Selena dan Masa Lalu

1123 Words

Aksa menghubungi Aleena saat ia mendapati pesan dari wanita itu. Namun sampai dering ketiga, wanita itu tidak kunjung mengangkat panggilan. Aksa mendesah, ia mencobanya sekali lagi dan pada dering ketiga terdengar suara sang istri. “Halo?” sapa Aleena lirih. Alis Aksa mengernyit, kenapa dengan Aleena. Ia terdengar tidak bersemangat. “Halo sayang, kamu kenapa? Kok lemes gitu?” tanya Aksa khawatir. “Nggak papa, cuma kerjaan aja lagi nggak bisa dikondisikan. Kenapa telepon?” “Nggak, kangen aja. Mau makan siang bareng? Biar aku jemput?” Hanya deheman singkat yang jadi jawaban Aleena. Wanita itu sudah terlalu lelah dan malas untuk berbicara panjang lebar. “Yaudah, kamu kirim aja alamat perusahaannya nanti aku jemput. Tunggu, ya.” Aleena menyahut seadanya saja. Ia kemudian mengirimkan a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD