Faelyn Berlari Begitu Cepat . Bian Pun Tidak Tinggal Diam , Ia Juga Ikut Mengejar Faelyn . Dapat Bian Lihat Sorot Mata Faelyn Begitu Kecewa Dengannya . Tetapi Bian Melakukan Itu Semua Karena Ia Tidak Suka Melihat Adiknya Tersakiti . " Faelyn ! Please , Dengerin Kakak Dulu ! " Bian Yang Berada Dibelakang Faelyn Terus Saja Berlari Mencoba Mendekati Faelyn . " Pergi ! Gue Gak Mau Punya Kakak Kaya Lo ! Lo Gak Usah Perduli Sama Gue Lagi ! Gue Gak Butuh Kakak Kaya Lo ! " Teriak Faelyn , Tangannya Mengusap Air Mata Yang Terus Mengalir . Ia Berlari Melewati Lapangan Menuju Tangga Yang Mengarah Ke Kelasnya . " Dek , Please ! Dengerin Kaka Dulu ! " Nafas Bian Terengah, Lututnya Juga Terasa Lemas . Bian Berhenti Sejenak , Ia Membungkukkan Tubuhnya , Kedua Tangannya Memegang Lututnya

