Mobil taksi itu melaju perlahan, menembus panasnya jalanan kota. Aleena duduk di bangku penumpang, melihat ke arah luar jendela dengan perasaan yang menggamang. Ingatannya kembali berputar soal penjelasan Selena beberapa saat yang lalu. Harusnya ia tenang sekarang, penjelasan wanita itu cukup masuk akal. Lagipula ia juga mengatakan jika perasaanya sudah tidak ada lagi untuk Aksa, Selena sudah tidak menyukai pria itu. Jadi, apalagi yang harus ia khawatirkan. Tapi jujur saja, sesuatu dalam diri Aleena masih terasa janggal. Ia merasa masih ada yang salah dan belum terselesaikan. Tapi apa? “Pak, bisa ganti tujuan?” Taksi pada akhirnya berbelok, Ia memilih untuk mengunjungi Aksa di kantornya. Ia ingin mengkonfirmasi sekaligus mendengar cerita dari sisi Aksa. Bukankah akan lebih mudah m

