Dalam Pelukan Luka

1185 Words

“Pak… aku sudah melakukan apa yang kamu minta. Aku juga sudah menjalani hukuman yang kamu berikan padaku. Apa masih kurang?” tanyaku pelan, dengan suara setipis helai benang. Jujur saja, membicarakan tentang bayi yang kukandung membuat hatiku teriris. Luka yang belum sempat mengering, kini kembali berdarah. Tapi aku tetap mencoba tegar di hadapannya. Meski sejujurnya, rasanya seperti ada ribuan jarum yang menusuk-nusuk dadaku tanpa ampun. Arvind kembali diam. Ia duduk di batu besar, memandang kosong ke arah pohon-pohon yang berdiri bisu, seolah sedang berbicara dengan mereka dalam bahasa yang hanya dia yang mengerti. Tak ingin menaruh harapan padanya—lagi, aku memutuskan untuk bangkit dan berjalan menjauh. “Kamu mau ke mana? Hati-hati… jalanan ini licin,” ujarnya, suara itu masih terde

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD