Pelarian Dalam Pelukan Dingin Aku tahu, aku harus melakukan sesuatu. Harus. Aku tidak bisa terus begini, terperangkap di lingkaran penuh belenggu bernama Arvind. Sejak ia mengantarkanku ke motel ini, pikiranku tak pernah benar-benar damai. Tidurku gelisah, napasku sesak, dan jiwaku seperti terkurung dalam kandang yang bahkan tak terlihat. Siang tadi, pemilik motel memberikan minuman tradisional, katanya bisa menghangatkan tubuh. Entah mengapa, justru dari benda sederhana itu, ide gila muncul di kepalaku. Aku tahu ini tidak mulia. Tapi kebebasan, kadang menuntut pengorbanan yang kejam. Aku membuka tas kecil yang kubawa dari rumah Bapak. Di dalamnya, ada satu tablet obat sakit kepala yang selalu kubawa untuk berjaga-jaga. Tapi malam ini, obat itu punya misi lain. Dengan hati-hati, aku rem

