Sontak Ia Melepaskan Cengkramannya . Ia Seperti Tidak Terkendali Atas Apa Yang Ia Lakukan Kepada Faelyn .
Reyfan Melangkah Mundur Beberapa Langkah , Tanpa Menatap Faelyn.
" Rey, Aku Cuma Khawatir Sama Kamu ! Hanya Itu Saja , Apa Aku Salah ? " Kali Ini Tangis Faelyn Pecah . Reyfan Yang Sedari Tadi Tidak Menatapnya Kini Pandangannya Beralih Melihat Faelyn Yang Sedang Menangis.
" Aku Gak Sanggup Kalo Terjadi Sesuatu Yang Buruk Sama Kamu !" Mendengar Faelyn Bicara Seperti Itu , Reyfan Berjaln Mendekati Faelyn . Hatinya Sedikit Tersentuh Melihat Gadis Dihadapannya Itu Menangis Mengkhawatirkan Dirinya.
Ketika Sudah Berada Dihadapan Faelyn , Reyfan Langsung Menarik Gadis Itu Kedalam Pelukannya .
" Maaf ," Entah Mengapa Kata Itu Keluar Dari Mulut Reyfan . Buka Itu Bukan Terpaksa Melainkan Dari Hatinya Yang Terdalam . Pelukan Yang Ia Berikan Kepada Faelyn Pun Diluar Skenario Fikirannya , Itu Semua Terjadi Benar -Benar Tanpa Paksaan Seperti Biasanya.
Faelyn Memeluk Tubuh Reyfan Dengan Erat Seolah Takut Kehilangannya , Dan Reyfan Merasakan Itu . Merasakan Pelukan Erat Dari Faelyn Yang Membuatnya Kebingungan Dengan Semua Ini .
'Ini Kenapa Jadi Kayak Begini Sih?'
'Kenapa Dia Khawatir Banget Gini Sama Gue! '
'Kenapa Gue Jadi Ngerasa Bersalah !'
'Kenapa Gue Ngerasa Kasihan Sama Faelyn !'
Reyfan Terus Saja Beryatanya – Tanya Dalam Hatinya .
" Berhenti Menangis ! Gue Gak Suka Lihat Lo Kayak Gini ! " Ucap Reyfan Seraya Melepaskan Pelukan . Ia Tidak Mau Berlama-Lama Dalam Pelukan Faelyn . Mungkin Dia Takut Nyaman.
" Iya Maafin Aku Ya Rey, Gara - Gara Aku Baju Kamu Jadi Basah Air Mata Aku Kan ! " Katanya Tersedu-Sedu.
" Kamu Gak Usah Ikut Balapan Ya ! " Ujar Faelyn Menatap Reyfan Dengan Mata Berbinar . Dari Pancaran Matanya Ia Terlihat Sangat Memohon Agar Reyfan Tidak Balapan.
" Gak Bisa Fae, Ini Kewajiban Dan Tolong Jangan Larang Gue ! " Katanya Lalu Meninggalkan Faelyn Sendirian Di Taman .
Reyfan Benar-Benar Tidak Perduli .
Faelyn Menarik Nafasnya Dalam - Dalam " Gue Gak Akan Biarin Lo Balapan Rey ! Tidak Akan ! " Ucapnya Dengan Tegar.
••••••••••••••
Reyfan Berjalan Memasuki Rumahnya , Saat Melewati Ruang Tamu Ia Melihat Pemandangan Yang Tidak Biasa . Ya , Pemandangan Dimana Ibunya Sedang Menyiapkan Makanan Yang Sudah Pasti Untuknya .
" Eh Anak Mamah Sudah Pulang , Ayo Kita Makan ! " Ajak Risma Dengan Penuh Semangat.
Reyfan Hanya Diam , Tapi Kemudian Dia Berjalan Mendekati Meja Makan. Reyfan Memandang Risma , Ibunya Sekilas .
" Tumben ! " Kata Reyfan Yang Baru Saja Duduk Dan Menuang Air Digelas .
" Tumben Kenapa ?" Tanya Risma Keheranan.
" Ya Tumben Aja Lah Mamah Dirumah , Nyiapin Makanan Kayak Gini ? Kenapa ? Mamah Mau Bujuk Reyfan Agar Setuju Kalau Mamah Mau Menikah Lagi ? Gitu ? " Ucapnya Dengan Nada Sedikit Keras Membuat Risma Marah Mendengar Anaknya Bicara Seperti Itu .
" Reyfan , Mamah Gak Suka Ya Kamu Bicara Seperti Itu ! " Bentak Risma .
" Reyfan Lebih Gak Suka Kalo Mamah Mau Nikah Lagi ! Reyfan Juga Gak Suka Mamah Sibuk Terus Di Kantor ! " Katanya Seraya Bangun Dari Duduknya .
" Rey . . Reyfan Kamu Makan Dulu Nak ! Mamah Udah Siapin Makanan Buat Kamu ! " Teriak Reyfan Yang Baru Saja Berjalan Beberapa Langkah .
" Reyfan Gak Laper . Reyfan Capek ! " Jawab Reyfan , Ia Langsung Menaiki Tangga Menuju Kamarnya Meninggalkan Risma Begitu Saja.
Risma Menghela Nafas Panjang , Ia Sendiri Masih Sangat Bingung Bagaimana Menghadapi Reyfan .
Reyfan Sendiri Adalah Anak Satu - Satunya Dari Suaminya Yang Pertama . Suaminya Telah Meninggal Dunia Sejak Reyfan Duduk Dibangku Smp . Sejak Saat Itu Ibunya Sibuk Dikantor Menggantikan Posisi Ayahnya Di Perusahaan Milik Ayahnya Reyfan .
Risma Jadi Tidak Begitu Memperhatikan Reyfan , Sering Kali Ia Lupa Apabila Ada Rapat Diskolah Dan Bahkan Lupa Mengambil Raport Reyfan . Itu Benar -Benar Membuat Reyfan Kesal.
Ditambah Lagi Setelah Sekian Tahun Menjanda Akhirnya Ibunya Reyfan Menjalin Hubungan Dengan Pria Lain . Sebenarnya Wajar Saja , Ibunya Reyfan Masih Muda Dan Baru Mempunyai Anak Satu . Apa Salahnya Jika Ingin Membina Rumah Tangga Lagi . Tapi Reyfan Tidak Mengizinkannya .
Bagi Reyfan , Ayahnya Hanya Satu Dan Tidak Akan Ada Yang Bisa Menggantikan Posisinya.
•••••••••••••••
Faelyn Terlihat Modar - Mandir Dikamarnya . Ia Bingung ! Sangat Bingung ! Apa Yang Harus Ia Lakukan Agar Reyfan Tidak Mengikuti Balapan . Faelyn Sangat Cemas Kalu Sampai Terjadi Apa - Apa Dengan Reyfan.
Tiba – Tiba Saja Pintu Kamar Terbuka Dan Terlihat Bian Berjalan Menghampirinya " Kenapa Dek ?" Tanya Bian Heran Melihat Adiknya Sedang Gelisah.
" Umm . . Gak Apa – Apa Kak ! " Faelyn Pun Menghentikan Langkahnya Yang Sejak Tadi Mondar - Mandir . Ia Duduk Dikasur Dan Bian Pun Ikut Duduk Disampingnya .
" Gak Apa - Apa Kok Seperti Sedang Mengkhawatirkan Sesuatu ? " Tanya Bian Lagi .
" Apa? Khawatir ? Ah Enggak ! " Faelyn Berusaha Menyembunyikannya Namun Bian Tidak Dapat Dibohongi .
" Ck , Lo Gak Usah Bohong Sama Gue ! Ada Apa ? Sinih Cerita ! "
Faelyn Diam Sejenak Menatap Bian 'Apa Gue Minta Anterin Ka Bian Aja Ya Kerumah Reyfan! ' Fikir Nya .
' Tapi Gue Udah Janji Sama Reyfan Kalo Kaka Gue Gak Boleh Tau Kita Berdua Pacaran ! '
" Dek ? " Bian Melambaikan Tangannya Didepan Wajah Faelyn.
" Eh Iya Kak ! " Faelyn Mengusap Wajahnya Sendiri . Ia Frustasi Memikirkan Reyfan.
' Tapi Kan Gue Cuma Minta Anterin , Ka Bian Ga Bakal Tau Kalo Gue Mau Ketemu Reyfan ! ' Ucapnya Dalam Hati .
" Dorr ! " Bian Mengagetkan Adiknya Yang Sedang Melongo Dengan Cara Menepuk Bahunya Itu Sukses Membuyarkan Lamunan Faelyn .
" Ah Kak Bian ! " Faelyn Memukul Keras Pundak Bian .
" Lagian Gak Jelas Banget Sih Dek ? Kenapa Sih ? Ada Apa ? "
" Ka Faelyn Boleh Minta Tolong Gak ? " Tanyanya Gugup .
" Apa ? Mau Apa Si Dek ? Pasti Kaka Turutin ! " Katanya Seraya Merangkul Faelyn .
" Nanti Malam Lo Ada Acara Gak ? " Tanya Faelyn Dan Bian Berfikir Sejenak.
' Oh Iya Nanti Malam Gue Ada Acara Balapan Sama Reyfan ! ' Kata Bian Dalam Hati .
" Ada Dek ? Kenapa Emang ? " Tanya Bian Menatap Faelyn Yang Kini Terlihat Kecewa .
" Yah ! " Faelyn Menghela Nafasnya .
" Kok Yah ? Kenapa Emang "?
" Gue Pengen Minta Anterin Kerumah Temen Gue ? Bisa Gak ? Bisa Ya? Please ! " Rengek Faelyn Sambil Memasang Wajah Melas .
" Jauh Gak ? "
" Enggak Terlalu Kok ? Bisa Ya Kak ! Ayolah Please Kak Bian ! " Bian Tidak Bisa Menolak Permintaan Adiknya Itu , Terasa Sangat Berat Baginya Jika Ia Menolak Mengantarkan Faelyn.
" Yaudah Iya Kaka Anterin ! " Bian Mencium Kening Faelyn .
" Kerumah Siapa Emang ? " Tanya Bian Penasaran .
" Itu Rumahnya . . . Rumahnya Fani ! Lo Tau Kan Yang Waktu Itu Makan Dikantin Bareng Gue Kak ? " Faelyn Berusaha Mengelak .
Bian Berusaha Mengingat " Oh Iya Dia . Yaudah Tapi Nanti Gue Nganter Aja Ya Gabisa Nungguin Solanya Gue Ada Acara ! "
" Acara Apa Emang?" Sekarang Faelyn Yang Bertanya.
"Ah Biasalah Kumpul – Kumpul Sama Temen ! " Bohong Bian Dan Faelyn Mengangguk Saja .
Mereka Berdua Pun Bersiap - Siap . Tanpa Mereka Sadari Sebenarnya Faelyn Dan Bian Ingin Menemui Orang Yang Sama . Seandainya Bian Tau Kalo Adiknya Itu Ingin Ke Rumah Reyfan Mungkin Ia Tidak Akan Mengizinkannya.
**
HAY MAAF TELAT UPDATE KARENA KEMARIN DREAME SEDANG ADA PEMBAHARUAN JADI BELUM BISA UPDATE !
JANGAN LUPA YANG BELUM KLIK LOVE SEGERA DI KLIK YA UNTUK MENSUPORT :)
NEXT ----->