mengisi waktu.

2006 Words
Pulang dari tempat sate, Jackshien kembali mengajak kedua orangtuanya makan di tempat baru yang bertema sushi di semua menu. Dan kali ini adalah makanan kesukaan Mama yang juga sudah lama Mama tidak menyicipinya sushi apa lagi ini adalah tempat baru jadi sangat membuat mereka bertiga terutama mama tidak sabar untuk menyicipi sushinya. Berbagai varian di pesan oleh Jackshien untuk kebahagiaan mamanya sehingga saat pesanan nya datang, ekspresi wajah mama tidak dapat dibohongi. Sangat terlihat senang menatap semua sushi yang di pesan tadi. Memang, Jackshien melarang orangtuanya untuk memakan makanan yang menurutnya tidak boleh sering kali di makan sehingga saat hari ini Jackshien membawa kedua orangtuanya makan dan memesan makanan kesukaan membuat orangtuanya bahagia sekali dan sangat menikmati karena tidak tau akan kapan lagi bisa makan makanan kesukaan seperti ini. "Hm enak banget." Ucap Mama kegirangan menyantap sushi. "Gimana? He-he-he..." Tanya Jackshien yang melihat orangtuanya sangat senang, hari ini bisa menikmati makanan kesukaan yang sudah lama tidak pernah makan. "Enak banget nak he-he-he, terimakasih ya sudah lama sekali tidak makan sushi." "He-he-he sama-sama ma kan jarang-jarang makannya. Hari ini Jackshien sengaja mengajak kalian keluar jalan-jalan ke taman sekaligus memesan kan banyak makanan kesukaan papa dan mama yang Jackshien larang karena menurut ku masih banyak makanan enak lain, daging-dagingan lain yang lebih sehat untuk mama dan papa dengan usia yang sekarang." Jawab Jackshien yang juga sambil menyicipi makanan sebanyak itu. "Papa juga sangat senang sekali dapat menikmati banyak sate hari ini he-he-he. Dan terimakasih sudah memberi larangan kepada papa dan mama karena kami tau bahwa itu lah keperdulianmu kepada kami, sayang kepada kami." Ujar Papa sambil menikmati sushi juga. Mereka pun menikmati semua makanan tersebut dengan amat lahap, sambil berbincang serta kembali mengambil foto bersama lagi dan terakhir sebelum pulang Jackshien kembali mengajak orangtuanya untuk pergi perawatan serta membelikan satu buah mobil cukup besar untuk mama dan papanya agar jika ada apa-apa bisa memakai mobil ini tanpa harus menunggu Jackshien pulang dan meminjam mobilnya walau di rumah sebenarnya memang sudah ada mobil satu lagi tetapi fungsinya tidak begitu baik karena itu adalah mobil lama papa dan dia tidak pernah ingin menggantinya sehingga jika mau ke mana-mana hanya mengandalkab mobil Jackshien, pakai motor atau hanya memakai aplikasi gocar. ... Setibanya di tempat penjualan mobil. "Wah bangus banget yang ini ma." Ujar Papa memegang mobil-mobil yang ada di sana. "Iya pa bagus, yang ini juga yang itu juga semua deh bagus he-he-he..." Mama yang tercengang melihat semua mobil yang begitu bagus dengan berbagai merk, tipe, ukuran, warna dan tentunya harga dan kualitas. Jackshien yang melihat mama dan papa nya yang begitu bahagia melihat mobil-mobil di sana Jackshien pun membelikan 1 mobil mewah yang cukup besar sehingga lebih leluasa bagi orang yang didalamnya. Bukan hal yang gampang memang membelikan papa mobil karena dia sangat menyayangi mobil lamanya yang tidak begitu kepakai lagi karena fungsinya juga yang sudah tidak bagus tetapi setiap kali di tawarkan untuk di belikan papa selalu menolak tetapi kali ini Jackshien mencoba membawa langsung dan semoga papa mau menerima mobil yang di beli Jackshien. Jackshien pun meninggalkan kedua orangtuany yang sedang melihat-lihat mobil dan Jackshien pergi melakukan pembayaran atas mobil yang di pilihnya. Ternyata sudah Jackshien pesan sejak beberapa hari lalu tetapi papa tidak sadar bahwa Jackshien membelikan mobil mewah keluaran baru untuk nya. Ketika selesai melakukan pembayaran Jackshien pun mengajak kedua orang tuanya ke lantai atas yang disitu adalah tempat yang Jackshien bayar untuk di design dengan bagus dan terdapat mobil untuk papa. "Pa ma ke atas yuk..." "Ngapain? Disini banyak loh bagus-bagus lagi ngapain mau cari sampai ke atas? Ujar Mama. "Jangan beli mobil yang terlalu mahal nak, toh fungsinya juga sama saja." Ujar Ayah yang berbicara kepada Jackshien tetapi mata melirik ke arah mobil sekitar. "Ngak kok... Tenang aja, yuk ke atas." Jawab Jackshien langsung menggandeng kedua orang tuanya berjalan menuju lantai atas. Dengan hati yang merasa biasa-biasa saja tanpa rasa curiga sedikit pun sampai suatu ketika baru menginjakkan kaki masuk di area lantai atas ternyata ada sebuah mobil besar dengan warna abu terang yang merah serta tembakan warna warni untuk papa dan mama. Betapa kaget sekaligus bahagia campur haru di rasa kan oleh mama dan papa. "Kejutan! He-he-he..." Ujar Jackshien langsung memeluk kedua orangnya nya. "Wah... Bagus sekali nak." Kata Papa terpelongok melihat bagusnya mobil yang di beri Jackshien. "Untuk siapa ini?" Mama yang memastikan untuk siapa mobil ini. "Ini adalah kejutan yang sudah Jackshien siapkan dari beberapa hari lalu dan ini adalah kehutan untuk papa dan mama supaya kalau mau pergi ke mana pun tidak perlu pakai motor lagi, tidak perlu tunggu Jackshien pulang, dan tidak perlu memakai gocar lagi jadi ini Jackshien berikan kepada mama dan papa untuk mempermudah ke manapun kalian sedang ingin pergi saja. Pa... Mohon di terima ya dan papa tenang saja mobil lama papa tidak akan di apa-apa kan kok atau di jual dan lain sebagainya jadi.," Ujar Jackshien. "Terimakasih banyak nak... Semoga rejeki kamu selalu di perbanyak, pekerjaan di perbanyak dan di perlancar juga ya nak." Ujar Papa. Terlihat sangat jelas bahagianya papa dan mama hingga hampir meneteskan air mata karena tau bahwa harga mobil besar tidaklah murah ditambah karyawan yang memberikan simbolis berupa kunci besar yang memberitahu bahwa ini adalah mobil keluaran baru, membuat papa dan mama meneteskan air mata dan sangat bangga juga terharu bahwa anak didikannya berhasil menjadi anak yang sayang sama orangtuanya. "Nak... Terimakasih telah menjadi anak yang begitu sayang kepada orang tua, baik, dan berbakti." Ujar Papa terharu. "Terimakasih kamu telah melakukan yang sangat terbaik dengan bekerja keras, menjadi anak yang tidak pernah membuat jelek nama keluarga dan bisa menjadi panutan. "Jackshien senang sekali akhirnya papa mau menerima mobil baru..." Ujar Jackshien tersenyum ke kedua orang tuanya yang sedang terharu dan perlahan berjalan menyentuh mobil tersebut dengan perasaan tidak menyangka akan di belikan mobil semewah ini. Jackshie, Papa, dan Mama nya pun kembali mengambil foto bertiga dsn kembali pulang kerumah karena sudah sore, menggunakan mobil Jackshien sedangkan mobil orangtuanya akan di antar besok siang. Sesampainya dirumah Jackshien langsung mandi dan menunggu jam 18.30 yang sebentar lagi. "Hai Papa..." Menyamperin Papa yang sedang duduk di ruang tamu dan sedang menonton tv. "Ada apa anak ku?" Sambil senyan senyum. "Cie mobil baru He-he-he..." Jackshien menggoda Papa karena sekarang punya mobil baru dengan wajah Papa yang ternyata juga bisa me-merah. "Ah kamu, he-he-he sudahlah jangan menggoda Papa begitu kan jadi malu nih, he-he-he..." Papa pun pergi meninggalkan Jackshien sebentar ke dapur untuk memasak mie karena sudah lapar lagi walaupun dari tadi sudah makan banyak. Mama yang baru keluar kamar pun juga ikut di goda oleh Jackshien perihal mobil. "Ma..." "Iya nak?" "Cie ha-ha-ha..." Awal nya Mama tidak sadar apa yang di cie kan oleh anak bujang nya tersebut. Sampai Papa yang sudah selesai memasak dan kembali ke ruang tamu untuk menikmati mie sambil nonton pun kembali di goda anaknya, barulah Mama tersadar bahwa godaan tadi adalah tentang mobil baru yang di belikan Jackshien untuk mereka. "Sudahlah jangan menggoda kami seperti itu he-he-he, nanti memerah loh wajah Mama dan Papa kan malu nak ha-ha-ha." Ujar Mama. Setelah mengobrol sekian lama sampai akhirnya tepat jam 18.30 sore, akhirnya Jackshien pun pamit ke papa dan mama untuk berangkat kerja. Di perjalanan Jackshien mampir untuk membeli banyak sekali gorengan untuk di makan oleh teman-teman yang ada di sana agar menambah semangat saat melaksanakan syuting. Setibanya di lokasi dengan menenteng 2 kantong besar berisi gorengan semua membuat teman-teman rekan kerja, kru, dan Pak Sutradara terngangak melihat belanjaan gorengan sebanyak itu dan tentunya menggugah selera mereka sehingga perut pun berbunyi dan semua mengumpul ke Jackshien. "Wah banyak banget tu." Kata salah satu kru saat Jackshien meletakan gorengan tersebut di meja tempat Pak Sutradara. "Borong ni yah?" Ujar Pak Sutradara menggoda Jackshien. Jackshien pun bergegas mengambil piring sambil menyuruh mereka ikut mengambil piring kecil juga dan segera memakan gorengan tersebut yang masih panas sebelum nanti sudah dingin. "Ayo ambil piring kecilnya dan makanlah ini aku belikan untuk kalian semua." Mereka semua menyerbu dapur untuk mengambil piring kecil dan berebut mengambil gorengan. Olive datang nyamperin mereka dan membawa beberapa snack besar yang di belinya tadi saat pergi dengan ayah. "Wah hari ini adalah hari kebesaran untuk kita!" Seru teman-teman aktor. "Hari ini Jackshien membawa makanan, Olive membawa snack apakah kalian janjian?" Ujar Pak Sutradara yang melirik mereka seperti sengaja mengejek dengan candaan seperti itu. Jackshien dan Oliviareidya pun saling melirik dan tentu di dalam hati olive tersisip rasa senang karena di ejek seperti di jodoh-jodohkan seperti itu. Tetapi dia harus menjaga sikap takut akan terjadi lagi peristiwa seperti waktu itu jadi, Olive hanya terlihat datar dan tidak tersenyum sama sekali walau didalam lubuk hatinya sejujurnya dia sangat senang. Jackshien yang sudah pasrah akan ejekan mereka pun tidak begitu menanggapi ejekan mereka dan hanya mengalihkan pembicaraan atau pergi dari pandangan mereka. Ketika mereka semua sedang menikmati gorengan dan snack tiba-tiba angin mulai bertiup seperti ingin turun hujan, yang membuat mereka harus dengan cepat menyantap dan segera melanjutkan syuting di kemarin malam yang sempat tertunda. Bergegas mencuci tangan dan tidak sempat mencuci piring, dan syuting pun di mulai. Dengan lancar melakukan syuting walau sesekali gagal karena lupa skripsi tapi itu bukanlah masalah besar untuk mereka yang terpenting adalah ketika mereka semua berkomunikasi di watak asli dengan baik dan berteman dengan baik maka pekerjaan akan berlangsung dengan baik, cepat dan aman walau ada sedikit kesalahan teknis sekalipun. Karena masuk nya tidak seperti biasa oleh karena itu tidak ada jam istirahat, melainkan ketika syuting lanjutan semalam yang harus di lakukan di malam hari dapat terselesaikan hari ini maka semua pemain boleh langsung pulang dan masuk kembali seperti biasa besok. Ketika sudah jam pulang. Olive yang berjalan di belakang Jacskhien pun diam-diam mengambil foto diri Jackshien dari belakang tanpa se-pengetahuan nya, foto itu pun di jadikan walpaper oleh Olive. Jackshien yang bujur arus berjalan dan langsung masuk ke dalam mobil pun segera pulang. Di perjalanan banyak sekali jajanan baru yang membuat Jackshien berkepikiran orang tua dan tentunya teman kecilnya dan kemudian berhenti membeli beberapa jenis jajanan dengan jumlah yang cukup banyak. Kemudia kembali melakukan perjalanan yang awalnya berencana langsung pulang sekarang berubah arah ke rumah Chelsea terlebih dahulu mengantar jajanan yang di belinya tadi. Pit-pit...( Klakson mobil ). Ibu mengintip keluar jendela dan kemudian melihat seorang pria turun menggunakan masker hitam, karena takut orang tidak di kenal datang akhirnya hanya berdiam tanpa merespon atau pun membuka pintu. "Siapa bu?" Tanya Ayah yang kebingungan melihat istrinya tidak membuka kan pintu untuk tamu. "Itu tidak tau siapa, pakai masker jadi tidak kelihatan." Ujar Ibu masih melihat ke pria yang ada di depan pintu rumahnya sekarang. "Permisi tante, om, Chelsea." Jackshien sambil mengetok. Saat mendengar suara pria tersebut, akhrinya ibu dan ayah yang berdiri mengintip di jendela pun baru tau pria itu ternyata adalah Jackshien dan buru-buru membuka kan nya pintu untuk masuk. "Nak Jackshien..." Ujar Ibu merasa bersalah dan tersenyum pada Jackshien. "Hallo om dan tante maaf menganggu malamnya ini Jackshien bawakan jajanan kebetulan tadi ketika di jalan mau pulang ketemu beberapa gerobak jajanan baru jadi Jackshien beliin untuk mama papa ku dan beliin untuk om, tante, dan Chelsea juga he-he-he..." Jawab Jackshien sambil menyerahkan kantong berisi jajanan makanan ke ibu. "Astaga repot-repot nak he-he-he, makasih ya sudah ingat dengan kami di kala kamu sedang membeli jajanan maaf repotin kamu nak." Ucap Ibu yang sangat merasa tidak enak hati perihal tadi sudah tidak membuka kan pintu dan sekarang lebih merasa bersalah lagi ketika tau bahwa Jackshien datang malam-malam untuk membawakan jajanan. "Iya bu tidak merepotkan sama sekali kok he-he-he, ngomong-ngomong Chelsea mana bu?"Tanya Jackshien melirik ke dalam rumah. "Dia di atas nak bentar ya om panggilkan dulu, silahkan duduk dulu." Ujar ayah mempersilahkan Jackshien duduk sambil menunggu dirinya memanggil Chelsea. Ketika naik ke lantai dua dan mengetok beberapa kali. "Nak ada Jackshien itu keluarlah." Ujar Ayah. Tetapi tidak ada respon dan mencoba mengetuk lagi pintu kamar Chelsea. "Nak... Ada Jackshien itu keluarlah sebentar dia sedang menunggumu." Teriak Ayah tetapi masih tidak ada respon." Ayah pun kembali ke bawah dan memberitahu ke Jackshien. "Nak maaf Chelsea sudah tidur he-he-he nanti om titip kan salam saja ya untuk dia." Ujar Ayah lagi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD