Mengisi waktu luang.

2038 Words
Pagi yang sejuk dan dengan muka bantal Olivia bangun untuk berolah raga berlari keliling komplek bersama ayahnya. Sudah menjadi rutinitas baginya jika tidak ada kerjaan di pagi hari dia akan berolahraga agar tubuh langsing nya tertap terjaga bagaimana pun sebagai selebgram atau influenser harus menjaga tubuh dan penampilan supaya tetap menarik apa lagi sering juga menjalani photoshoot. Walau semalam pulang di jam hampir 12 malam. Namun dirinya tetap bangun awal karena sudah terbiasa semenjak dirinya dikenal dan mendapat banyak pekerjaan di pagi hari sehingga jam berapa pun dia tertidur bangunnya pasti tetap pagi dan sangat jarang meleset atau bangun siang. Berlari dengan langkah demi langkah dengan pelan menelusuri setiap perkomplekan sambil melihat-lihat beberapa rumah yang sangat bagus, sembari melangkah sembari juga berdoa semoga suatu saat dapat mempunyai rumah impian untuk dirinya dan ayah tinggal. Melihat usia ayahnya yang sudah kepala lima membuatnya semakin khawatir dengan tiap bertambah usia ayahnya yang menandakan akan semakin tua dan takut kehilangan, apa lagi belum bisa memberikan kebahagiaan lebih dari kebahagiaan yang di berikan ayah kepadanya. Sembari berlari mengelilingi komplek selama sudah 2 Putaran tiba-tiba ayah berhenti dan mengeluh capek skhirnya olive yang sudah berlari sedikit di lebih di depan ayah pun kembali mundur dan menyamperin ayah. "Yah kenapa?" Tanya Olive. "Ayah capek nak, cari tempat duduk dulu yuk." Sambil berjalan mencari kursi taman. Saat sambil berjalan, Oliviareidya dan Ayah bertukar cerita. "Teringat semasa ayah muda, sangat malas sekali olah-raga pagi hingga ditegur oleh orang tua pun masih tetap tidak mempan untuk dapat membuat ayah mu ini bangun subuh atau pagi untuk berolahraga. Nasehat orang tua ayah dulu, perbanyaklah olah-raga kalau bisa jaga pola makan dan istirahat yang cukup sehingga masa tua mu kelak masih terasa sedikit baik dalam perihal kaki terutama karena dengan olahraga dari usia dini sebenarnya lebih memberi efek di tua yaitu kaki yang biasanya di usia tua tidak bertenanga dengan olahraga dan istirahat yang cukup mampu memberi manfaat kelak ketika sudah tua jadi kaki lebih bertenaga dan tidak seperti orang tua lainnya yang kakinya tidak bertenaga." Cerita ayah perlahan mulai berjalan cukup jauh dan bercerita sambil ngos-ngosan. "Terus yah?" Ujar Olive yang bermaksud meminta sang ayah untuk melanjutkan cerita nya lagi. "Sekarang di saat ayah sudah tua seperti ini atau bahasa halusnya lansia barulah terasa kaki yang sudah tidak dapat berjalan jauh. Di usia ayah seperti ini menurut ayah masih sangat jarang sudah mengalami seperti kaki yang sudah tidak bertenaga atau lemes. "Ujar ayah. "Sekarang harus lebih giat olahraga dong, supaya kaki ayah dapat bertenaga lagi... Jadi mulai sekarang setiap Olive berolahraga maka papa harus ikut yah?" Olive sambil menggandeng ayahnya berjalan perlahan. "Iya benar sekali ... Pokoknya nanti jika kamu mau berolahraga silahkan ajak ayah lagi ys he-he-he." Ayah. Tak terasa ketika berjalan santai sambil berbincang-bincang dan sampailah di tempat yang seperti taman kecil dan ada ada kursi dan olive dan ayah pun duduk disitu. "Ah akhirnya duduk." Ujar ayah legah. "Ha-ha-ha encok yah ayah? Tidak apa yah jika kita melakukan olahraga di setiap paginya nanti juga segi pernafasan akan lebih baik dan tidak membuat ayah jadi cepat lelah dan capek he-he-he. "Iya nama nya orang tua ha-ha-ha pasti dong nak ada encok- encok nya he-he-he." Jawab ayah. Saat sedang berbincang datang lah mamang gerobak menjual bubur lewat, perut Olive yang tadinya baik-baik saja sekarang menjadi keroncongan dan akhirnya olive memesa bubur tersebut. (Tok-tok-tok) ketokan mamang bubur. (Kruk..) bunyi perut Olive. "Mang mau..." Olive yang tadinya baru saja terduduk akhirnya terbangun lagi dan memesan untuknya dan ayah juga. "Ayah sedikit saja ya masih pagi soalnya he-he-he."Ucap Ayah "Oke, mang... Satu porsi biasa yang satu porsi sedikit saja ya makan disini." Ucap Oliviareidya. "Baik kakak..." Mamang. "Ini sudah kakak." Mamang bubur memberikan bubur pesanan. "Makasih mang.." Ujar Olive sambil mengoper bubur milik ayahnya juga tadi. Ayah dan Olive pun menyantap menikmati bubur mamang tersebut yang ternyata sangat enak. Beberapa orang yang juga lewat di sana pun ikut membeli bubur yang ternyata aromanya sampai ke mana-mana dan sudah pasti soal rasa bubur mamang tersebut sudah pasti lezat. Beberapa saat kemudian ayah duluan habis dan ternyata ayah ingin nambah karena saking enaknya dan Olive juga nambah porsi bubur sampai akhirnya mereka menghabiskan total 3 mangkuk bubur sampai mamang penjual terkejud melihat anak dan ayah yang mampu menghabiskan 3 mangkuk bubur di pagi hari apa lagi Olive perempuan yang di mana, jarang ada perempuan yang memakan bubur sebanyak 3 mangkuk. "Ahh kenyang..." Ujar Oliviareidya. "Sama ayah juga Ha-ha-ha, enak banget sih buburnya jadi habis 3 mangkuk deh he-he-he..." Kata Ayah tersenyum melirik ke mamang si penjual. "He-he-he makasih bapak dan kakak, kalian adalah rekor pembelian saya di pagi hari yang mampu menghabiskan bubur sampai 3 mangkuk..." Ujar mamang si penjual sambil mengambil mangkuk bekas olive dan ayahnya. "Ah yang benar, masa sih iya... Bubur se-enak ini hanya mampu menghabiskan 1 mangkuk? Hm lemah ha-ha-ha." Canda Olive. "Kamu itu kebanyakan nonton t****k pake lemah-lemah segala, maaf ya mang anak saya memang begitu ha-ha-ha..." Ucap Ayah. "Tidak apa-apa, saya tau kok soalnya saya juga main t****k he-he-he lumayan pak di sana banyak hiburan seperti video lucu, jogetan yang komedi banget." Kata Abang sambil mencuci mangkuk. "Wah gaul juga kamu he-he-he..." Ayah sambil berdiri dan hendak mau kembali berjalan santai pulang kerumah. "Ini mang uangnya, kembaliannya ambil saja ya terimakasih." Olive sambil memberi uang Rp 100.000,00. Terkejud sih mamang membuat nya sangat terlihat bahagia sekali di pagi hari sudah mendapatkan rejeki seperti ini, sangat jarang ada orang yang memberikan uang besar dengan kembalian yang masih banyak tetapi tidak ingin menerima kembalian tersebut. "Terimakasih banyak kakak, bapak. Semoga sehat selalu dan murah rejeki ya amin." Dengan wajah si mamang yang terlihat sangat bahagia. "Amin..." Ayah. "Makasih doa nya, semoga doa baik juga kembali ke bapak terimakasih saya dan ayah pamit pulang dulu ya semangat jualannya." Ujar Olive tersenyum ke penjual dan langsung berjalan pulang dengan ayah. Karena masih punya banyak waktu maka selesai mengerjakan endorse'an di siang hari. Olive ber-inisiatif mengajak ayah ke mall jalan-jalan karena sudah lama tidak pergi kemall dengan ayah. "Ayah ke mall yuk." Olive mengajak ayah yang sedang bermain handphone. Dengan terkejud bahagia ayah pun langsung tanpa basa basi menerima ajakan olive dan segera mengganti pakaian nya dan langsung berangkat ke mall. Sesampainya di sana olive terus menggandeng ayahnya tersebut dan mengajak berbelanja berbagai kebutuhan rumah dan juga pakaian baru, sendal, sepatu, kacamata, jam tangan, dan handphone baru untuk ayahnya. Ayah yang merasa ini semua cukup memakan banyak biaya maka ayah sempat menolak, tapi karena olive yang kekeh akhirnya ayah menerima dan sangat berterimakasih kepada olive. "Ini kebanyakan nak, simpan saja uang mu." Ujar Ayah. "Tidak apa ayah, kamu adalah orang tuaku yang tersisa satu-satunya maka biarkan aku berusaha membahagiakanmu dan jangan sungkan karena melihat banyaknya barang dan biaya yang lumayan besar. Semua ini tidak sebanding dengan orangtua yang sudah membesarkan anaknya hingga sebesar sekarang dan lagian aku kan sudah bekerja ayah jadi tidak apa-apa." Ujar Olive tersenyum ke Ayah. Ayah langsung memeluk olive dan tersenyum membuat karyawan penjaga toko Handphone ikut merasakan haru. "Benar pak, biarkan anak membahagiakan orangtuanya selagi masih ada." Ujar karyawan yang melayani mereka. Ayah dan olive hanya tersenyum menanggapi kata karyawan tersebut dan langsung melakukan transaksi pembayaran. Pulang-pulang dengan banyaknya belanjaan terutama untuk keperluan rumah membuat olive sangat semangat menyusun semua barang yang di belinya. "Wah menyenangkan sekali menyusun-nyusun barang keperluan rumah." Ujar Olive sambil menyusun. Ayah datang dan membantu nya. "Makasih banyak ya sayang sudah berusaha membuat ayah mu ini bahagia." "Tidak perlu berterimakasih ayah, bagaimana pun itu perlu di lakukan oleh seorang anak kepada orangtuanya." Ujar Olive fokus menyusun. Ayah pun merasa bersyukur bahwa putri satu-satunya tersebut berbakti ke pada nya, walau di saat-saat sedang sibuk pun anaknya masih mengingatnya untuk mengajak setidaknya jalan-jalan dan membelikan banyak sekali barang dengan uang kerja jerih payahnya. Olive merasa ini adalah tanggung jawabnya sebagai anak yang sudah bekerja. Dia harus menjaga ayahnya seperti ayahnya menjaga nya dari kecil sampai besar belum lagi usia yang sudah tidak muda membuat olive takut bagaimana tidak. Ibunya sudah meninggal saat melahirkannya kini hanya tersisa ayah orang tua satu-satunya, maka olive tidak ingin menyesal di kemudian hari. Ayah yang selesai membantu olive berberes pun pergi ke tokonya untuk mengecek kerjaan karyawan nya sekaligus mengambil data-data untuk di cek dan di rekapnya. "Ayah pergi ke toko dulu ya nak, seperti biasa he-he-he..." Ujar Ayah. "Baikla Ayah hati-hati ya di jalan, ingat kalau ada perlu apa-apa bisa hibungi aku." Ujar Olive yang sedang menuangkan s**u untuk dirinya minum. "Baik kamu juga ya kalau ada perlu apa-apa langsung hubungi ayah." Setelah itu Ayah langsung pergi meninggalkan Olive sendiri bersama mbak dan supir. Tidak lupa membeli keperluan rumah dan ayah, dia juga membeli beberpa pakaian dan cemilan untuk mbak dan supirnya dirumah. Senang sekali terpampang dari wajah mbak dan supir nya mengetahui bahwa olive membelikan mereka barang. "Makasih non." Ujar mbak dan supir. Karena ayah biasanya pergi mengendarai mobil sendiri makan pak supir di minta chelsea untuk makan dulu cemilan yang di belikannya baru lanjut nanti bekerja lagi mengantarnya nanti sore menjelang malam. Karena biasaan yang membantu membawa segala barang adalah pak supir karena belum mempunyai asisten. Makanya Olive juga sangat berterimakasih kepadanya dan juga mbak yang selalu membantu menjaga kebersihan rumah dan keamanan rumah ketika ayah dan aku serta pak supir tidak ada dirumah. Dengan kejujuran mbak dirumah, makanya olive juga sangat berterimakasih kepadanya. Betapa bersyukurnya dengan dua orang asing di rumah yang di pekerjakan nya memiliki kejujuran yang sangat oatut di contoh dan sudah di anggap seperti keluarga sendiri. Maka apapun yang Olive dan ayah makan maka itu juga yang mereka makan serta kemana pun ayah atau olive pergi makan pasti ada memikirkan barang untuk mereka juga. Sesudah memberikan barang ke pak supir dan mbak, olive pun tidur siang sebentar lantaran nanti akan bekerja lagi. "Mbak, olive tidur dulu ya..." "Baik non tidurlah dulu..." Mbak. "Nanti syuting lagi ya non?" Tanya Pak Supir. "Iya nih sekitar jam 18.30 lah kita berangkat." Jawab Olive. "Saya tidur dulu ya, kalian habis makan cemilan boleh ikut tidur juga sebentar ya di kamar masing-masing ntar kunci gerbang dan pintu depan saja." Ujar Olive yang seperti sudah mengantuk. "Baik non." Jawab Pak Supir dan mbak. Olive pun beranjak ke kamar dan segera tidur siang tidak lupa memberi alarm untuk membangsi waktu supaya tidak terlambat bekerja. ... Sedangkan Jackshien yang sudah bangun di siang hari juga berfikiran mengajak orangtuanya berjalan-jalan ke tempat taman yang banyak jajanan nya. "Hai mama papa..." Panggil kedua orang tuanya yang sedang menonton. "Ada apa nak?" Tanya Mama. "Mau ke taman?" Tanya Jackshien. "Boleh."Jawab Papa dan Mama serempak. Jsckshien pun segera mandi dan bersiap-siap terus berangkat. Ketika di perjalanan mereka bernyanyi bersama sampai tiba di taman. Di taman ayah dan ibu sangat terlihat senang karena terakhir ke sini saat Jackshien masih kecil dan sekarang setelah sekian lama akhirnya dapat kemari lagi. "Sudah lama ya tidak ke sini ma pa." Ujar Jackshien. "Iya nak papa dan mama serta kamu ke sini kan terakhir ketika kamu baru bisa jalan." Ujar papa. "Iya masih kecil dulu kamu sekarang sudah besar baru kita bisa kemari lagi dan banyak yang berubah yah di sini." Ujar mama yang kelihatan sangat senang. Mereka pun berjalan menelurusi taman dan jajan makanan yang ada di sana. Betapa bagusnya mereka seperti saat dulu memegang tangan Jackshien yang baru saja bisa berjalan sekarang gantian Jackshien yang menggandeng kedua orang tuanya sambil berjalan. Tidak lupa Jackshien meminta tolong orang untuk mengambil foto bersama papa dan mamanya. Karena waktu masih panjang akhirnya Jackshien mengajak mereka untuk berwisata kuliner di pinggir jalan untuk makan sate kesukaan Papa. "Wah kesukaan Papa ni he-he-he." Papa yang terlihat sangat tidak sabar menunggu satenya matang. "Iya nih senang lah papa mu Jackshien ha-ha-ha..." Canda Mama yang di lontarkan ke Jackshien. "Iya tidak apa-apalah kan sesekali makan sate, kecuali sering itu tidak boleh."ujar Jackshien sambil tertawa bahagia akhirnya bisa membawa Papa makan sate kesukaan nya. Saat sate pesanan mereka datang terlihat papa yang langsung menyantap tanpa basa basi dan terlihat sangat menikmati dan rasa senang juga di rasakan Jackshien melihat papanya sangat senang menikmati makanan tersebut. Karena sudah tidak muda papanya sudah tidak pernah lagi konsumsi sate karena di larang Jackshien dan hari ini adalah puncaknya di mana Jackshien membolehkan makan sate untuk hari ini setelah sekian lama dan itu tentu menjadi hari bahagia untuk papanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD