Aleena mematut diri sekali lagi di depan cermin. Mengoleskan perona bibir sekali lagi dan merapikan rambutnya yang sengaja ia curly. Gadis itu tersenyum, memastikan penampilannya untuk yang terakhir sebelum bergumam. “Aku cantik, aku pintar, aku beruntung. Aku bisa melakukan semuanya tanpa harus merepotkan siapapun.” Afirmasi yang hampir tiap hari ia gumamkan agar selalu percaya diri dalam menghadapi hari. Aleena kemudian berjalan, menyambar tas selempang yang tergeletak di ranjang dan berjalan menuruni anak tangga. Hari ini ia ada janji. Bertemu dengan salah satu rekan kerja yang kebetulan menawarkan kerja sama. Langkah kaki Aleena sempat terhenti. Ia menatap ke arah piano yang ada di rumahnya selama beberapa saat sebelum kemudian berlalu. Manggo Cafe. Aleena menunggu sang rekan den

