Jackshien dan Oliviareidya baikkan

2014 Words
Setelah beberapa lama di kamar mandi akhirnya tangisnya pun perlahan berhenti dan berfikir jernih bahwa benar kata Pak Sutradara bahwasan nya dirinya tidak boleh seperti ini. Lalu dia pun mengeluarkan handphone nya dan mencari kontak Jackshien di grub syuting yang dia dan Jackshien bintangi, dia pun mengirim pesan maaf ke Jackshien begitu panjang lebarnya sampai akhirnya di malam hari baru pesan itu di balas oleh Jackshien yang isinya, "Baik aku memaafkan mu, maaf juga atas sikap ku yang sempat membentak mu." Dan dengan rasa tenang di malam itu hati Oliviareidya jauh lebih baik dari sebelumnya ketika masih merasa ego bahwa dirinyalah yang benar. Hingga di besok paginya ketika bertemu Jackshien dirinya mulai tersenyum dengan jackshien dan di senyum'in balik. Betapa lebih senangnya hatinya melihat pria yang di idamkannya sekarang sudah memaafkan nya dan hatinya sudah tidak seburuk kemarin lagi yang sepertinya proses syuting hari ini akan berjalan lebih baik lagi dari sebelumnya. Ketika proses syuting di mulai mereka pun terlihat seperti sedikit canggung. Dan hal itu pun juga di rasakan oleh Pak Sutradara. "Hei hei... Kenapa jadi canggung? Kalian sudah baik kan?.." Tanya Pak Sutradara penasaran. Dengan Oliviareidya yang salah tingkah sendiri dan menjawab. "Sudah, terimakasih sudah menegur saya kemarin Pak, sehingga saya bisa berfikir lebih luas dan baik lagi sehingga saya berani untuk meminta maaf ke Jackshien lagi dan kami sudah baikan sekarang." Jackshien pun ikut menjawab. "Benar kami sudah baikan sekarang Pak." Melihat Oliviareidya yang tersenyum ke arahnya malu-malu. Betapa senangnya Pak Sutradara akhirnya dua artis nya yang sangat di incar oleh para penonton sudah kembali baik seperti semula yang artinya proses syuting kali ini akan berjalan dengan baik tidak seperti kemarin. Betapa senangnya Pak Sutradara sampai ingin mentraktir mereka semua dengan nasi padang yang menurut Jackshien itu berlebih. "Kalau begitu saya akan mentraktir kalian semua makan nasi padang bagaimana, setuju?" Ujar Pak Sutrada sambil teriak. "Setuju Pak!" Seru Kru syuting. "Hm tidak perlu Pak ini sangat berlebihan, kami hanya baik kan bukan lah hal yang perlu di rayakan." Jackshien yang menanggapinya dengan rasa tidak enak. "B-Benar tidak perlu seperti itu Pak, ini bukan lah hal yang perlu di rayakan seperti ini." Ujar Oliviareidya. "Kalian tidak perlu khawatir, santai saja ini hanya sesekali kok ha-ha-ha. Betul tidak anak-anak?..." "Betul sekali!" Saut para kru. Akhirnya setelah perbincangan yang sedikit lama Jackshien dan Oliviareidya pun menyetujui tentang keinginan Pak Sutradara untuk meng-simbolis nasi padang sebagai mereka yang sudah baik kan walau itu bukan lah hal yang perlu tapi apa boleh buat. Di siang harinya, Pak Sutradara pun menetapi apa yang telah di bicarakan tadi pagi. Setidaknya saat para kru ter-utamanya menikmati nasi padang yang telah di pesannya dengan lahap dan pemandangan senyuman di mana-mana membuat hati terasa ntah mengapa lebih menyenangkan sesekali melihat yang bekerja begitu menikmati. Seperti sudah lama tidak memesan makanan seenak ini, biasa nya memang hanya memesan nasi kotak biasa ya walaupun ada ayam nya tetapi nasi padang adalah favorit semua orang di lokasi syuting, siapa yang tidak suka dengan bumbu khas padang dan pedasnya yang luar biasa begitu menambah selera yang sangat menggelorah. Jackshien dan Oliviareidya pun juga ikut makan makanan yang di pesan Pak Sutradara sama seperti mereka semua yang sangat menikmati apa lagi dengan keringat yang bercucuran secara tidak langsung menambah gelorah dan selerah saat makan. Melihat semua anak-anak aktornya dan Kru makan dengan begitu nikmatnya membuatnya ingin makan juga bersama mereka, sejujurnya yang di dalam benaknya terselip keinginan diet selalu saja gagal yang membuatnya merasa lucu dengan keadaan. Ketika semua sedang duduk selesehan bersama. Ada juga yang berpencar di tepian jalan lokasi, Pak Sutradara pun datang mengambil nasi Padang yang masih tersisa di meja tempat anak-anak biasanya mengecas hp dan duduk makan di tempat biasa nya dia bersantai mengoreksi syuting. "Pak bukan kah kamu sedang diet?" Tanya Jackshien sambil mengunyah dan sedang duduk makan selesehan di bawah samping kursi tempat Pak Sutradara duduk. "Shut!.." Mengacungkan jari telunjuknya di bibir sebagai tanda untuk orang yang dituju nya agar diam tak bersua. "Pak ingatlah perutmu sudah seperti mengandung 12 bulan, ups! Maaf ha-ha-ha..." Mengejek Pak Sutradara yang kelihatannya ingin sekali makan nasi padang tersebut. Kelihatan sekali dari segi Pak Sutradara membuka bungkusan Nasi yang seperti orang kelaparan, dengan sangat cepat berkebu-kebu seperti takut bahwa makanannya akan di mintai orang atau di ambil orang. "Sudahlah memang saya mau diet dari kapan lalu, tapi selalu tertunda lagian saya kepengen banget hari ini makan nasi padang. Melihat kalian semua makan dengan lahap sehingga membuat ku juga merasa lapar dan ingin yasudah saya ambil satu lah kan cukup kok bukan banyak Ha-ha-ha." Pak Sutradara yang mengeles. Sampailah satu persatu kru dan para aktor lain nya selesai makan, dan hanya tinggal Pak Sutradara saja yang masih makan. Kiranya memang makannya yang lama ternyata ada dua sampah bungkus nasi padang yang terhampar juga di meja yang tak lain adalah punya Pak Sutradara. Semua spontan di ketahui oleh Oliviareidya yang tak sengaja lewat dan melihat Pak Sutradara dengan dua sampah bungkusan nasi padang yang tergeletak di meja dengan keadaan Pak Sutradara yang masih mengunyah kalau ditotalkan sudah menghabiskan 3 nasi padang. Tingkah nya membuat Oliviareidya menggeleng-gelengkan kepalanya seperti tidak menyangkah bahwa Pak Sutradara sangat begitu banyak makan . Terkejud, tentu... Tetapi hanya saja Oliviareidya membiarkan semua itu. Sambil melanjutkan perjalanan kakinya menuju kamar mandi untuk buang air kecil. Beberapa saat setelah dirinya sudah keluar dari kamar mandi untuk buang air kecil tentunya melewati Pak Sutradara itu ternyata sudah selesai makan betapa cepatnya dia mengunyah. Setelah semua sudah selesai makan beserta Pak Sutradara yang juga sudah siap untuk memulai proses syuting kembali. Ketika syuting berlangsung tampak semuanya terlihat lebih bertenaga, semangat, dan berjalan sangatlah lancar sehingga bisa pulang lebih awal. Oliviareidya yang segera buru-buru pulang karena ada endorse'an yang harus dirinya selesaikan segera dirumah. Dengan tergesa-gesa sampai tidak sempat makan sampai ayahnya datang dan menegurnya supaya lebih menjaga kesehatan lagi, apa lagi karena karyawannya yang baru saja masuk rawat hinap di rumah sakit gara-gara kurang istirahat serta kurangnya darah akibat kurangnya istirahat yang cukup serta pola makan yang kurang mengkonsumsi sayur mayur, kuah-kuah'an, serta sedikit nya konsumsi air putih. Dengan anak yang hanya satu-satunya membuat ayahnya cukup lebih cerewet sekarang, takut anaknya sakit sampai harus di rawat hinap seperti Chelsea. Akhirnya setelah menyelesaikan endorse'an Oliviareidya akhirnya makan dan setelah itu langsung tidur. ... (Chelseaheila) Chelsea di pagi hingga malam hari saat pulang kerja. Dia tiba-tiba berkeinginan makan gorengan karena mungkin lidahnya yang masih belum seperti semula dan pengecapan rasany masih tawar. Ayahnya pun membelikan nya dengan penuh pertimbangan, yang di sisi lain ayah berfikir bahwa gorengan itu sangat bisa membuat orang menjadi panas dalam tetapi di sisi lain dia pun berusaha mengerti mungkin pengecapan rasa anaknya belum seperti semula. Sesampainya di rumah. Ibu melihat jenjengan yang berisi gorengan yang cukup banyak hingga membuatnys kaget sekaget-kagetnya. Sempat ingin marah tetapi setelah di beri pengertian oleh suaminya akhirnya rasa ingin marah itu pun tidak jadi terjadi. "Apaan itu nak?" Tanya Ibu saat Chelsea baru saja masuk ke rumah. "Gorengan bu, maaf ya soalnya lagi kepengen banget." Chelsea dengan ekspresi wajah takut di marah Ibu. "Sudah bu... Dia baru sembuh mungkin pengecapan lidahnya belum seperti semula dan makanya dia ke pengen banget makan gorengsn akhirnya ayah membelikannya ya walaupun mungkin kebanyakan tetapi jika memang tidak habis kan bisa di goreng lagi besok ketika mau di makan lagi." Ujar Ayah. Setelah mencerna omongan suaminya, dia berfikir bahwa masuk akal juga maka tidak jadilah keingin marahnya terkeluarkan. "Hm benar juga, ya sudahlah... Jangan lupa sebelum makan gorengan kamu harus makan nasi dulu ya Chelsea setelah itu baru boleh makan gorengan." Ibu. Chelsea pun legah ternyata ibu nya tidak marah padanya dan mengerti. Dengan senang hati dia langsung bergegas mengambil nasi dan makan dengan lahap dan cepat karena tidak sabaran untuk makan gorengan yang di beli tadi. Walaupun ibu yang ternyata tiba-tiba membatasi jumlah gorengan yang boleh di makannya malam ini hanya boleh makan 3, Chelsea pun nurut-nurut saja pada ibunya karena dia berfikir masih syukur ibu masih membolehkan nya makan ya walau hanya tiga tetapi dia berusaha bersyukur. " Chelsea kamu makan tiga aja dulu ya malam ini, jangan langsung makan banyak loh nanti bisa panas dalam." Ucap Ibu yang melihat putrinya baru saja memasukan 1 gorengan ke mulutnya. Menurutnya dengan kesembuhan yang masih berpengaruh dengan obatan dokter yang masih ada membuat bimbang karena takut anaknya sakit lagi walau gorengan sepertinya tidak terlalu berpengaruh dan berdampak pada darah rendah anaknya. Terkecuali obatan yang harus rutin di konsumsi ini sudah habis baru dia bisa tenang walau harus dengan tetap terus membelikan vitamin untuk di makan anaknya. Suaminya yang melihat istrihya tiba-tiba kembali bimbang dan tiba-tiba hanya memperbolehkan anaknya hanya boleh makan 3. Tetapi dia juga berfikir bahwa istrinya mungkin masih takut dengan keadaan seperti beberapa hari lalu ketika Chelsea sampai harus di rawat hinap oleh ksrena itu, dia pun juga berusaha memahani situasi istri nya juga. "Iya... Sisakan buat besok juga, besok kan masih bisa lanjut makan ya kan nak?..."Kata Ayah yang juga sambil memakan gorengan yang mereka beli. "Kamu gak makan bu? Enak masih panas..." Tanya Ayah Chelsea. "Tidak, kalian makan saja tidak apa-apa." Ibu sambil cempalek gorengan. Setelah semua sudah selesai makan dan mandi akhirnya hari ini setelah sekian lama tidak maskeran, dia pun melakukan nya sampai tertidur. Hingga di ke esokan harinya dia terkejut bahwa harusnya dirinya tidak boleh sampai ketiduran karena masker yang dipakainya adalah Sheet mask yang dapat gampangnya terlarikan ke sana sini. Benar saja ketika bangun dia terkejut melihat wajah nya yang sudah tidak tertempel maskernya lagi. Maka dia pun mencari-cari maskernya yang ntah terselip kemana karena tidurnya yang posisi berantakan membuat masker yang hilang dari wajaha nya itu cukup.sulit dk carinya. Ibu pun tiba-tiba masuk melihat anaknya yang sedang mencari-cari sesuatu. "Cari apa nak?" "Semalam kan Chelsea sedang maskeran, tetapi ketiduran sekarang malah maskernya tidak tau ke mana Bu. Aduh..." Keluh Chelsea. Akhrinya ibu membantunya mencari dengan waktu yang tidak terlalu lama. Ibu pun dapat menemukan masker itu yang ternyata terselip ke dalam selimut yang sebenarnya tadi juga sudah di cari oleh Chelsea. "Wah ibu, keren..." "Makanya cari yang benar nak, sudah cepat bangun mandi dan sarapan nanti telat loh." Senyum ibu sembari memberikan masker wajah tersebut pada Chelsea. "Sebenanya tadi aku sudah mencari di tempat ibu menemukannya. Yah ternyata benar apa pun yang hilang jika di cari oleh seorang ibu pasti cepat ketemu." Chelsea sambil membereskan tempat tidur nya dan hendak keluar untuk mandi. "Ha-ha-ha ada-ada saja kamu anak ku..." Ibu pun segera turun dan keluar membeli sayur. Setelah Selesai mandi dan sarapan roti yang di buat nya sendiri karena takut ibu nya lama dari pasar. Tidak di duga-duga Jackshien datang dengan mengajaknya berangkay kerja bersama dengan mobilnya dan meminta ijin ke ayah Chelsea sembari untuk mengajaknya makan siang dan mengantarnya pulang juga nanti sesudah pulang kerja. ... pit...pit...pit(suara klaksonan mobil). Chelsea pun keluar. "Siapa?" teriaknya. Jackshien pun turun dari mobil dan berjalan ke arah Chelsea."Hallo mau pergi bareng?" tiba-tiba Ayah Chelsea keluar. "Eh Jacskhien mari masuk..." Ayahnya yang juga kaget dengan kedatangan Jackshien yang se-pagi ini. "Tidak apa-apa om di sini saja. Om saya mau izin buat pergi berangkat kerja bersama dan juga izin makan siang bersama serta pulang bersama, boleh om?" Tanya Jackshien dengan senyuman. "Boleh nak, tetapi Chelsea belum boleh makan jajanan luar dulu ya dia hanya boleh makan masakan Ibu atau rumahan saja." Jawab Ayah. "Tenang saja om... mama saya sudah membawakannya untuk Chelsea juga." ujar Jackshien. "Terimakasih banyak ya tolong sampaikan ke mama kamu, kebetulan ibu Chelsea juga seperti nya hari ini sedikit siang ni masaknya." "Iya, makasih ya bilangin ke mama kamu." "Iya sama-sama. kebetulan dong kalau begitu? jadi sekarang apa sudah boleh saya berangkat kerja dengan membawa Chelsea om?" tanya Jackshien. "Boleh... silahkan dia juga sudah siap sudah sarapan juga, om makasih ya sudah membantu hari ini. hati-hati di jalan ya..." Mereka pun pamit bersalim tangan dan segera berangkat. Di perjalanan banyak sekali perbincangan hingga membuat mereka tidak sadar bahwa waktu sangat cepat berlalu sampai-sampai tidak terasa tempat kerja Chelsea sudah dekat dan hampir sampai. Chelsea yang duduk di sebelahnya pun sebelum sampai di tempat kerjanya, dia masih terus mengobrol banyak serta banyak menanyakan seputar keseharian tentang pekerjaannya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD