Bulan Madu

1008 Words

Aksa kian mendekatkan tubuhnya, pria itu menyunggingkan senyum miring yang terlihat begitu menyebalkan di mata Aleena. "Mundur! Atau aku akan berteriak!" seru si wanita keras. Bukannya menurut, Aksa justru terkekeh kecil dan kian semangat mendekatkan tubuhnya. Suasana saat itu begitu mencekam layaknya film horor bagi Aleena. Jarak diantara mereka hanya tersisa sejengkal, dan Aksa justru memajukan wajahnya hingga membuat sang istri memejamkan mata secara otomatis. Lama keduanya dalam posisi itu, hingga kemudian Aleena bisa mendengar suara kekehan kecil si pria yang perlahan mulai mengeras. Aleena membuka mata, dan hal yang pertama kali ia lihat adalah wajah Aksa yang tengah tertawa. Jujur saja pria itu terlihat cukup manis saat tertawa, terlebih cekungan pada pipi sebelah kirinya yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD