Pertama kali Chelsea Dirawat

2091 Words
Setelah bercanda tawa, melempar lelucon. Akhirnya semua obrolan dan canda terhenti ketika seorang pria berseragam rapi membuka pintu untuk mengecek. “(tok-tok-tok)…Maaf kepada keluarga atau teman selain yang menjaga pasien, silahkan untuk keluar karena jam besuk sudah habis.” Kata Pak Satpam sambil menunggu di depan pintu dalam ruangan dengan tangan menahan pintu agar terus terbuka. “Baik pak, hm.. tante, om, Chelsea aku pamit duluan semoga cepat pulih ya Chelsea.” Kata Jackshien. “Okey, makasih kamu hati-hati ya pulangnya jangan lupa jaga kesehatan dengan makan makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup ya.” Ujar Chelsea dengan wajah merona bahagia. “Baik kalau begitu om antar kamu sampai depan ya…” Ucap Ayah yang merangkul Jackshien dengan lanjutan sedikit obrolan dan obrolan terhenti sampai waktu didepan lobbi saja karena Jackshien menolak di antar sampai parkiran tempat mobilnya diparkirkan. Sedangkan ibu dan Chelsea pun bercerita bahwa Jackshien tadi mengatakan bahwa dirinya ntah kenapa sangat mengkhawatirkan ku sampai meneteskan air mata karena merasa bersalah dan menyalahkan dirinya. “Bu, tadi Jackshien sempat meneteskan air mata disaat dirinya menceritakan betapa khawatirnya dirinya terhadap kondisiku, karena menurutnya penyebab aku bisa sampai seperti ini adalah karena dia yang selalu mengirimku pesan, menelepon, dan mengajak ku jalan dan keluar makan di malam hari yang mengakibatkan jam tidurku kurang dan membuatku kecapek-an.” Menceritakannya dengan sangat serius seperti berbicara tentang masalah besar dengan empat mata. Ibu yang melihat ekspresi wajah anaknya yang serius seperti itu pun berkata dalam hati ‘Sepertinya anak gadisku sangat senang dengan kedatangan Jackshien hingga di akhir pembicaraan pulang terlihat wajahnya yang merona.’ Mengatakan dalam hati dengan tampak ekspresi luar wajah yang ikut serius seperti Chelsea. “Ahh kenapa dia merasa seperti itu nak, padahal harusnya ibu dan ayah makasih loh sama dia karena membuatmu selalu tersenyum ceria setiap kamu dan dia pulang dari jalan-jalan ataupun hanya sekedar makan saja.” Dengan wajah Ibu yang serius. “Padahal kan dengan dia berbicara seperti itu malah membuatku merasa tidak enak dengannya dan merasa bahwa aku yang bersalah, padahal aku sebenarnya sangat senang kok bu masih ada di ajak jalan, makan, dan ditelepon serta dikirim pesan melalui sms atau w******p beartikan dia masih mengingatku dan secara tidak langsung aku juga merasa sangat senang jika di kirim pesan oleh dia, ditelepon, jalan dan sebagainya.” Chelsea bercerita sambil mengambil dan bermain Handphone nya Ibu kaget melihat Chelsea sudah jam 10.00 malam masih mau bermain handphone. “Ehh!!... aduhh tidur dong nak, istirahat jangan sempat-sempatnya masih bermain handphone di jam segini apalagi kondisi kamu yang seperti ini.” Sambil merampas pelan Handphone yang sedang di pegang dan di mainkan oleh Olivia. Tiba-tiba disaat sedang asik-asiknya bercerita masuk lah ayah Chelsea dan duduk di sebelah istrinya(Ibu Chelsea). "Hayoo loh, gosip aja ni ibu dan anak... Lagi ngomongin ayah yah? Hm ayah tau kok ayah memang ganteng dan idaman banget." Dengan muka lawak ayah berbicara dengan nada yang sangat menggambarkan kepedean. Ibu dan Chelsea"Ha-ha-ha....." Tertawa serempak. "Lihat ayah mu begitu percaya diri yah Chels? Ha-ha-ha..." Tertawa bersama . "Ha-ha-ha iyahh! Ayah kenapa sih lawak banget mlm ini?" Tanya Chelsea dengan ter-ngakak." Suasana malam yang sangat membuat Chelsea merasa begitu senang walaupun dengan keadaan nya yang masih kurang vit. Canda tawa yang hampir menganggu pasien di sebelah Chelsea dengan sigap Chelsea langsung menyusungkan jari telunjuknya di depan mulut dan 'suttt' supaya mengingatkan bahwa dirinya tidak sendiri diruangan ini dan akhirnya tawa pun di perkecil agar tidak menganggu orang lain. .... Berbeda dengan Jackshien yang selama perjalanan pulang dengan mata yang tersayup ketat karena bekas tangis tadi saat bersama Chelsea membuatnya tidak begitu konsen dalam mengendarai karena kantuk'nya yang membuatnya harus mengemudi mobilnya dengan kelajuan yang sangat rendah agar dirinya selamat sampai dirumah. 'huamm.. aduh mata ini tidak bisa di ajak kompromi yah, kenapa sih setiap mengeluarkan air mata pasti ujung2nya jadi cepet ngantuk dan tak tertahankan lagi.' berbicara sendiri di dalam mobilnya dengan omelan terhadap matanya. Di perjalanan yang cukup sedikit lama dari pada saat dirinya pergi ke Rumah Sakit menjenguk Chelsea. Sehingga handphone nya terus berdering karena telepon dari orang tua yang mengkhawatirkan dirinya sebab belum sampai-sampai juga ke rumah, namun dengan keadaan nya yang sudah sangat mengantuk dan berusaha menahan matanya dan dirinya agar tidak tertidur maka deringan mu tak sempat di angkatnya karena berusaha untuk segera sampai dirumah. ... (Keadaan dirumah Jackshien) Dengan hati yang bimbang dan gelisah mondar mandir menunggu anaknya pulang sambil terus melihat ke arah jam yang terus berjalan. "Sudah ma, bentar lagi pasti pulang kok... " Papa yang berusaha menenangkan mamanya Jackshien. Dengan kepala yang sebenarnya juga pusing memikirkan Jackshien yang masih belum sampai rumah pun tidak terlalu di perlihat kan ke istrinya yang sudah lebih mengkhawatirkn anaknya tersebut. 'Jackshien.. semoga kamu pulang dengan selamat nak, tak biasa nya kamu pulang selama ini di perjalanan.' (Papa Jackshien berbicara di dalam hati.' Dengan jam yang sudah melewati jam tidur mereka, tak membuat kedua orang tua Jackshien tidak menunggu anaknya pulang dan kebalikannya mereka berdua sangat menunggu anaknya walaupun jam tidur mereka sudah sangat lewat dan mata pun tidak lagi mengantuk akibat ke-khawatiran mereka tersebut. "Aduh angkat dong nak... " Dengan nada dan tindakan tubuh yang cemas. Papa Jackshien dengan sigap merangkul istrinya untuk duduk dan menenangkan diri bahwa Jackshien akan baik-baik saja dan segera sampai ke kerumah. Tidak lama kemudian setelah hampir 1 jam menunggu. Tok-tok-tok (Suara ketukan pintu). Dengan sangat cepat papa dan mama langsung berdiri dan membuka kan pintu dengan terkejud nya akhirnya Jackshien sampai dirumah dan langsung memeluk nya. Jackshien yang kebingungan dan menahan kantuk pun langsung mandi membersihkam badan dan segera tidur tanpa basa-basi banyak. "Akhirnya nak! Tau gak mama dan papa tungguin kamu dari tadi." Ucap Ibu sambil memeluk erat anaknya dan diikuti dengan papa yang juga ikut memeluk anaknya. "Maaf ma pa, Jackshien ngantuk berat jadi mau langsung mandi dulu ya mw langsung tidur besok sehabis pulang pagi Jackshien akan jelaskan mengapa Jackshien begitu lama di perjalanan saat pulang ke rumah. Maaf ya ma pa...makasih sudah nungguin Jackshien sampai-sampai jam tidur kalian terganggu." Perlahan melepas pelukan orangtuanya dengan mata yang masih tersayup-sayup dia berjalan dengan sangat seperti orang mabuk perlahan berjalan ke kamar mandi dan segera tidur "hmm.. kenapa ya Jackshien tumben banget sampai.begitu, biasanya walaupun sudah ngantuk berat gak pernah sayup-sayup begitu matanya dan jalannya juga kayak orang mabok." Ucap mama sambil bingung di samping suaminya. "Sudahlah kan dia sudah bilang akan jelaskan ke kita besok pagi ya sekalian saja di tanya tentang tingkah nya, yang seperti orang mabok katamu ha-ha-ha." Tawa Papa, yang legah dan segera mengajak istrinya untuk tidur untuk istirahat. Keesokan paginya.. Pagi Mama papa dengan tampilan yang sudah rapi dan siap-siap sarapan sebelum berangkat kerja. Papa dan mamanya kaget melihat nya yang tumben sudah rapi lebih awal. "Wah tumben lebih awal rapinya he-he-he." Mama mengacau Jackshien. Papa yang sedang duduk menonton di ruang tamu pun menoleh dan melihat anaknya dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan tata'an yang rapi. "Tumben banget nih anak papa iya gk sih, ma? ha-ha-ha.." Tawa Papa diikuti dengan tawa Mama yang sontaj membuat Jackshien tersipu dan merasa bahwa dirinya ternyata bisa rapi lebih awal di banding jam siap awal sebelumnya. "Hmm ha-ha-ha udah ahh jangan gitu dong, Ya sejujurnya aku juga kaget sih ternyata diri ku bisa bersiap dan rapi lebih awal dari awal ku yang sebelumnya." Jackshien sambil memakan sarapan yang disediakan mama di meja makan. Dengan wajah gembira karena pujian dan tingkah kedua orang tuanya yang kelihatan ikut senang melihatnya berubah menjadi lebih baik dalam perihal waktu nya seperti ini. Dan selesai berbincang tawa ria, selesai sarapan dirinya langsung berpamitan untuk segera berangkat bekerja, saat sampai di lokasi syuting pun dirinya mendapat pujian dan kacauan olokan yang diberikan semua kru, dan teman-teman lainnya yang sudah datang karena mereka tau se-pagi nya Jackshien tidak pernah se-pagi hari ini. "Uhhh gilak Jackshien kan ini?" Gurauan Kru yang masih sarapan kue di sana. "Ehh sih ganteng tumben pagi bener? ha-ha-ha." Ujar Pak Sutradara yang sedang duduk dan bermain handphone sembari menunggu semua hadir dan jam untuk lanjut syuting. Dengan senandung gurau-an yang di lemparkan dari mereka kepada Jackshien membuat paginya sangat terasa menyenangkan berbeda dengan Chelsea. Di pagi Chelsea harus terus di periksa dari segi obat impus, tambahan obat lainnya serta pengecekan terhadapnya. Dengan berusaha tenang walaupun ketakutan karena sudah dua hari dirinya belum di perbolehkan untuk pulang, apalagi dirinya merasa sangat tidak betah terus-terusan berada di Rumah Sakit. Ibu dan Ayah yang setia menemani anaknya pun bergantian untuk berjaga. Di pagi hari Ibunya harus pulang mencuci baju, melipat baju, memasak, cuci piring serta makan mandi terus membawakan makanan bekal untuk di bawa suaminya kerja. Sesudah Itu baru bergantian lagi. Gantian Mamanya yang menjaga Chelsea dan Ayahnya yang pergi bekerja sampai jam pulang sore hari baru gantian lagi untuk berjaga. Betapa merasa bersalahnya Chelsea melihat orang tuanya harus bolak balik pulang ke rumah serta masih harus bekerja yang pasti juga kepikiran tentangnya dan kondisinya yang pasti sedikit banyak akan menghambat konsentrasi terutama ayahnya di saat sedang bekerja. Belum lagi biaya rumah sakit. Ya, walaupun dia bukan keluarga yang kurang tetapi sederhana. Tetap saja membuatnya tidak tega karena dia tau biaya rumah sakit bukan lah murah sebab baru kali ini dirinya sampai harus di rawat juga membuat nya sedih dan merasa kurang bisa menjaga dirinya sendiri hingga membuat orangtuanya sedih dan kerepotan karena dirinya. Dengan ekspresi wajah yang menunjukkan semua nya baik-baik saja dan kuat dari kedua wajah orang tuanya membuatnya sedikit mendapat kekuatan agar lebih semangat lagi dalam menjalani pengobatan untuk dirinya agar cepat sembuh, pulih dan segera bekerja kembali mencari nafkah dan tentunya tidak merepotkan kedua orang tuanya seperti ini. Di saat sedang beristirahat sehabis makan dan minum obat, "Nak, kamu sudah menghubungi bos mu kan untuk ijin?'' tanya Ibu. "Sudah bu, semalam sudah Chelsea kabarin atasan ku bahwa aku ijin tidak masuk pada hari itu dan belum tau masuk kapan karena sedang opname. Memangnya ibu lupa ya? he-he-he." Jawab Chelsea yang sudah mulai terlihat sedikit lebih baik dari kemarin. "Oh iya yah, aduh maaf ya sudah tua maklumin ibu ya sayang ha-ha-ha." Ujar ibu menepuk keningnya. Tidak lama kemudian ada ketokan dan dilihat ternyata ada teman-teman kerja serta bos datang menjenguk Chelsea yang membuat Chelsea merasa sangat kaget dan senang sangat banyak yang menyanyanginya ternyata. Tok..tok..tok(ketukan pintu.) Pintu terbuka. "Haii Chelsea!.." Serempak dan di setiap orangnya terlihat membawa Buah, boneka, kue, bunga, buket, dan masih banyak lagi. "Ahhhh! Teman-teman?... Makasih sudah datang menjenguk ku pagi-pagi, makasih juga bos." Sambil membuka tangan dengan lentang dan satu persatu dari mereka bergerombolan memeluk Chelsea sehingga membuay ibu dan Chelsea terharu bahagia. Bos yang datang ikut menyampirin Chelsea pun memberi usapan halus dibahunya dengan memberikan semangat untuknya. "Kalian hari ini tidak bekerja? Kenapa bisa benar-benar semua datang menjenguk ku termasuk bos." Tanya Chelsea yang tersadar dengan banyak nya rekannya yang datang. "Hari ini supermarket tidak saya buka." Ucap bos. "Iya Chels, hari ini kami di liburkan dan hari ini adalah hari spesial di mana kita semua bisa menjenguk kamu." Salah satu rekan kerja. Dengan mata yang tadinya biasa saja kini berubah menjadi me-merah san mengendap air yang perlagab mengalir sembari mendengar penjelasan dari rekan dan atasannya yang begitu nya perduli padanya hingga menutup supermarket khusus hari ini karena menjenguk ku. Mereka pun berjam-jam menemani dan mengobrol dengan Chelsea agar Ibu nya bisa beristirahat sebentar di rumah karena sudah ada banyak orang yang membantu menjaga Chelsea di rumah sakit. Sehingga membuat ibunya sedikit terbantu dengan adanya mereka semua. Dan terlebih atasannya membayar biasa rumah sakit Chelsea. Yang merupakan karyawan lama di sana yang juga salah satu kesayangan atasannya dengan kerjanya yang bagus dan jujur serta telaten. Begitu mengetahui, Chelsea langsung berterimakasih dan menangis karena dia bersyukur ada yang membayarkan tapi di sisi lain dirinya juga tidak enak pada atasannya yang begitu baik sekali terhadapnya. Sampai kemudian di malam hari di saat ayah dan ibunya berdua menemaninya, Chelsea pun memberitahu tentang biaya rumah sakitnya yang sudah di bayar oleh atasannya. Dengan begitu terkejud haru, serta bahagia nya ayah dan ibu chelsea hingga sempat meneteskan air mata. "Ayah ibu, Chelsea mau membertahu berita bahagia. Tadi sewaktu teman-teman kerja datang dengan atasanku di saat ibu pulang ternyata disaat itu juga bos keluar dan kembali lagi memberitahuku bahwa dia telah membantu kita dengan membayar biaya rumah sakit ku." Dengan terharu Chelsea memberitahu dengan senyuman dan mata yang kembali memerah dan menangis. "Aduh ayah! Terimakasih ... Walaupun Kita masih mampu untuk membayar tetapi atasa mu sangat baik membantu membayar semuanya." Sambil memeluk Chelsea. "Iya bu, ayah sangat bersyukur. Sampai kan terimakasih ayah dan ibu kepada atasanmu nak." Ucap Ayah sambil memeluk Chelsea juga.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD