BAB 9

2198 Words
Faelyn Sedari Tadi Terus Saja Bercerita Kepada Fani Bahwa Dirinya Sangat Senang Karena Reyfan Hari Ini Bersikap Sangat Manis Kepadanya . Ia Bercerita Sangat Detail Dengan Fani .       " Pokoknya Fan , Lo Harus Tau Dia Itu Berubah Banget Gak Cuek Lagi ! Dia Bersikap Manis Banget Sama Gue ! " Ucap Faelyn Dengan Semangat Dan Fani Hanya Tersenyum Mendengar Temannya Itu Bahagia.       " Gue Seneng Dengernya, Tapi Sekarang Dia Kemana ?" Tanya Fani Dan Faelyn Diam Sejenak , Kemudian Matanya Beralih Kearah Seseorang Yang Baru Saja Masuk Kedalam Kelas .       " Itu Dia ! " Kata Faelyn Tersenyum Gembira .       " Reyfan ! " Panggil Faelyn Namun Tidak Digubris Oleh Reyfan , Ia Terus Saja Berjalan Kearah Tempat Duduknya Tanpa Memandang Faelyn.       Faelyn Dan Fani Saling Bertatapan Dengan Penuh Keheranan Karena Ekspresi Wajah Reyfan Berubah Menjadi Terlihat Kesal .       " Dia Kenapa Ya Fan Kok Jadi Gitu ? " Faelyn Terlihat Kebingungan .       " Yah Gue Mana Tau Faelyn , Tadi Kan Dia Sama Lo ! " Katanya Sambil Menggedikkan Bahunya .       Reyfan Menjatuhkan Badan Nya Dengan Kasar Dibangku , Membuat Arman Terkejut Menatapnya.       " Kenapa Lo Rey ?" Tanya Arman Serius Menatap Reyfan Yang Terlihat Sangat Kesal .       " Sih b******k !" Kata Reyfan Kesal .       " Kenapa Lagi Sih Itu Anak ! " Tanya Arman Yang Penasaran Apa Penyebabnya Hingga Membuat Reyfan Sangat Kesal .       " Ya Gitulah ! Nanti Malem Gue Pengen Balapan Sama Dia ! " Reyfan Melirik Kearah Faelyn Yang Sedaritadi Memperhatikannya.       " Kenapa ? " Tanya Reyfan Tanpa Ekspresi Dan Faelyn Hanya Menggeleng.       Faelyn Sendiri Juga Bingung Apa Yang Harus Ia Tanya Ke Reyfan . Rasanya Dia Takut Untuk Bertanya Karena Reyfan Terlihat Begitu Kesal , Ia Takut Nantinya Malah Di Omelin Oleh Reyfan .       " Yaudah Gausah Ngeliatin Gue Kayak Gitu ! Gue Lagi Ngomong Sama Arman, Gak Usah Nguping ! " Ucapnya Dengan Ketus Membuat Faelyn Ketakutan  .     Faelyn Masih Terdiam Menatapnya 'Aneh ! ' Batin Faelyn . Padahal Baru Saja Lelaki Itu Bersikap Manis Kepadanya , Sekarang Sudah Berubah Kembali Ke Sikap Aslinya .       " Lo Ngerti Gak Gue Bilang ! Lo Gausah Ngeliatin Gue Ngomong Dulu ! " Ulang Reyfan Dan Faelyn Yang Tadinya Duduk Menghadap Belakang Pun Dengan Segera Membalikan Badannya Kedepan . Dia Tidak Mau Berhadapan Dengan Reyfan , Saat Ini. Tatapan Lelaki Itu Sangat Mengerikan !       " Faelyn , Tadi Kata Lo Reyfan Udah Berubah ! " Bisik Fani .       " Gue Gatau Fan ! Gue Kira Dia Beneran Berubah ! " Terlihat Faelyn Berusaha Menahan Air Matanya.       Perasaan Faelyn Hari Ini Campur Aduk . Bagaimana Bisa Belum Lama Reyfan Membuatnya Sangat Bahagia , Nyaman Dan Ia Ingin Selalu Bersamanya . Namun Tiba - Tiba Ia Berubah Begitu Saja Tanpa Alasan Yang Jelas .       Tentu Saja Faelyn Tidak Tahu Reyfan Seperti Itu Karena Insiden Yang Terjadi Kepada Reyfan Dan Bian Di Tangga Tadi Saat Reyfan Berpapasan Dengan Bian. Kakaknya Itu Telah Membuat Reyfan Kesal .       Faelyn Menghela Nafasnya ' Kenapa Lo Kaya Gitu Sih Rey ! '       Reyfan Kembali Membicarakan Tentang Rencananya Akan Balapan Dengan Si Bian Kepada Arman.       " Lo Serius ? " Tanya Arman .       " Iya ! " Jawab Reyfan Singkat .       " Udah Lah Rey Lo Gak Usah Balapan Lagi Sama Dia ! Ngapain Sih ? Lo Selalu Aja Beratem Karena Hal Sepeleh Yang Gak Penting ! " Ujar Arman , Ia Mencoba Memberi Saran Meskipun Diyakini Saran Darinya Hanya Dijadikan Angin Lewat Bagi Reyfan .       Reyfan Tidak Suka Dikekang. Kalo Dia Sudah Berkata Dan Inginkan Sesuatu Pasti Akan Dia Lakukan . Tidak Dapat Diubah, Sekalipun Itu Ibunya.       " Gue Akan Tetep Balapan Malem Ini ! Gue Harus Menang ! " Ujar Reyfan Dengan Tatapan Tajam .       " Jangan Rey ! Udah Sih Akhirin Semua Ini ! " Saran Arman Lagi .       " Enggak Pokoknya Gue Akan Balapan Sama Dia Malam Ini ! " Ucap Reyfan Sedikit Keras , Sehingga Terdengar Faelyn.       " Apa Rey ?" Faelyn Membalikan Badannya Menghadap Reyfan " Kamu Mau Balapan ? "       " Bukan Urusan Lo !  " Balasnya Dengan Sangat Kesal .       Setiap Kali Reyfan Kesal Dengan Bian , Dirinya Pun Ikut Kesal Melihat Faelyn. Rasanya Ia Ingin Sekali Menjauh Dari Faelyn , Tetapi Apa Boleh Buat, Reyfan Masih Punya Rencana Yang Harus Ia Jalankan.       " Rey Kamu Kenapa Sih ? " Tanya Faelyn Lagi Membuat Reyfan Bangkit Dari Duduknya Dan Keluar Kelas .       " Reyfan ! " Panggil Faelyn Yang Juga Ikut Beranjak Dari Duduknya Dan Mengejar Reyfan . Untungnya Saat Tidak Ada Guru Yang Masuk Dikelasnya.       " Reyfan ! " Teriak Faelyn Di Lorong Sekolah Sambil Berjalan Dibelakang Reyfan Yang Berjalan Dengan Sedikit Cepat.       " Rey Dengerin Dulu ! "       Langkah Reyfan Berhenti Di Dekat Taman Sekolah Yang Terlihat Sepi .       " Apa ?  " Tanya Reyfan Tanpa Membalikan Badannya Menghadap Faelyn, Sedangkan Faelyn Berada Dibelakangnya Dengan Jarak Yang Tidak Terlalu Jauh.       " Kamu Mau Balapan ? " Faelyn Bertanya Dengan Suara Pelan Agar Reyfan Tidak Marah .       " Rey Jawab ? " Tanya Faelyn Lagi Namun Reyfan Hanya Diam .       " Rey Aku Perlu Tau ! " Faelyn Terlihat Khawatir .       " Kenapa Lo Perlu Tau Hmm?" Reyfan Membalikan Badannya " Kenapa ? "       " Ya . . .Ya Aku Cuma Gak Mau Aja Gitu Kamu Ikut - Ikut Balapan ! Bahaya Rey Nanti Kalo Kamu Kenapa – Kenapa Gimana ?  " Jelas Faelyn Dengan Gugup , Ia Terlihat Cemas .       Reyfan Berjalan Mendekati Faelyn Dan Mencengkran Lengan Faelyn Dengan Kencang , Hingga Faelyn Sedikit Merasa Kesakitan .       " Aduh Rey , Sakit ! " Faelyn Meringis Kesakitan Tapi Reyfan Tidak Perduli.       " Lo Gak Usah Ikut Campur Urusan Gue ! " Katanya Semakin Kencang Mencengkram Lengan Faelyn .       " Rey Sakit ! " Faelyn Berusaha Melepaskan Cengkraman Reyfan . Kini Wajah Mereka Saling Berdekatan . Reyfan Menatap Faelyn Seolah - Olah Ia Sedang Menatap Bian Dengan Tatapan Penuh Kebencian !       " Rey Salah Aku Dimana ? Aku Cuma Gamau Kamu Kenapa - Kenapa ? " Suara Faelyn Terdengar Gemetar , Ia Hampir Menangis .       Reyfan Yang Tersadar Bahwa Dia Telah Membuat Faelyn Kesakitan , Dengan Sontak Ia Melepaskan Cengkramannya . Ia Seperti Tidak Terkendali Atas Apa Yang Ia Lakukan Kepada Faelyn .       Reyfan Melangkah Mundur Beberapa Langkah , Tanpa Menatap Faelyn.       " Rey, Aku Cuma Khawatir Sama Kamu ! Hanya Itu Saja , Apa Aku Salah ? " Kali Ini Tangis Faelyn Pecah . Reyfan Yang Sedari Tadi Tidak Menatapnya Kini Pandangannya Beralih Melihat Faelyn Yang Sedang Menangis.       " Aku Gak Sanggup Kalo Terjadi Sesuatu Yang Buruk Sama Kamu !" Mendengar Faelyn Bicara Seperti Itu ,  Reyfan Berjaln Mendekati Faelyn . Hatinya Sedikit Tersentuh Melihat Gadis Dihadapannya Itu Menangis Mengkhawatirkan Dirinya.       Ketika Sudah Berada Dihadapan Faelyn , Reyfan Langsung Menarik Gadis Itu Kedalam Pelukannya .       " Maaf ," Entah Mengapa Kata Itu Keluar Dari Mulut Reyfan . Buka Itu Bukan Terpaksa Melainkan Dari Hatinya Yang Terdalam . Pelukan Yang Ia Berikan Kepada Faelyn Pun Diluar Skenario Fikirannya , Itu Semua Terjadi Benar -Benar Tanpa Paksaan Seperti Biasanya.       Faelyn Memeluk Tubuh Reyfan Dengan Erat Seolah Takut Kehilangannya , Dan Reyfan Merasakan Itu . Merasakan Pelukan Erat Dari Faelyn Yang Membuatnya Kebingungan Dengan Semua Ini .       'Ini Kenapa Jadi Kayak Begini Sih?'     'Kenapa Dia Khawatir Banget Gini Sama Gue! '     'Kenapa Gue Jadi Ngerasa Bersalah !'     'Kenapa Gue Ngerasa Kasihan Sama Faelyn !'       Reyfan Terus Saja Beryatanya – Tanya Dalam Hatinya .       " Berhenti Menangis ! Gue Gak Suka Lihat Lo Kayak Gini ! " Ucap Reyfan Seraya Melepaskan Pelukan . Ia Tidak Mau Berlama-Lama Dalam Pelukan Faelyn . Mungkin Dia Takut Nyaman.       " Iya Maafin Aku Ya Rey, Gara - Gara Aku Baju Kamu Jadi Basah Air Mata Aku Kan ! " Katanya Tersedu-Sedu.       " Kamu Gak Usah Ikut Balapan Ya ! " Ujar Faelyn Menatap Reyfan Dengan Mata Berbinar . Dari Pancaran Matanya Ia Terlihat Sangat Memohon Agar Reyfan Tidak Balapan.       " Gak Bisa Fae, Ini Kewajiban Dan Tolong Jangan Larang Gue ! " Katanya Lalu Meninggalkan Faelyn Sendirian Di Taman .       Reyfan Benar-Benar Tidak Perduli .       Faelyn Menarik Nafasnya Dalam - Dalam " Gue Gak Akan Biarin Lo Balapan Rey ! Tidak Akan ! " Ucapnya Dengan Tegar.       ••••••••••••••       Reyfan Berjalan Memasuki Rumahnya , Saat Melewati Ruang Tamu Ia Melihat Pemandangan Yang Tidak Biasa . Ya , Pemandangan Dimana Ibunya Sedang Menyiapkan Makanan Yang Sudah Pasti Untuknya .       " Eh Anak Mamah Sudah Pulang , Ayo Kita Makan ! " Ajak Risma Dengan Penuh Semangat.       Reyfan Hanya Diam , Tapi Kemudian Dia Berjalan Mendekati Meja Makan. Reyfan Memandang Risma , Ibunya Sekilas .       " Tumben ! " Kata Reyfan Yang Baru Saja Duduk Dan Menuang Air Digelas .       " Tumben Kenapa ?" Tanya Risma Keheranan.       " Ya Tumben Aja Lah Mamah Dirumah , Nyiapin Makanan Kayak Gini ? Kenapa ? Mamah Mau Bujuk Reyfan Agar Setuju Kalau Mamah Mau Menikah Lagi ? Gitu ? " Ucapnya Dengan Nada Sedikit Keras Membuat Risma Marah Mendengar Anaknya Bicara Seperti Itu  .       " Reyfan , Mamah Gak Suka Ya Kamu Bicara Seperti Itu ! " Bentak Risma .       " Reyfan Lebih Gak Suka Kalo Mamah Mau Nikah Lagi ! Reyfan Juga Gak Suka Mamah Sibuk Terus Di Kantor ! " Katanya Seraya Bangun Dari Duduknya .       " Rey . . Reyfan Kamu Makan Dulu Nak ! Mamah Udah Siapin Makanan Buat Kamu ! " Teriak Reyfan Yang Baru Saja Berjalan Beberapa Langkah .       " Reyfan Gak Laper . Reyfan Capek ! " Jawab Reyfan , Ia  Langsung Menaiki Tangga Menuju Kamarnya Meninggalkan Risma Begitu Saja.       Risma Menghela Nafas Panjang , Ia Sendiri Masih Sangat Bingung Bagaimana Menghadapi Reyfan .     Reyfan Sendiri Adalah Anak Satu - Satunya Dari Suaminya Yang Pertama . Suaminya Telah Meninggal Dunia Sejak Reyfan Duduk Dibangku Smp . Sejak Saat Itu Ibunya Sibuk Dikantor Menggantikan Posisi Ayahnya Di Perusahaan Milik Ayahnya Reyfan .       Risma Jadi Tidak Begitu Memperhatikan Reyfan , Sering Kali Ia Lupa Apabila Ada Rapat Diskolah Dan Bahkan Lupa Mengambil Raport Reyfan . Itu Benar -Benar Membuat Reyfan Kesal.       Ditambah Lagi Setelah Sekian Tahun Menjanda Akhirnya Ibunya Reyfan Menjalin Hubungan Dengan Pria Lain . Sebenarnya Wajar Saja , Ibunya Reyfan Masih Muda Dan Baru Mempunyai Anak Satu . Apa Salahnya Jika Ingin Membina Rumah Tangga Lagi . Tapi Reyfan Tidak Mengizinkannya .       Bagi Reyfan , Ayahnya Hanya Satu Dan Tidak Akan Ada Yang Bisa Menggantikan Posisinya.       •••••••••••••••       Faelyn Terlihat Modar - Mandir Dikamarnya . Ia Bingung ! Sangat Bingung ! Apa Yang Harus Ia Lakukan Agar Reyfan Tidak Mengikuti Balapan . Faelyn  Sangat Cemas Kalu Sampai Terjadi Apa - Apa Dengan Reyfan.       Tiba – Tiba Saja Pintu Kamar Terbuka Dan Terlihat Bian Berjalan Menghampirinya " Kenapa Dek ?" Tanya Bian Heran Melihat Adiknya Sedang Gelisah.       " Umm . . Gak Apa – Apa Kak ! " Faelyn Pun Menghentikan Langkahnya Yang Sejak Tadi Mondar - Mandir . Ia Duduk Dikasur Dan Bian Pun Ikut Duduk Disampingnya .       " Gak Apa - Apa Kok Seperti Sedang Mengkhawatirkan Sesuatu ? " Tanya Bian Lagi .       " Apa? Khawatir ? Ah Enggak ! " Faelyn Berusaha Menyembunyikannya Namun Bian Tidak Dapat Dibohongi .       " Ck , Lo Gak Usah Bohong Sama Gue ! Ada Apa ? Sinih Cerita ! "       Faelyn Diam Sejenak Menatap Bian 'Apa Gue Minta Anterin Ka Bian Aja Ya Kerumah Reyfan! ' Fikir Nya .       ' Tapi Gue Udah Janji Sama Reyfan Kalo Kaka Gue Gak Boleh Tau Kita Berdua Pacaran ! '       " Dek ? " Bian Melambaikan Tangannya Didepan Wajah Faelyn.       " Eh Iya Kak ! " Faelyn Mengusap Wajahnya Sendiri . Ia Frustasi Memikirkan Reyfan.       ' Tapi Kan Gue Cuma Minta Anterin , Ka Bian Ga Bakal Tau Kalo Gue Mau Ketemu Reyfan !  ' Ucapnya Dalam Hati .       " Dorr ! "  Bian Mengagetkan Adiknya Yang Sedang Melongo Dengan Cara Menepuk Bahunya Itu Sukses Membuyarkan Lamunan Faelyn .       " Ah Kak Bian ! " Faelyn Memukul Keras Pundak Bian .       " Lagian Gak Jelas Banget Sih Dek ? Kenapa Sih ? Ada Apa ? "       " Ka Faelyn Boleh Minta Tolong Gak ? " Tanyanya Gugup .       " Apa ? Mau Apa Si Dek ? Pasti Kaka Turutin ! " Katanya Seraya Merangkul Faelyn .       " Nanti Malam Lo Ada Acara Gak ?  " Tanya Faelyn Dan Bian Berfikir Sejenak.       ' Oh Iya Nanti Malam Gue Ada Acara Balapan Sama Reyfan ! ' Kata Bian Dalam Hati .       " Ada Dek ? Kenapa Emang ? " Tanya Bian Menatap Faelyn Yang Kini Terlihat Kecewa .       " Yah ! " Faelyn Menghela Nafasnya .       " Kok Yah ? Kenapa Emang "?       " Gue Pengen Minta Anterin Kerumah Temen Gue ? Bisa Gak ? Bisa Ya? Please ! " Rengek Faelyn Sambil Memasang Wajah Melas .       " Jauh Gak ? "       " Enggak Terlalu Kok ? Bisa Ya Kak ! Ayolah Please Kak Bian ! " Bian Tidak Bisa Menolak Permintaan Adiknya Itu , Terasa Sangat Berat Baginya Jika Ia Menolak Mengantarkan Faelyn.       " Yaudah Iya Kaka Anterin ! " Bian Mencium Kening Faelyn .       " Kerumah Siapa Emang ? " Tanya Bian Penasaran .       " Itu Rumahnya . . . Rumahnya Fani !  Lo Tau Kan Yang Waktu Itu Makan Dikantin Bareng Gue Kak ? " Faelyn Berusaha Mengelak .       Bian Berusaha Mengingat " Oh Iya Dia . Yaudah Tapi Nanti Gue Nganter Aja Ya Gabisa Nungguin Solanya Gue Ada Acara ! "       " Acara Apa Emang?" Sekarang Faelyn Yang Bertanya.       "Ah Biasalah Kumpul – Kumpul Sama Temen ! " Bohong Bian Dan Faelyn Mengangguk Saja .       Mereka Berdua Pun Bersiap - Siap . Tanpa Mereka Sadari Sebenarnya Faelyn Dan Bian Ingin Menemui Orang Yang Sama . Seandainya Bian Tau Kalo Adiknya Itu Ingin Ke Rumah Reyfan Mungkin Ia Tidak Akan Mengizinkannya.       ** HAY MAAF TELAT UPDATE KARENA KEMARIN DREAME SEDANG ADA PEMBAHARUAN JADI BELUM BISA UPDATE !  JANGAN LUPA YANG BELUM KLIK LOVE SEGERA DI KLIK YA UNTUK MENSUPORT :) NEXT ----->
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD