“Iya nak mulai sekarang kamu harus banyak konsumsi vitamin ya ketika sudah sembuh nanti ibu akan siapkan untuk kamu supaya kesehatan kamu yang kamu jaga dengan makanan yang sehat juga dapat setidaknya terstabilkan juga dengan bantuan vitamin ya… sekarang kamu baring lagi ya istirahat.” Berbicara dengan sedikit tersendu sambil mengelus belakang badan anaknya.
Chelsea dengan suasana sesegukan sembari menangis pun perlahan melepas pelukan dari ayah dan segera berbaring kembali untuk beristirahat.
“iya bu….” Sambil menatap dengan mata sembab kearah ibu.
Chelsea yang tersadar belum mengirim ijin melalui pesan ke atasannya pun sontak langsung mencari lirik sana sini mencari handphone yang dia taruh di tas kerjanya dan tidak melihat keberadaan tas nya . “Ibu… apakah ada membawa tas kerjaku?” Ujar Chelsea lagi.
“Tidak nak, karena ibu terlanjur panik melihat mu pingsan jadi disaat ayah meng-gendongmu ibu sambil melepaskan helm dan tas mu dan menaruh nya dikursi. Memangnya ada apa?” Tanya Ibu.
Mengehela nafas seakan kecewa pada diri sendiri karena merasa bersalah tidak masuk kerja tanpa ijin ke atasan serta merepotkan dan telah mengkhawatirkan kedua orang tuanya. “Hhmmm… bu ayah maaf telah membuat kalian khawatir dan repot maaf….”
“Tidak nak! Kamu adalah anak kami satu-satunya dan itu sudah kewajiban kami menjagamu dikala sakit maupun langkah sehat mu menuju kedepan dari masa kemasa.” Ucap ibu dengan mata yang masih sembab bekas menangis tadi.
“Iya nak… benar kata ibumu sudah ya istirahat saja sekarang.” Ujar ayah, menatap putri satu-satunya dengan senyuman.
“Ibu, Ayah. Chelsea harus memberitahu atasan karena tidak dapat masuk hari ini, tapi handphone ku dirumah bagaimana ya?” Tanya Chelsea.
“Yasudah ayah ambilkan ya kamu istirahat saja..” Jawab ayah dan langsung pergi mengambil handphone anaknya dirumah.
…
Berbeda dengan Jackshien yang walaupun waktu tidur yang kurang, lelah bekerja yang lebih dari Chelsea tetapi fisik kuat dan sehatnya sangat bagus sehingga Jackshien jarang sekali tumbang dan drop. Aktifitas keseharian dilakukannya seperti biasa dengan bangun pagi sekali segera berangkat untuk pergi syuting sampai waktu kepulangan yang tidak dapat ditebak lebih tepatnya memang sering pulang begitu larut malam.
Saat sudah pulang bekerja dan berada dirumah ntah kenapa dirinya mempunyai perasaan yang sangat panik dan langsung menelepon Chelsea.
Berdering…
“Tut…Tut..”
Chelsea yang baru sempat memegang hp di malam hari karena tidur terus efek sakit dan obat pun kaget ternyata Handphone nya sudah di samping kasurnya tepatnya diatas laci kecil dan melihat jam sudah malam. Kaget disaat baru terbangun tiba-tiba suara handphone berdering(music panggilan).
“Hallo?” dengan suara yang masih sedikitb lemas.
Sontak kaget mendengar suara Chelasea yang tidak seperti biasanya. “Kamu kenapa ? kenapa suara mu tidak seperti biasanya..?” dengan wajah dan nada bicara yang lantang dan serius.
“Kamu sakit kah?.. atau apa ?” Tanya Jackshien lagi.
“he-he-he..” dengan nada yang lemas dan pelan, “iya.. aku lagi kurang enak ni, oh iya ada apa Jackshien kamu menelepon ku?” Tanya Chelsea yang sekarang mengganti posisi nya dari rebah-an menjadi duduk menyender dengan wajah yang masih kurang vit.
Dengan terkejud melototkan mata dan ter-mangap sekejap. “Haahh???”
Chelsea pun tertawa dengan lemas. “He-he-he iya aku lagi sakit Jackshien, aku pingsan tadi pagi.” Ujar Chelsea.
“Kamu sekarang ada dimana!?..” Tegas Jackshien.
“Di Rumah Sakit Mutiara Kita, Jackshien.” Telepon langsung dimatikan oleh Jackshien setelah mendengar jawaban Chelsea dan bergegas untuk kesana.31
…
Saat terburu-buru orang tua Jackshien pun bertanya karena tidak biasanya dia pergi malam hari dengan sangat terburu-buru dan ekspresi khawatir.
“Kamu mau kemana dengan terburu-buru Jackshien?” Tanya Papa.
“Iya, tumbenan gak ijin pula. Padahal kamu melewati Mama dan Papa.” UJar Ibu menatap anaknya dengan bingung.
“Aduh… maaf Ma, Pa. Jackshien ijin ke Rumah Sakit Mutiara Kita ya.. Chelsea masuk rumah sakit soalnya untuk pertama kalinya jadi aku khawatir.” Jawab Jackshien.
“Apa? Kenapa bisa, Jackshien?..” Jawab Mama dengan sedikit terkejud mendengar pernyataan dari Jackshien.
Papa Jackshien pun ikut terkejud seperti mamanya.
“Yasudah cepat ya, besok masih harus kerja jadi segeralah pulang untuk istirahat ya jangan lama-lama disana kasihan Chelsea juga perlu istirahat.” Tegas Papa.
“Baik pa, JAckshien pergi dulu ya Ma, pa.” Langsung bergegas keluar dan pergi dengan mengendarai mobilnuya.
Didalam perjalanan ke Rumah Sakit Mutiara Kita. Jackshien begitu terlihat tidak dalam kondisi baik dan tenang dengan kelajuan kendaraan yang cukup tinggi seperti sedang terburu-buru ingin menemani seorang istri melahirkan.
…
Didalam hati Jackshien.
‘Kenapa sih kamu bisa sampai kaya gini?
Apakah kamu tidak beristirahat dengan waktu yang baik akhir-akhir ini?
Tapi aku bingung kenapa rasa cemas ku sangat seperti ini? Kacau!
Semoga bukan sakit yang serius tuhan… dia wanita yang baik tolong jaga dia, semoga dia selalu sehat dan baik-baik saja dimana pun dia sedang berada, amin’.
…
Selang beberapa waktu kemudian, akhirnya Jackshien tiba di Rumah Sakit dan segera bertanya pada staf disana tentang dimana letak ruangan inap Chelsea.
“Selamat malam, saya mau tanya ruangan atas nama Chelseaheila.”
“Sebentar ya, saya cek dulu.” Jawab Staf.
“Baik..” dengan mata yang terlihat memandang kea rah tangga dan lift terus memandang kembali kearah staf dengan perasaan campur aduk.
Tidak lama kemudian staf pun mendapat daftar nama atas nama Chelseaheila. “Pasien atas nama Chelseaheila berada diruangan twobad 02 di lantai 2 ya pak.” Jawab staf.
“Baik terimakasih banyak ya.” Melontar dengan diikuti senyuman dan bergegas pergi ke lantai 2 dan segera mencari nama ruangan yang disebutkan staf tadi.
Setelah beberapa lama mencari sampai keliling ke semua tingkat lantai 2,3 sampai lantai 5 ternyata belum juga kunjung ketemu sampai ada satpam penjaga dilantai 3 yang membantunya mencari saat JAckshien sedang mencari ulang di lantai 3.
“Selamat malam pak, ada yang bisa saya bantu?”
“Malam, saya sedang mencari ruangan twobad 02 kata staf dilantai 1 ruangan ini ada dilantai 2 tapi sudah saya cari tidak ketemu sampai akhirnya sudah beberapa kali saya keliling mencari sampai lantai 5.” Jawab Jackshien.
“Benar pak lokasi ruangan tersebut memang berada dilantai 2, jika di ijin kan biarkan saya membantu bapak menuntun sampai sana.” UJar Pak Satpam dengan senyuman.
Dengan kebingungan campur panik, akhirnya Jackshien pun meng-iyakan dengan anggukan kepala dan tersenyum. Dan mengikuti langakh tuntunan dari Pak Satpam tersebut dan yang benar saja dengan terkejud ternyata ruangan tersebut memang berada dilantai 2 yang sudah dikelilingi oleh Jackshien beberapa kali.
“Nah ini pak ruangannya he-he-he.” Kata Pak Satpam.
“oh iya benar, kok saya bisa-bisanya sudah berkeliling tapi masih tidak ketemu yah? He-he-he.” Jawab Jackshien dengan tertawa sambil menahan malu.
“Mungkin bapak sedang tidak fokus dengan kacaunya pikiran dan hati karena khawatir yang berlebihan…”
“Iya pak benar juga yah…. Yah sudah terimakasih ya sudah membantu saya.” Menepuk bahu seolah-olah seperti hormat berterimakasih, “Saya masuk dulu ya pak, terimakasih sekali lagi.” Dengan senyuman dan segera masuk meninggalkan Pak satpam yang juga sudah akan bergegas kembali bekerja.
Perlahan Jackshien membuka sedikit demi sedikit pintu hingga terbuka lebar dan mendapati dua tirai tertutup dengan berisi masing-masing tempat tidur pasien. Dengan hati yang kacau perlahan berjalan membuka horden di pasien pertama dengan tatapan yang serius dan tajam ternyata bukan Chelsea, maka sudah pasti di tirai horden selanjutnya adalah Chelsea.
Deg ..deg..deg..(detak jantung yang terus berdebar disetiap langkah menuju ke horden kedua yang sudah pasti adalah Chelsea.)
Sret…(membuka horden).
Chelsea yang sedang mengetik pesan untuk atasannya dan kedua orang tuanya yang sedang menjaga Chelsea pun terkejud. “Jackshien?” Sontak serempak.
“Kamu ngapain malam-malam kesini Jackshien, sudah jam 09.30 malam.” Chelsea.
“Aku mengkhawatirkanmu…” Ungkap Jackshien dengan mata ber-air dan kedua orang tua Chelsea pun meninggalkan mereka berdua untuk ngobrol.
“Kalian berdua silahkan berbicara dulu ya, ayo ma..” memberi kode ke istrinya dengan lirikan mata dan merangkul istrinya keluar.
“I-Iya… silahkan duduk nak.” Ibu berdiri dan memberikan temoat duduk tersebut untuk Jackshien.
“Makasih om, tante.” Jackshien.
…
Ketika Ibu dan Ayah Chelsea sudah berada diluar ruangan dan duduk di kursi nunggu.
“Kenapa yah kayanya wajah Jackshien sampai sedih begitu ya, Yah?” tanya ibu sambil duduk.
“Yah wajar saja bu, kan mereka sudah berteman lama yah pasti sedih jugalah sama kayak kita.” Jawab Ayah tersenyum ke istrinya.
Dan mereka pun lanjut mengobrol diluar ruangan.
…
(Chelsea dan Jackshien).
Memegang tangan Chelsea sambil berkaca-kaca. “Maaf Chelsea aku baru bisa menjengukmu diwaktu malam seperti saat ini karena aku tidak tau bahwa keadaan mu sekarang sedang sakit seperti ini, dan mungkin karena aku sering menganggumu dengan sering menelepon dan chat hampir setiap malamnya mungkin membuat jam tidur dan istirahat mu jadi kurang apalagi aku juga terkadang suka mengajakmu keluar jalan di malam hari ntah untuk makan atau pun jalan-jalan… maaf, maafkan aku Chelsea.” Dengan air mata yang perlahan menetes membasahi pipi dan tangan Chelsea yang digenggam dan ditaronya di samping pipinya.
Kaget Chelsea melihat Jackshien untuk pertama kalinya menangis karena kondisinya. “He-he-he tidak ada sangkut pautnya kesehatan ku dengan mu Jackshien kamu jangan merasa bersalah seperti itu, justru aku berterimakasih kamu masih ada meng-ngontek ku mau dari menelepon atau pun chat serta mengajak ku jalan dan makan malah membuat ku merasa berguna dan tentunya senang dong karena pertemanan kita masih bisa bertahan selama ini.” Chelsea sambil melepas genggaman tersebut dan perlahan mengusap air mata yang terus menetes membasahi pipi Jackshien.
“Tidak Chels, itu semua salahku…” dengan tangisan yang menjadi dan air mata yang tadinya menetes begitu pelan kini menjadi cukup cepat.
“Nanti hilang loh gantengnya… he-he-he udah ahh jangan nangis dong! Kenapa sih kan aku juga bukan pertama kalinya sakit dan kenapa kamu jadi cengeng seperti ini Jackshien apa yang terjadi denganmu sebenarnya?” Tanya Chelsea dengan sedikit bercanda.
“Aku merasa bersalah dan tentunya sedih tau kamu pingsan dan masuk rumah sakit. Ya memang kamu bukan pertama kalinya sakit tapi kamu tidak pernah pingsan dan sampai masuk rumah sakit kan? Nah itu yang membuatku terutama hatiku yang ntah kenapa menjadi kacau sete;ah mengetahui kondisimu.” JAckshien sambil mengusap air matanya dan sudah mulai berhenti menangis.
“Iya juga sih baru pertama kalinya aku sakit sampai pingsan dan masuk rumah sakit seperti ini… yasudahlah jangan sedih dong kan aku gak kenapa-kenapa kok hanya katanya kurang istirahat dan darah rendah saja.” Memberikan senyuman ke Jackshien seoalah-olah memberi tau bahwa semuanya baik-baik saja.
Mengelus kepala Chelsea dan memberi kan senyuman kembali. “Oh iya, maaf ya aku datang dengan tangan kosong kesini soalnya…” belum selesai berbicara sudah dipotong oleh Chelsea.
“Ahh kan yang penting kamunya bukan apa yang kamu bawa he-he-he..” Bercanda dengan Jackshien.
Setelah 20 menit mereka mengobrol, ayah dan ibu Chelsea pun asuk kembali dan menemui mereka berdua.
“Ehh seru banget ni keliatannya iyakan, Yah? He-he-he..” Goda canda dari Ibu.
“Iyah nih bu, ngobrolin apa sih kalian ibu dan ayah pengen dengar juga dong.” Canda balik dari Ayah.
Saling menatap satu sama lain dengan tersipu.
“En-engakk, apaan sih ibu dan ayah resek deh he-he-he kami hanya berbicara biasa saja kok tentang kerjaan.
“Ahh masa sih sepertinya ada yang meng-khawatirkan kamu banget ni Chelsea melebihi ibu dan ayah..” Colek ayah.
“Iya nih.. he-he-he.” Tawa Ayah.
Mereka pun lanjut berbicara hingga tidak terasa sudah memasuki jam dimana penjenguk dipersilahkan untuk keluar/ jam besuk yang sudah berakhir.
Bunyi alarm, ‘Selamat malam bagi penjenguk pasien waktu besuk sudah habis, silahkan pulang dan kembali lagi di jam jenguk besok pada 8 pagi hingga 10malam, terimakasih.’
Dengan tersadarkan, Jackshien pun melihat jam di handphone nya dan ternyata sudah jam 10.00 malam dan ada beberapa pesan dari ayah dan ibu yang mengingatkan nya untuk tidak terlalu lama di sana karena sudah malam dan takut menganggu jam istirahat Chelsea yang tentu saj juga untuk Jackshien yang harus segera pulang dan tidur agar kerjaan nya besok dapat dijalani dengan baik dan waktu yang tidak telat untuk bekerja besok.
“Yasudah aku pamit ya Chelsea..” Ujar Jackshien.
Menoleh ke ayah dan ibu Chelsea. “Jackshien pamit dulu tante om, maaf datang kemari disaat jam istirahat nya Chelsea dan datang dengan tangan kosong karena saya juga baru tau saat tadi setelah pulang kerja dan segera menghubungi Chelsea yang ternyata sedang sakit dan dirawat di Rumah Sakit.” Ujar Jackshien lagi.
“Aduh tidak menganggu kok nak, dan tidak apa-apa juga karena doa lebih berharga… mohon doanya buat Chelsea ya semoga cepat pulih.” Ujar Ibu.
“Iyah… malahan sepertinya kehadiranmu cukup menjadi obat penyemangat Chelsea supaya cepat pulih he-he-he..” Ayah sambil bercanda.
Jackshien dan Chelsea pun seperti salah tingkah. “Apaan sih ayah, hm.” Jawab Chelsea dengan ekspresi sedikit memanyun kan bibirnya.
“He-he-he ohh jadi begitu Chelsea?” Tegas Jackshien sambil tersenyum-senyum.
“Ih apaan sih, tuh kan lihat gara-gara ayah, Jackshien jadi kege-er an.” Chelsea mengaduh ke ayah seperti anak kecil.