Jackshien yang sangat sibuk dengan syutingnya pun masih sempat terfikir tentang teman kecil nya tersebut. Sehingga membuat Oliviareidya bertanya. "Kamu kenapa kok kayak kosong gitu, lagi ada masalah ya?" Tanya Oliviareidya yang menghampiri dan duduk di samping Jackshien ketika sedang breack syuting.
dengan kaget tersadar kan. "Tidak apa-apa he-he-he."Jackshien.
Malamnya, ketika Jackshien sudah pulang kerja tidak lupa di perjalanan pulang dia sengaja untuk membeli beberapa jenis buah untuk Chelsea.
Sampainya dirumah dengan cekatan supaya waktu sampai di sana tidak semalam kemaren jadi dia pun tanpa memegang hp langsung makan dan mandi setelah itu berangkat ke Rumah Sakit lagi. Di tengah sedang berjalan menuju keluar dan pamit terhadap kedua orang tua.
"Katanya mau cerita pagi ini.. mana nih?" Ucap ibu dengan senyuman.
Jackshien yang sudah berjalan di dekat pintu pun kembali ke ruang tamu dimana mama dan papanya sedang duduk menonton sambil menikmati kue.
"He-he-he iya lupa, tadi pagi sih lagian belum apa-apa sudah di puji he-he-he kan jadinya ke senangan akhirnya lupa deh he-he-he. Nanti ya tunggu Jackshien sehabis pulang dari Rumah Sakit baru cerita." Ujar Jackshien.
"Yasudah hati-hati yah nak, ingat waktu ya. Dan titip salam juga dari mama dan papa untuk Chelsea ya maaf belum sempat jengukin." Kata Papa sambil memegang secangkir teh yang siap untuk di minumnya di malam hari sambil ngemil dan menonton film.
"Okey, pa ma Jackshien berangkat ya bye." Dengan lambai-an tangan.
Dan segera berangkat ke Rumah Sakit. Di perjalanan tidak seperti waktu kemaren dengan terburu-buru dan dengan rasa hati yang tidak tenang dan cemas karena terlalu khawatir tentang keadaan Chelsea. Kali ini sangat mulus dengan menyupir mobilnya dengan kecepatan yang pas dan tidak dengan keadaan hati yang kacau sehingga lebih nyaman dalam menyetir pada malam ini.
Saat sampai di Rumah Sakit dan menemui Chelsea dan kedua orang tuanya. Jackshien pun memberitahukan salam dari papa dan mamanya kepada Chelsea dan permintaan maaf karena belum bisa datang menjenguk.
"Malam om Tante." Dengan menjulurkan tangan yang berisi buah yang telah di belinya."
"Malam." Ayah Chelsea.
"Malam nak. Wahh terimakasih ya." Ibu sambil menerima pemberian Jackshien dan memberikan ke pada ayah untuk di taruh di meja sebelah ayah.
"Makasi nak, sudah repot-repot he-he-he." Ucap Ayah sambil menerima barang yang di kasi oleh ibu dan di taruh ya di meja sebelahnya.
"Tidak perlu repot-repot kok Jackshien, kamu datang saja sudah bersyukur dan senang akunya." Jawab Chelsea tersenyum ke Jackshien.
"Ah jangan begitu ah kayak baru kenal aja, di makan ya nanti buah nya. Oh iya dapat salam dari mama papaku dan maaf belum bisa datang menjenguk mu kata nya." Ujar Jackshien sambil duduk di kursi didekatnya dan di ikuti oleh ibu dan ayah Chelsea yang ikut duduk.
"Aduh tidak apa-apa kok nak sampai kan pada papa dan mama kamu ya salam juga dari om, tante, dan Chelsea." Dengan di ikuti tawa yang membuat suasanan semakin terasa cair.
Dengan Tawa yang terlihat jelas malam ini menunjukkan betapa lebih membaiknya Chelsea walau kepalanya masih suka pusing dan kadang masih ngambang.
Ibu dan ayah pun sudah terlihat lebih ceria lagi di banding hari-hari sebelumnya. Ya walaupun di pikiran masih suka terlintas tentang ke khawatiran tentang anaknya yang sebelumnya memang belum pernah sakit atau pun demam sampai di rawat hinap dirumah sakit sehingga membuat nya sering kurang fokus dalam mengerjakan sesuatu terutama ayah nya Chelsea yang sangat tidak fokus apa lagi di hari pertama Chelsea masuk rumah sakit.
...
(Keadaan di rumah Jackshien).
Saat malam hari. saat Jackshien sudah keluar berangkat ke Rumah Sakit. Tiba-tiba Mama Jackshien teringat perihal nomor Handphone orang tua Chelsea yang ternyata dia sudah punya dari lama, akhirnya mama Jackshien pun mencoba menghubungi ibunya tetapi tidak di angkat berkali-kali dan sms yang tidak di balas serta w******p yang belum di baca termasuk juga di kontaknya ayah Chelsea yang juga sama belum ada konfirmasi apapun termasuk juga telepon yang tidak di angkat.
"Oh iya, kan kita punya kontaknya ibu dan ayah Chelsea. Kenapa tidak di hubungi saja?" Saut Mama dengan cukup keras dan secara spontan juga tidak sengaja tiba-tiba yang membuat suaminya kaget dan hampir tersedak.
"Aduh bikin kaget aja kamu, pelanin dong suaranya ma." Jawab Papa Jackshien.
Mama Jackshien pun terbahak-bahak. Melihat muka suaminya menjadi sangat lucu ketika kaget seperti ini sehingga membuatnya tak kuasa lagi menahan dan akhirnya menertawakan suaminya tersebut.
"Ha-ha-ha.. maaf maaf pa." Sambil terbahak-bahak Mama Jackshien hingga membuat tangannya malah memukul bahu suaminya yang sedang lanjut minum dan akhirnya benar saja. Suami nya jadi benaran tersedak Teh sampai membuat suaminya terbatuk-batuk hingga wajahnya menjadi merah seperti kepiting rebus.
"Hok-hok-hok! Aduh ma." Sambil terbatuk-batuk yang sebenarnya antara capek karena tersedak, kesal karena istrinya tapi gak bisa marah karena sebenarnya juga ingin tertawa melihat tawa istrinya yang begitu unik.
"M-maaf pa Ha-ha-ha! Aduhh gak kuat ha-ha-ha." Tertawa sampai terbungkuk-bungkuk.
Setelah tertawa cukup lama akhirnya Mama Jackshien pun sudah mulai tenang dari ketawa nya dan Papa Jackshien pun sudah tidak ter-batuk - batuk lagi ya walaupun tenggorokannya jadi sakit karena batuk.
...
(Suasana di Rumah Sakit).
Disaat semua sedang mengobrol. Ibu Chelsea pun mengambil Handphone di tas yang ternyata saat di buka banyak panggilan tidak terjawab dari Mama Jackshien dan sms serta w******p yang belum di baca karena tidak mengetahui bahwa ada notif sebanyak itu yang masuk.
"Aduh tante lupa menghidupkan suara nya nih, gak keangkat telepon dari Mama mu Jackshien dan gak kebaca sms dan w******p nya juga ha-ha-ha."Ujar Ibu Chelsea sambil mengetik dan membalas pesan dari Mama nya Jackshien. Untuk meminta maaf karena tidak membalas dan menjawab telepon serta berterimakasih atas empatinya karena Ibu Chelsea juga lupa bahwa mereka ada komtak masing. Karena sudah lama tidak berkontekan jadinya lupa.
"Oh iya aku juga tidak kepikiran bahwa mama ada nomor tante yah? He-he-he." Jawab Jackshien yang melirik Ibu Chelsea dengan senyuman.
Ayah Chelsea pun segera mengecas handphonenya, dan setelah dicas dan handphonenya hidup ternyata juga banyak panggilan tidak terjawab, sms , dan w******p dari mama Jackshien yang tidak terjawab dan terbalas. Akhirnya Ayah Chelseaheila pun sama seperti Ibunya meminta maaf dan berterimakasih atas enpatinya.
"Eh ternyata ayah juga mendapat telepon, sms ,dan w******p dari mama mu Jackshien he-he-he aduh jadi gak enak nih mau telepon tapi sudah jam segini." Ayah Chelsea sambil memegang hp yang masih tersambung dengan pengecas.
Chelsea pun merasa tidak enak dengan Jackshien terutama kedua orang tuanya.
"Aduh maaf banget ya Jackshien jadi tidak enak nih, salam balik ya ke mama mu dan maaf dari kami serta rasa terimakasih yang tulus ke mereka yang begitu empati kepadaku walaupun belum bisa datang tetapi mereka masih kepikiran menyampai kan melalui handphone ya walaupun tidak ter angkat dan lama balasnya.
"Iya nak maaf ya dari tante dan om, hm sekarang papa dan mama mu sudah tidur belum jam segini soalnya tante mau telepon nih sudah lama juga tidak berjumpa, teleponan, sms-an, w******p-an." Tanys Ibu Chelsea sambil melihat w******p dari mama Jackshien dan segera ingin menekan tombol hijau untuk memghubungi kembali Mama Jackshien.
"Tidak apa-apa kok tanye, om, Chelsea. Nanti aku sampaikan saja ya. Lagian dia juga tau kok keadaan kamu jadi dia bisa maklum." Jawab Jackshien dengan raut wajah senyum dan yakin seolah-olah meyakinkan semua nya baik-baik saja.
Akhirnya ketika Jackshien pamit pulang dan sampai dirumah Jackshien pun seperti biasa masih harus mandi lagi karena dari rumah sakit dan segera tidur. Di keesokan harinya di pagi yang sejuk dan sedikit rintik hujan.
Dan masih dengan yang seperti pagi kemarin ternyata Jackshien sudah siap lebih awal dan barulah menceritakan mengapa dirinya bisa lama di perjalanan.
Di meja makan semua cerita itu dia cerita kan.
"Pagi ma pa, sesuai janji aku bakal cerita-in kenapa aku pulang dengan waktu yang lama di perjalanan." Ujar Jackshien sambil mengambil roti tawar dan mengolerkan selai coklat.
"Pagi nak." Salam kembali serempak Ibu dan Ayah.
Sambil mengunyah menikmati sarapan di pagi hari. "Jadi Chelsea dan Jackshien sudah berteman dari kecil dan pasti banyak sedikit dari kehidupan Chelsea aku juga tau, dan 2 hari yang lalu di malam nya ntah kenapa rasanya kok gak enak banget yah hati ku dan akhirnya aku menghubungi Chelsea dan benar saja ternyata Chelsea sedang di Rumah Sakit dan rawat hinap pula. Di situ hati ku langsung sakit mendengar pernyataan bahwa dia di opname di Rumah Sakit akhirnya Jackshien buru-buru dong ke sana dan sampainya di sana Jackshien juga masih harus berputar mencari ruangannya padahal sudah ku tanyakan pada orang Rumah Sakitnya dan sudah di beri petunjuk juga tapi tidak kunjung ku temukan bahkan ak keliling di lantai atasnya nya lagi seperti lantai 3 dll. Sampai bolak balik yang akhrinya ada satu satpam yang membantuku menemukan ruangan Chelsea dan ternyata aku dari tadi sudah melewati ini tapi ntah mengapa aku tidak melihat ruangan ini ya, sampai Pak Satpam nya juga sedikit tertawa melihat ku. Ya aku mungkin terlalu khawatir dan tidak bisa menenangkan diri sendiri akhirnya membuat ku menjadi tidak fokus. Dan setelah masuk di ruangan tersebut aku pun di tinggal oleh kedua orang tua nya untuk berbicara istilahnya empat mata. Dan aku pun meneteskan air mata di sama karena merasa bersalah bahwa Chelsea bisa seperti ini karena aku yang selalu menghubunginya mau menelepon, sms, mau pun meng-WhatAppnya serta mengajak nya jalan dan makan selalu di malam hari yang merupakan waktu bagi setiap orang untuk benar-benar tidur dan beristirahat. Walaupun begitu Chelsea selalu berusaha membuat ku selalu berfikir positif untuk tidak memikirkan hal yang aneh-aneh yang menyalahkan diriku sendiri. Dan ketika ku tanya tentang apa yang terjadi kepadanya dan dia menjawab bahwa dirinya baik-baik saja tidak ada sakit yang begitu serius hanya saja dia memang lemas dan terkena penyakit darah rendah .
Pembicaraan terpotong karena lanjut mengunyah memakan sarapan.
"Terus apa lagi ceritanya?" Kata Mama.
Mama dan Papanya dengan sangat serius mendengar di setiap cerita yang di ceritakan Jackshien dengan seksama bahkan menyuruhnya cepat untuk bercerita lagi sebelum waktunya untuk berangkay bekerja.
"Cepet dong lanjutin ceritanya." Kata Mama lagi.
"Ha-ha-ha sabar ma tuh kasih Jackshien makan Rotinya dulu ma nanti keselek loh kayak papa semalam." Sambil sedikit menyinggung istrinya yang membuat istrinya teringat kembali kejadian semalam yang membuatnya tiba-tiba tertawa lagi.
"Ha-ha-ha aduh kan sakit nih perut mama, baru habis sarapan lagi mungkin apa yang mama makan pagi ini yang tadinya sudah turun di usus malah naik lagi ha-ha-ha.. kenapa sih pa di ungkit lagi kan mama jadi ngakak lagi gara-gara papa! Ha-ha-ha aduh gak kuat." Tertawa sambil membungkuk-bungkuk di kursi yang membuat suami dan anaknya ikut ngakak bukan dari cerita nya malah gara-gara suara tertawanya yang unik. Yang membuat siapa saja yang di sekitarnya ikut tertawa karena suara ketawanya yang lucu.
"Ha-ha-ha!.." Jackshien dan Papa tertawa lepas sampai muka mereka masing-masing menjadi merah, mengeluarkan air mata hingga hampir ngompol karena lucunya tawa'an mama Jackshien.
"Udah dong ma. Jackshien jadi gak bisa makan nih ha-ha-ha masih mau dengar lanjutan ceritanya ngak?" Jackshien berbicara sambil tertawa dengan roti yang masih di dalam mulut yang terhambat tidak bisa di telan karena tertawa terus-menerus.
"Sudah-sudah ma, tarik nafas buang." Papa sambil berusaha untuk diam dan tidak lagi tertawa.
Akhirnya mereka semua kembali fokus untuk mendengar cerita Jackshien setelah sekian menit ter tawa.
"Sampai mana tadi? Ha-ha-ha." Tanya Jackshien yang nampaknya masih ingin tertawa karena mamanya.
"Darah rendah." Serempak Mama dan Papa.
"Ha-ha-ha oh iya. Jadi setelah mendengar bahwa dia bisa drop pingsan adalah karena darahnya yang rendah akhirnya membuat ku sedikit terkikis rasa khawatir yang berlebihan. Nah pas yang aku bercerita bahwa aku merasa aku salah dan membuatnya menjadi seperti sekarang di saat itulah air mata ku jatuh. Jadi membuat ku cepat sekali mengantuk dan tak tertahankan sehingga aku lebih pelan dari biasa mengemudi jadi lebih lama di perjalanan dan alasan ku tidak membalas dan mengangkat telepon kalian adalah juga karena hal itu aku takut jika ak mengangkat telepon kalian dengan keadaan mataku yang sudah 5 watt dapat menyebab kan kecelakaan. Oleh karena itu Jackshien mau jelaskan dan meminta maaf ya ma pa sudah membuat kalian berdua khawatir dan bimbang hingga tidak tidur di jam tidur kalian. Dan masih sigap untuk menunggu ku pulang, love you ma pa." Sesudah makan dan di akhir pembicaraan ini langsung memeluk kedua orang tuanya dari belakang yang masih duduk.
"Sama-sama nak bagaimana pun orang tua pasti akan seperti itu. Bagi orang tua anak mereka adalah harta terbesar, berharga dari apapun." Ucap papa sambil mengelus tangan anaknya yang sedang memeluknya dan istrinya.
"Iya sayang. Cintanya papa dan mama adalah kamu jadi bagaimana pun kamu, di mana pun kamu kami pasti akan selalu menerima mu dan menunggumu sampai jam berapa pun dan kapan pun." Mengelus tangan Jackshien juga sama seperti suaminya dan mencium pipi anaknya yang di ikuti dengan suaminya yang juga mencium pipi Jackshien.