Teror

1169 Words

Selesai berbelanja bulanan, pada akhirnya Aksa juga Aleena mampir ke satu resto tidak jauh dari pusat perbelanjaan. Alasannya karena tiba-tiba saja Aleena menginginkan makanan khas Sunda untuk sarapan. Terdengar random juga sedikit aneh, tapi mau bagaimana lagi itu memang kenyataanya. Pasangan itu memesan beberapa menu yang memang diinginkan Aleena. Karena hari juga sudah mulai beranjak siang, maka sarapan keduanya sekaligus merangkap makan siang. “Enak nggak? Jangan kebanyakan makan sambel, nanti dedek bayi kepedesan,” nasehat Aksa. Aleena yang saat itu tengah menyantap ayam goreng, hanya mengangguk. Entah mengapa menyantap nasi liwet rasanya bisa seenak ini, padahal sebelumnya ia biasa-biasa saja dengan menu nasi berbumbu itu. “Kamu juga harus makan sayur yang banyak, udah tua janga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD