hari bahagia, yang di tunggu Chelsea

2100 Words
Pagi dengan awal yang sama seperti hari di mana masih di rawat. Chelsea yang sudah tidak betah dengan suasana yang tidak terbiasa di rasakannya dengan infus yang masih tertancap di tangannya dan obat-obatan yang sedikit lebih banyak dari obat yang biasa dia konsumsi ketika sakit serta pemeriksaan lainnya. Dengan badan yang sudah lebih terasa bertenaga dan kepala yang sudah tidak lagi pusing dan pandangan yang tidak lagi sedikit-sedikit menghitam ketika hendak bangun saat berbaring dan hal lainnya. Sementara di keseharian hari ini yang tidak se-menyenangkan seperti hari kemarin. Membuatnya lebih sangat merasakan lamanya waktu berjalan, sehingga membuatnya begitu lusuh seperti tidak adanya semangat walaupun ada rekan kerja yang masih bercanda dengannya lewat pesan. Suara ketukan pintu, Tok-tok-tok. Masuklah dua orang perawat yang datang dan segera memeriksa pasien di sebelah Chelsea. Dari ketermenungan Chelsea yang hanya duduk bersandar di tempat tidur pasien dirinya masih bisa mendengar, pembicaraan dari sekitarnya tetapi dia hanya terdiam dan tetap melanjutkan renungannya. Ibu nya yang sudah beberapa hari menemaninya pun tau akan perubahan Chelsea. Dan merasa kini sedikit kasihan kepadanya karena melihat Chelsea yang sudah lama tidak pernah termenung seperti itu, dan sudah pasti Chelsea sudah sangat tidak betah tetapi mau tidak mau harus mengikuti kata dokter yang memang belum memberi Chelsea izin untuk pulang tapi ibunya berharap hari ini ada kabar bahagia dari pemeriksaan pagi ini. Perawat pun selesai memeriksa dan mencatat kondisi pasien di sebelah Chelsea dan sekarang menuju ke tempat Chelsea dan segera memeriksanya. "Selamat pagi kakak dan ibu, maaf ya saya periksa dulu." Sambil menyodorkan alat bernama stetoskop untuk mendengar detak jantung Chelsea dan mengecek tensi darah Chelsea. "Hm." Respon Chelsea pasrah. Dengan pasrahnya Chelsea dengan sangat santai membiarkan tubuhnya di periksa ntah itu mau di suntik atau apa dirinya sudah pasrah karena tidak betah berada di sini sudah berhari-hari. Dan dengan terkejudnya Chelsea saat mendengar hasil dari pemeriksaan. "Baik terimakasih. Pemeriksaan sudah selesai ya jangan lupa banyak makan dan harus rutin minum obatnya sekaligus istirahat nya juga ya kak." Kata perawat yang memeriksa. Tetapi tidak di respon apapun oleh Chelsea. "Baik sus, terimakasih bwnyak yah he-he-he." Dengan senyuman merespon. "Sama-sama ibu kalau begitu aaya permisi ya, semangat yah kak Chelsea." Selesai memberi kata penyemangat dan segera keluar dari ruangan. Chelsea yang hanya memberi senyuman pun kembali mendatar ketika Perawat sudah pergi. Ibu yang melihat anaknya begitu tidak semangat rasanya sangat tidak tega. Tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. Setelah cukup lama duduk bersandar akhirnya, posisi itu berubah menjadi posisi baring dan menghadap berbalik arah dan menatap dinding di sampingnya sambil pikiran kosong dan tidak lama kemudia tertidur Melihat anaknya tertidur, ibu pun keluar untuk membeli makanan karena hari ini tidak sempat pulang kerumah untuk membereskan rumah dan memasak karena merasa capek banget akhirnya hari ini dia dan suaminya makan dengan membeli makanan diluar. Serta tidak lupa pula ketika sehabis membeli makan dan melewati para perawat tidak lupa dia bertanya tentang kapan putri nya di izinkan pulang. Tetapi jawaban nya adalah. "Halo ibu, nanti siang atau sore ketika dokter datang akan di lihat dulu ya jika sudah semuanya baik pasti akan di perbolehkan pulang besok." Ujar perawat. Dan benar saja ketika sudah siang hari tiba-tiba datang dokter yang biasa memeriksa Chelsea dari awal di rawat. Dan setelah di periksa ternyata sudah banyak membaik dengan cepat dan darahnya pun sudah kembali normal. "Hallo Chelsea, bagaimana hari ini ada yang di keluhkan?" Dokter. "Tidak ada dok, lalu kapan saja bisa pulang kerumah? Saya sudah tidak tahan lama-lama di sini atau boleh saya dirawat dirumah saja?" Ujar Chelsea sambil menatap dokter dengan mata yang hampir menangis. "Aduh jangan sedih, nih saya ada kabar bahagia loh bahwa kamu besok sudah bisa pulang ya karena darahmu sudah kembali normal." Ucap dokter sambil tersenyum ke arahnya dan ibunya. Dengan raut wajah ibu dan anak yang berubah menjadi sumwringah - sembriwing seperti akan adanya kejutan ulang tahun. "Apa dok, apa!?" Dengan sangat excited , Chelsea dan Ibu serempak menjawab dengan kegirangan. "Bagaimana dok? Apa berita bahagianya." Ujar Ibu dengan terlihat sangat senang. "Iya dok apa? Cepetan." Dengan ekspresi yang sangat membuat dokter dan perawat menjadi ikut tertawa dan tersenyum turut bahagia melihat ekspresi anak dan ibu yang sangat kesenangan ini. "Jjjjjjjj-aaaaa-dddd-iiii." Dengan sangat lambat Dokter berbicara dengan sengaja. "Jjj-aaa-ddd-iii" dengan melirik ke Chelsea. "Jadi-jadi apa dok? Aduh.." Chelsea yang sudah tidak sabar mendengar berita tersebut. Dengan perubahan raut wajah, ketar ketir nya reaksi tubuh Chelsea sehingga membuat dokter kaget karna takut Infus di tangab Chelsea lepas. "Ehh..!", Teriak perawat diikuti Ibu dan dokter dengan suara nya yang naik karena terkejud melihat Chelsea yang terlalu ber-aksi. "Hati-hati Kakak. Aduh copot jantung saya." Memegang d**a dan melotot terkejud yang membuat semua di sana jadi tertawa yang tadi nya terkejud. Chelsea yang sudah bisa tertawa di hari ini dengan ketawa yang seperti dirinya di kala sehat. Yang artinya ini adalah berita baik. Suasana hati yang kini terasa tenang seperti sedia kala, dan nafsu makan yang tiba-tiba seperti meningkat . "Hari ini adalah hari keinginan mu, yang benar-benar akan terjadi." Jawab dokter tersenyum. Ibu Chelsea yang termangap, mata membesar dengan alis naik serta kedua tangan yang memegang pipi. "Aaaaaaaa!" Diikuti oleh Chelsea yang teriak juga. "Aaaa, Ibu..!" Sambil melihat ke arah ibu dan langsung memeluk dengan tiba-tiba dan erat yang akhirnya meneteskan air mata dari Chelsea dan Ibu dan langsung tersenyum ke dokter dan perawat. "Terimakasih banyak dokter, suster." Tanpa basa basi langsung menelepon suaminya dan memberitahu kabar bahagia ini. Tut.. tut...tut ( telepon) Tidak lama kemudian suaminya mengangkat telepon darinya. "Iya bu, kenapa?" Sambil bekerja. "Hari ini ada kabar yang sangat membahagiakan, Chelsea anak kita bsok sudah boleh pulang kerumah Yah." Dengan ekspresi senang. Ayah yang menelepon sambil bekerja pun, sampai kerjaannya menjadi terhenti sejenak seperti seolah-olah pemikiran yang beberapa hari ini mengkhawatirkan sehingga membuatnya tidak fokus akhirnya hari ini adalah saatnya di mana keinginan untuk kesembuhan putrinya terjadi. "Apa!?" Dengan nada yang cukup excited, mata yang tadinya kosong sekarang menjadi aktif lagi serta sekarang menjadi tergenang air mata yang hampir jatuh. Tidak bisa di tahan lagi akhirnya tangis pun pecah dan langsung bersykur atas apa yang telah terjadi hari ini, betapa senangnya mendengar berita tersebut sehingga dirinya pun menjadi lebih semangat lagi bekerja dari biasa nya dan sambil terngiang senyum sepanjang hari tanpa di sadari hingga saat tiba di rumah sakit disore hari saat sehabis pulang kerja, ketika bertemu Chelsea mereka langsung berpelukan erat, menangis haru dan akhirnya mereka pun pulang ke rumah dengan keadaan hati ke tiganya yang sangat bahagia dan juga terpancarr dari wajah dan tingkah mereka di malam itu juga saat perjalanan pulang. Malam dan hari yang sangat di nanti akhirnya terjadi, betapa bahagianya bisa kembali menginjakkan kaki dirumah yah nyaman dan sederhana. "Ahh akhirnya!.." dengan menari kebahagiaan Chelsea tersenyum lebar dengan tangan yang masih di tempel karena bekal Infus membuat ibunya juga khawatir takut darahnya ngalir karena tarian nya yang mengangkat kedua tangan keatas. "Chelsea! Aduh ibu ngeri loh lihat kamu seperti itu, memang kamu juga senang akhirnya bisa pulang kerumah sama seperti ayah dan ibu yang turut bahagia melihat putri kami sudah pulih dam kembali kerumahnya. Tetapi ngak gini juga dong nak, kamu itu kalau menari bahagia harus ingat bahwa kamu baru pulang dari rumah sakit yang artinya kamu masih dalam pemulihan jadi harus hati-hati terus." Tegur ibu sambil dengan tatapan yang ngeri terhadap Chelzea. "Sudah nak, istirahat ya..." Ujar Ayah sambil mengelur bahu ibu dan berkata,"Sudahlah biarkan saja, dia sangat tidak bisa mengontrol kebahagiaan nya." Dengan tersenyum. Jackshien yang sudah hendak mau tidur pun tiba-tiba kaget karena gangguan telepon yang ternyata adalah Chelsea, Dengan sangat terkejud dia pun terbangun dari posisi baring nya menjadi duduk. ... (Berdering musik/lagu panggilan masuk). "Hallo? Kenapa Chelsea, kangen ya? He-he-he..." Ujar Jackshien. "Pede sekali kamu, oh iya aku mau kasi tau kamu tidak perlu repot-repot untuk jenguk aku lagi yah." Ujar Chelsea. Dengan terheran-heran dan berfikir,'Apa aku ada salah yah?' ucapnya dalam hati. "Kenapa?" Tanya Jackshien bingung. "Hari ini adalah hari terbahagia ku yang akhirnya apa yang aku ingin kan selama beberapa hari dirawat di rumah sakit akhirnya dapat di ijinkan pulang hari ini. Jadi barusan ak baru aja sampai rumah, jadi kamu tidak perlu menjenguk ku di rumah sakit lagi yah Jackshien dan makasih juga kamu beberapa hari ini ada datang menjenguk ku dan maaf jika ak membuat mu merasa bersalah dah merepotkan kamu yah he-he-he." Ujar Chelsea yang sedang duduk di ruang tamu. Dengan tersenyum, terkejud, dan bahagia mendengar kepulangan Chelsea setelah beberapa hari di rawat. "Wah hebat nih! Pasti makan daj minum obatnya pinter yah? Makanya bisa cepet pulih dan di ijinkan pulang deh sama dokter. Dan untuk masalah itu aku yang harusnya meminta maaf dan kamu tidak perlu merasa bahwa kamu merepotkan ku karena bagaimana pun aku adalah teman kecil mu yang sebagaimana aku harus memperlakukan mu dengan baik. Dan terimakasih juga yah atas semuanya dari kita kecil sampai sekarang ketika kita sudah dewasa dan kita masih bisa berteman dengan baik dari dulu hingga saat ini ya walaupun pasti ada aja pertengkaran kecil atau salah paham dan lain-lain." Jawab Jackshien. Haru Chelsea mendengar ucapan terimakasih Jackshien atas hubungan baik mereka yang masih bisa terjalin selama ini tentu saja membuat Chelsea juga merasa sangat bersyukur dapat berteman sebaik dan Selama itu dengan Jackshien. "Aku juga berterimakasih Jackshien." Dengan nada seperti ingin menangis dan kata yang mulai memerah serta ber-air. Saat sedang berteleponan tiba-tiba ibu memanggil Chelsea dan menyuruh nya untuk makan dan minum obat agar bisa segera istirahat. "Chelsea, ayo makan dan minum obat mu dulu nak. Ibu sudah siapkan di meja makan yah..." Teriak Ibu dari dapur. Mendengar suruhan ibu Chelsea skhirnya Jackshien pun berniat untuk mengakhiri panggilan. "Chelsea, sudah sana kamu makan dan minum obat kamu dulu ibu mu sudah menyiapkan loh.." "Baiklah aku makan dan minum obat dulu ya, jangan lupa kamu juga harus tidur lebih awal dan lebih menjaga kesehatan mu ya." Jawab Chelsea. " Iya aku akan melakukannya jika aku punya waktu luang untuk tidur, lagi pulang awal, atau walaupun tidak bisa tidur akan ku coba untuk memaksa diriku agar tidur bagaimana pun ini demi kesehatan diri ku sendiri juga kan? He-he-he ya sudah aku tidur dulu ya, selamat malam." Ujar Jackshien langsung mematikan handphone dan langsung tidur. Chelsea yang sudah mengakhiri telepon nya dengan Jackshien pun segera beranjak ke meja makan dan langsung menyantap makanan yang sudah di siapkan oleh ibunya dan tidak lupa pula selesai menyantap dia langsung meminum obat yang juga sudah di siapkan ibunya di keja makan dekat piringnya. Ibu yang selesai mengemas dapur pun segera ke meja makan untuk menemani Chelsea yang masih duduk karena kekenyangan habis makan dan baru selesai minum obat. "Gimana? Udah gak gelap-gelap lagi kan pandangan mu atau masih ngambang atau gimana? Kalau ada apa-apa harus memberitahu ibu loh ya." Ucap Ibu sambil mengelus kepala anaknya yang sedang duduk sampingnya. Dengan tersenyum langsung menyender di bahu ibunya. "Ngak kenapa-kenapa lagi kok bu, makasih ya Ibu dan Ayah sudah sabar dengan Chelsea maaf jika merepotkan kalian." " Shutt! Tidak boleh berbicara seperti itu dong. Kamu adalah anak satu-satunya nya kami, harta termahal kami, titipan tuhan. Jadi bagaimana pun keadaan kamu, kami akan selalu berusaha ada untuk mu serta menyenangi kamu sayang." Saut ibu mengelus belakang Chelsea. Tiba-tiba ayah pun keluar dari kamar dan berdiri di belakang anaknya yamg sedang duduk di depannya. Sambil tangan kanan yang merangkul anaknya dan juga tangan kiri yang merangkul istrinya, dengan memberikan ciuman untuk anak dan istri nya. "Sayangnya ayah adalah kalian. Bagaimana pun kondisi kita semua, kita harus bersyukur dan tetap menjalaninya dengan baik." Ujar Ayah. Dengan tersentuh mereka pun langsung saling berpelukan bertiga. Sampai akhirnya semua kembali tidur sampai hari esok, di pagi hari Chelsea yang baru pulih pun sudah mau bekerja. Ibu yang di dapur sedang memasak pun terkejud melihat Chelsea yang sudah rapi dan siap sarapan sebelum pergi bekerja. "Kamu belum boleh kerja dulu ya Chelsea, kamu itu baru pulih." Ucap Ibu yang sedang memasak. Chelsea yang sudah di meja makan pun berdiri dan menuju ke Ibu nya yang sedang masak di dapur. "Kenapa sih bu, aku kan sudah sehat." "Iya betul, tapi istirahat lah sehari lagi nak." "Hm baiklah." Chelsea pun ngambek dan langsung masuk kembali ke kamar. Sedih Chelsea, belum di ijinkan kerja oleh ibunya. Dengan terpaksa dirinya pun harus menghubungi atasannya untuk meminta ijin tidak masuk lagi. Tiba-tiba ayah keluar dari kamar dan menuju meja makan untuk sarapan. "Ayah dengar kamu belum ijinin Chelsea kerja bu?" "Iya dong yah, dia harus istirahat lagi satu hari kan baru pulih juga." "Benar juga, sekarang Chelsea di mana?" Tanya Ayah sambil melirik kesana kemari. "Ngambek tuh kayaknya langsung masuk ke kamar." Ucap ibu sambil melirik kan matanya ke arah kamar Chelsea yang ada di atas.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD