Setelah itu Jackshien langsung pamit pulang kerumah.
"Yasudah kalau begitu Jackshien pamit pulang dulu ya Tante om he-he-he, maaf ni ga bisa lama-lama."
"Baik, tidak apa-apa makasih ya nak hati-hati pulangnya." Ibu dan ayah Chelsea mengantarnya sampai di luar rumah.
Hari di malam hari yang menjadi mendung saat perjalanan pulanv akhirnya ketika sampai dirumah hujan tersebut baru turun. Walau pun jika sedang di perjalanan hujan sudah turun jika menggunakan mobil mau pun motor tetap saja menghambat laju lalu lintas karena licin nya aspal yang terkena air.
Sampai di rumah papa dan mama kaget kenapa cepat sekali pulangnye sedangkan masuknya saja hari ini sore banget.
"Sudah pulang? Tumben..." Tanya mama yang sedang membaca sambil melihat Jackshien yang baru masuk rumah.
"Iya ma, ya tidak tau juga ya kenapa hari ini pulang awal tapi yang jelas Pak Sutradara bilang bahwa hari ini hanya mengambil bagian adegan di malam hari saja dan ketika beberapa tag dan langsung di suruh pulang dan masuk kembali lagi besok di pagi hari seperti biasa. Ujar Jackshien sambil berjalan mengambil handuk dan mandi.
Papa yang baru keluar dari kamar menuju ke meja makan dan terlihat kantong berisi jajanan yang cukup banyak.
"Ini punya siapa ya?," Tanya papa kebingungan.
"Apanya pa?" Tanya mama balik dan menghampiri suaminya yang penasaran dengan isi dalamnya, dan juga tanpa basa basi mama langsung membukanya dan ternyata isinya adalah jajanan - jajanan yang tentu saja di beli Jackshien.
Jackshien yang sedang mandi setelah 10 menit kemudian keluar dan langsung di tanya oleh mama dan papa.
"Jackshien sini nak."Mama yang memanggil Jackshien karena untuk memastikan ini adalah dia yang benar-benar beli.
Dengan telanjang d***a dan masih memakai handuk dengan rambut masih basah pun langsung menyamperin orang tuanya.
"Ini siapa yang beli, kamu? Atau siapa..." Tanya Papa sambil memakan jajanan tersebut.
"Nah enak kan pa he-he-he." Mama yang penasaran pun ikut menyicipi jajanan tersebut.
"Hm enak ya ternyata beli di mana ini, oh iya kamu yang beli kah?" Tanya mama yang menikmati makanan jajanan tersebut.
"Ya iyalah he-he-he siapa lagi ma pa? Kan anak mama sama papa cuma aku hayo he-he-he." Ujar Jackshien dan berjalan kembali ke kamar meninggalkan kedua orang tuanya yang sedang menyantap jajanan yang di belinya.
Berfikir dua kali mama dan papa baru paham.
"Oh iya ya benar juga kata Jackshien he-he-he kenapa tidak benar-benar kepikiran ya dari tadi dan kenapa malah harus nanya Jackshien lagi iya kan pa? He-he-he..." Jawab Mama tertawa sambil masih makan.
"Ha-ha-ha kamu sih kebanyakan baca jadinya kurang fokuskan ma." Canda Papa ke Mama.
Terkejud mendengar pernyataan suami nada bicara mama pun meningkat sedikit lebih keras.
"Hei justru kalau banyak baca lebih bagus dan lebih mengasa otak, bukannya nonton terus dan main hp terus memang nya bagus?" Omelan dari mama membuat papa terdiam dan menyesal telah berbicara seperti tadi.
"Iya maaf deh aku salah, kamu benar kok benar sekali tidak pernah kok omelan mu meleset. Terimakasih sudah mengomel ku sayang..." Jawab papa pasrah.
Mereka pun melanjutkan menyantap makanan tersebut sampai sudah sangat habis banyak dan tiba-tiba Jackshien yang sudah berganti pakaian pun keluar dan melihat kantong yang tadi ya kembang berisikan makanan jajanan tersebut sekarang telah semakin kempes dan membuatnya khawatir jika sudah tidak tersisa lagi untuk nya.
"Hallo enak sekali ya, untuk Jackshien loh ma pa jangan lupa di sisakan yah soalnya ini jajanan baru yang berjualannya di jalan yang biasa Jackshien lewati saat perjalanan pulang kerumah jadi sisakan satu atau dua untuk ku ya ma pa he-he-he aku juga mau menyicipinya sebentar lagi." Ujar Jackshien yang keluar masih dengan handuk yang masih mengalung di lehernya dan hendak di jemur terus jembali lagi ke meja makan dan menyantap jajanan tersebut juga.
"Iya nak aduh hampir lupa he-he-he enak banget ini sumpah mama tidak bohong loh dan menurut mama walaupun ini adalah jajanan baru, ntah itu namanya yang baru dengan produk kama atau keduanya sama-sama baru dan ini enak banget menurut Mama." Ujar Mama menatap senyum ke Jackshien.
Papa yang tidak banyak bicara ketika sedang makan makanan enak pun di kagetkan dengan suara Mama.
"Iyakan pa bener tidak, ini itu sangat enak yah walaupun baru." Tanya Mama dengan nada santai.
"Iyakan pa?" Tanya Mama lagi yang sambil kembali menyantap.
Tidak ada respon apa pun.
"Iyakan pa!" Tanya mama lagi dengan nada yang sudah mulai sedikit naik.
"PAPA!!" Tanya mama yang benar-benar dengan suara kuat dan menepuk meja untuk menyadarkan suaminya yang sedang nikmat nya menyantap makanan yang di beli kan Jackshien.
Terkaget dan terdiam.
"Kenapa sih ma sampai keras gitu suaranya pelan aja, papa kan di sebelah mu bukan nya di ujung sana." Jawab Papa dengan tidak ada rasa bersalah dan tidak sadar jika sudah dari tadi mama mengajaknya berbicara tetapi tidak di respon nya berkali-kali.
Dengan rasa marah dengan suami nya yang tidak sadar padahal sudah dari tadi dan beberapa kali berbicara dengan nada baik tetapi tidak di respon dan ketika di respon malah berbalik di omel.
"Kmau itu ya sadar tidak, sudah dari tadi aku berbicara kepada mu dengan nada yang santai, baik, halus dan sudah beberapa kali berbicara ulang tetapi kamu dengan wajah serius menyanyap terus-terusan makanan ini dan kamu malau tidak merespon ku." Ujar Mama dengan mata melotot dan mulut yang tidak berhenti-henti mengunyah.
Jackshien pun menenangkan mamanya dengan sedikit ketawa karena lucu melihat tingkah kedua orang tuanya yang marahan seperti anak muda pacaran dan perihal sepele.
"Ha-ha-ha sudah lah ma jangan marah papa terus kasihan loh kan dia tidak fokus sepertinya maka nya tidak merespon mama, kan mama juga lagian tau bahwa papa orangnya serius sekali ketika sedang makan." Ujar Jackshien mengelus belakang pundak mama.
Mama pun menarik nafas dengan sangat panjang dan di buangnya perlahan sembari berusaha sabar dan berfikir benar juga apa kata Jackshien.
"Papa... Tadi mama ada tanya kamu loh, kamu ada dengar tidak?" Tanya mama dengan nada halus dan pelan.
"Tidak, sejak kapan kamu berbicara kepada ku? Karena aku rasa dari tadi memang tidak ada yang berbucara kepadaku tapi yang ku tau kamu tiba-tiba saja mengomeli ku." Jawab Papa dengan wajah serius.
Dan Mama kembali naik darah dam kembali mengomeli suaminya tersebut. Tetapi justru itu membuat Jackshien merasa lucu karena tingkay kedua orang tuanya.
"Kalian ini ya sudahlah, saling mengerti saja kalian sudah lama menikah kan dan kalian sudah tidak lagi di usia muda pasti ada saja fungsi di tubuh kita yang menjadi kurang baik maka oleh itu bersabar dan menerima sajalah." Ujar Jackshien sambil mengambil satu jajanan tersebut dan di makan.
"Papa mu itu loh nak yang suka bikin mama geram banget, tau gak rasanya ingin mama jambak rambutnya biar kepalanya ringan dan bisa berfikir." Kata Mama yang membuat Jackshien semakin geram dan lucu karena tingkah mama yang kalau geram memang sangat lucu dan membuat Jackshien langsung mengambil air putih untuk persiapan takut tersedak ketawak karena tingkah kedua orang tua nya tersebut.
Papa pun setelah makan sangat banyak lalu menyudahi makan nya walau di perutnya masih tersisa ruang yang besar dan masih bisa menampung banyak makanan lagi tetapi dia harus menyisakan untuk Jackshien yang baru saja menyicipi satu jajanan yang di belinya.
"Sudah pa?" Tanya Jacskhien kaget.
"Kenapa kagey gitu kamu?" Tanya papa kembali.
"Karena kan biasanya papa itu makan nya pasti kalau mau di sisakan benar-benar sisa satu saja atau kadang juga tidak tersisa apapun kalau lagi lapar dan makanannya enak. Beda cerita jika makanan tersebut kurang nikmat dan perut sudah kenyang.
Mama pun kembali ikut menyaut.
"Halah... Papa mu itu sebenarnya masih mau menyantap makanan yang kamu beli dan dari ekspresinya mama yakin bahwa dia sangat menyukai makanan yang kamu beli tersebut dan masih ingin memakannya sampai habis tidak tersisa, coba saja jika dia tidak menyisakan untuk mu pasti ini ludes semua dengan cepat dan kalau kalah cepat aja pasti udah benar-benar ludes." Ujar Mama yang masih memakan jajanan tersebut.
"Papa masih mau pa?" Tanya Jackshien ke Papa yang sedang mencuci tangan dan mulut.
"Tidak, makan lah saja itu sisa untuk mu dan jangan terlalu menelan omongan mama ya kadang kalau lagi menyebalkan memang suka begitu." Ujar Papa.
"Kamu tau kan bahwa wanita tidak pernah salah dan kita sebagai lelaki sejati harus sabar, mengalah, menyalahkan diri kita walau pun dia yang salah." Bisik Papa ke Jackshien membuat Jackshien terbahak-bahak Sampai wajahnya memerah.
Mama yang tau bahwa papa membicarakan nya pun menyamperin papa dan langsung menyubit telinganya seperti saat-saat seperti dulu ketika pacaran.
Walau usia terbilang tidak muda lagi tetapi tingkah dan rutinitas mereka masih muda dan masih suka bercanda geram seperti ini.
"Sudah lah kalian ini Masalah seperti ini saja berantem ha-ha-ha lucu banget si papa dan mama kesayangan yang ganteng dan cantik ini." Ujar Jackshien yang membuat suasana cair
Akhirnya setelah perdebatan yang memakan waktu, mereka pun membereskan semua gelas dan piring dan segera juga membersihkan tangan, mulut, dan menyikat gigi terus tidur.
Ketika sudah hampir terlelap tiba-tiba Jackshien dengan keadaan mata yang benar-benar sudah memerah daj konsentrasi yang sudah mulai kurang sadar. Tiba-tiba saja dia mengirim pesan ke Chelsea bahwa dirinya mengirimkan jajanan baru ke rumahnya dan makanan tersebut dapat di makan sampai besok asalkan di simpan di kulkas sampai bekuk dah dapat di panaskan lagi itu untuk yang berkuah. Sedangakan yang kering dapat di simpan juga di kulkas tetapi hanya di dinginkan saja tidak perlu du bekukan dan masih bisa di panaskan lagi besok dengan di microwife atau di goreng kembali juga bisa.
Chelsea yang sudah pulas pun tiba-tiba terbangun hanya dengan dering yang berbunyi baru satu kali. Sadar jika ada yang mengirim pesan Chelsea langsuny mengecek handphone nya dan melihat ada pesan dari Jackshien.
Dengan badan masih lelah karena belum cukup waktu tidurnya dan membaca pesan pun dengan mata yang sering kali terkatup dan membaca dengan pelan, kemudian membalas pesan Jackshien terus kembali lagi tidur.
Keesokan paginya Chelsea yang belum mandi pun ketika turun ke bawah tepatnya lantai satu langsung mencari jajanan yang di maksud Jackshien dan memanaskan nya untuk si bawa sebagai sarapan makan siang ketika istirahat.
"Sini nanti ibu saja yang panaskan, oh iya ini semalam Jackshien datang memberi kita makanan ini katanya sih ini jajanan baru tapi ternyata semalam ketika ayah memanggil kamu untuk ke bawah menemui Jackshien sebentar malah tidak ada respon yasudah deh dia langsung pamit dan menitip salam." Ujar Ibu yang sedang menyiapan sarapan pagi roti tawar.
"Tidak usah bu biar semuanya Chelsea panaskan sendiri sambulan nunggu ayah selesai mandi, dan Jachsien semalam juga ada mengirim pesan untuk ku dan telah memberi tau ku makanya aku langsung membuka kulkas dan tidak bertanya lagi ke ibu he-he-he." Ujar Chelsea.
Tak lama kemudian ayah sudah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi kemudian, Chelsea langsung masuk untuk mandi sambil menunggu makanan yang di panaskan nya selesai.
Karena mandi dan waktu memanaskan makanan nya tidak satu waktu maka Ayah yang susah selesai bersiap-siap dan sedang sarapan di meja makan pun mematikan microwife yang di gunakan Chelsea karena ibu juga sudah keluar berbelanja jadi untung saja ada Ayah yang siap siaga di mana pun berada.
Chelsea lupa telah menghidupkan microwife untuk menanaskan makanan pun tiba-tiba tersadarkan dan langsung ceoat sekali mandinya dan keluar untuk mematikan microwife tersebut yang ternyata sudah di matikan oleh ayah.
"Ah untung ada ayah, kalau tidak bisa habis makanan nya, he-he-he makasih ya ayah." Senyum Chelsea langsung naik ke atas untuk mengganti pakaian.
Ketika sudah siap dan Chelsea segera turun kebawah menjemur handuk langsung mencicipi satu makanan tersebut dan ternyata cocok dengan lidah Chelsea sehingga sangat menikmati makanan tersbut.
"Hm nyam...nyan...nyam, enak banget." Sambil bergembira menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.
"Kenapa ya anak perempuan zaman sekarang kalau makan makanan yang ternyata enak pasti seperti itu." Ujar Ayah bingung melihat anak perempuannya bertingkah seperti itu.
"Ha-ha-ha apaan sih yah, lagian aku juga tidak tau mengapa aku seperti itu yang kurasakan ketika makan makanan enak adalah senang dan otomatis aku bergerak seperti itu ha-ha-ha..." Ujar Chelsea sambil mengunyah.
"Sudah jangan makan jajanan nya banyak-banyak yah sisakan untuk si bawa sebagai bekal, ini makan sarapan roti nya sudah di siapkan." Ujar Ayah yang memakan potongan terakhir roti tawar.
"Baik ayah." Lalu segera memasukan jajanan yang sudah di panaskan ke dalam tempat bekal kemudian duduk dan memakan sarapan pagi lalu berangkat sesudah itu.
"Ayah, Chelsea... Sudah boleh bawa motor sendiri?" Tanya Chelsea ragu-ragu.
Berfikir cukup lama sampai ibu pun sudah pulang belanja.
"Bu, Chelsea sudah boleh pakai motor sendiri?" Tanya Chelsea langsung ke Ibu yang baru saja menginjakkan kakinya di rumah.