Ancaman

1044 Words

“Apa maksud Om?” Aksa masih mencoba sabar, ia tahu kemana arah pembicaraan Ayah Keira. Ini soal janji di masa lalu mereka, lebih tepatnya janji disaat Aksa dan Keira masih bertatus sebagai sepasang kekasih. Tentu saja kedua orang tua gadis itu tahu, seperti yang sudah pernah dikatakan Ibu Keira sebelumya. Gadis itu selalu mengatakan apapun, bercerita soal kehidupannya kepada orang tuanya tanpa cela. “Tidak ada. Hanya ingin melihat bagaimana kesenjangan itu terjadi. Kamu sudah bisa bahagia dengan kehidupanmu dan melupakan Keira. Tapi anak itu justru sebaliknya. Ia malah jadi gila karena terus meyakini janji dari pria yang bahkan tidak bisa memenuhi janjinya sendiri.” Diam-diam Aksa meremas tangannya di samping tubuh. Kepalan tangannya mengerat, bahkan sampai buku-buku jarinya memutih.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD