Kisah Oliviareidya baru akan di mulai

2013 Words
Setelah sarapan ayah pun menyusul ke kamar Chelsea di lantai 2. Tok...tok...tok... "Boleh ayah masuk?" Tanya ayah yang sedang mengetuk. Tidak ada jawaban apapun dari dalam, setelah beberapa saat ayah berada di depan pintu kamar Chelsea akhirnya pun membuka kan pintu kamar untuk ayahnya. Chelsea langsung memeluk ayah dengan wajah yang sedih dan hampir menangis itu. "Ayah, ibu belum meng-izinkan ku untuk masuk kerja pada hari ini." Mengaduh sambil memasang wajah ngambek dan sedih. Ayah yang juga memeluk Chelsea serta mengelus kepala anaknya supaya tenang, ternyata bukan nya tenang malah Chelsea menjadi nangis tersenduh-senduh seperti anak kecil yang kehilangan mainan nya. "Aku kan sudah sehat ayah, aku sudah lama tidak masuk kerja bagaimana aku bisa tidak masuk lagi ketika aku sudah pulang kerumah dengan kondisi ku yang sudah membaik dari sebelumnya." Kata Chelsea lagi sambil seseguk-kan. "Chelsea, bukan ayah membela ibumu tapi memang alangkah lebih baiknya kamu istirahat satu hari lagi ya. Besok ayah pastikan kamu sudah boleh kembali hekerja seperti biasa ya.. sudah jangan sesugukan gituh ah, malu loh he-he-he." Kata Ayah. Dengan hati yang sakit mendengar pernyataan ayah dan di sisi lain merasa bahwa omongan ayah dan ibu yang melarangnya masuk kerja pada hari ini juga betul adanya. Dengan pasrah akhirnya dia berusaha berdamai dengan keadaan hari ini. Sesudah berpelukan akhirnya Chelsea pun melepas pelukan ayahnya, dan segera masuk kembali ke kamar tanpa berkata apa pun. Ayahnya yang tau bahwa putrinya pasti kecewa dengan pernyataan nya pun sebenarnya merasa sedih karena dirinya putrinya kembali ngambek. Tetapi apa boleh buat, ini demi kebaikan putri satu-satunya tersebut. Akhirnya dirinya pun kembali ke bawah untuk bersiap-siap berangkat kerja. "Bu, ayah berangkat dulu ya..." "Hati-hati ayah, semoga kerjanya berjalan lancar tanpa satu kendala apa pun yah.." terus memeluk suaminya. Sesudah suaminya pergi, dia pun langsung naik ke lantai dua ke kamar Chelsea, setelah di ketok lama tidak ada respon apa pun dari dalam. Akhirnya pintu yang ternyata tidak terkunci pun langsung di bukanya dan ternyata mendapati Chelsea dengan mata sembab dan pipi yang basah karena nangis tadi dalam keadaan tertidur pulas. Beberapa jam tetidur, akhrinya Chelsea terbangun dengan waktu siang yang mengagetkan nya karena belum mengirim pesan izin ke atasannya. Setelah mengirim pesan akhirhya Chelsea pun bangun untuk nonton youtube tentang apa pun yang membuat dirinya merasa lebih terasa tidak kosong. Sampai makan dan minum obat pun telat yang teringat hanya ibunya, tidak lama kemudia ibunya naik dan membawakan semangkuk bubur serta obat dan air minumnya. Tok-tok-tok (mengetok)... "Iya Bu." "Chelsea ini ibu bawakan bubur dan obatmu jangan lupa di minum ya." "Iya, terimakasih banyak bu. Maaf jika tadi Chelsea ngambek sama ibu dan ayah." Langsung memeluk ibunya. "Tidak apa-apa nak, ibu juga minta maaf telah membuat kamu sedih karena larangan ibu. Ibu melakukannya demi kebaikan kamu, ibu juga tau bahwa kamu adalah orang yang sangat giat dalam bekerja tetapi tidak dalam kondisi seperti ini juga kamu harus bersikap seperti itu." Ucap Ibu sambil memeluk anaknya kembali. Di sisi lain, Jackshien yang sedang Syuting pun mengira Chelsea sudah bekerja sampai-sampai pada siang hari disaat jam istirahat dia pun menyamperin ke tempat kerja Chelsea untuk makan siang bersama dan ternyata Chelsea belum masuk hari ini. "Maaf Chelseanya ke mana ya?" Tanya Jackshien saat bertemu salah satu rekan kerjanya yang lewat di sampingnya di dekat lobi supermarket. "Oh hai Jackshien, Chelsea belum masuk maaf ya." "Okey, terimakasih informasinya."Kata Jackshien sambil terkejud. Dengan wajah terkejud, dia pun menghubungi Chelsea. (Handphone) berdering ... Setelah sekian lama berdiring akhrinya di angkat oleh Chelsea yang sedang istirahat sehabis makan dan minum obat. "Hallo?.." "Bagaimana keadaanmu?" Jackshien yang masih berada di lobbi tempat kerja Chelsea. "Baik, kenapa Jackshien?" Tanya Chelsea. "Kenapa kamu tidak masuk bekerja?" "Hm.. sebenernya aku mau kerja dan sudah siap-siap malah. Tapi apa boleh buat ayah dan ibu melarangku untuk masuk kerja hari ini, alasannya adalah karena aku baru saja keluar dari rumah sakit jadi aku harus istirajat lagi hari ini." Mengingat tentang larangan masuk kerja oleh ibu dan ayahnya membuat dia teringat dan jadi sedih lagi. Jackshien pun berfikir bahwa benar juga apa yang di katakan oleh ayah dan ibu Chelsea. Dan kemudian mulai berjalan kembali ke parkiran di mana mobilnya terparkirkan. Dan sambil masih menelepon Chelsea. "Hm benar juga, jadi kamu bagaimana hari ini apa yang kamu lakukan di rumah saja selain makan, minum obat dan istirahat?" "Hm tidak ada melakukan apa-apa. Membosankan sekali, sejujurnya aku kembali sedih mengingat tentang larangan ayah dan ibu." Ucap Chelsea sambil rebahan di kamar. "Sudah jangan sedih-sedih terus, harus semangat yah ingat apa yang di lakukan oleh orang tua adalah yang terbaik untuk kita anak-anaknya." "Tadi aku sudah tidak sedih lagi, tetapi karena kamu menanyakan ku tentang alasan kenapa aku tidak bekerja hari ini membuat ku teringat larangan ayah dan ibu tadi pagi." Dengan mata yang mulai berair. "Aduh maaf-maaf, aku benar-benar tidak sengaja menanyakan hal itu." Panik Jackshien. "Iya di maafkan, sudah ya aku mau istirahat dulu kamu juga semangat kerjanya dan jaga kesehatan ya jangan lupa." Setelah itu mereka pun mematikan telepon masing-masing. Sesampainya kembali di lokasi. Jackshien pun akhirnya terpaksa tidak makan apapun karena tadinya dia berencana untuk membeli makanan di tempat kerja Chelsea sambil makan bersama sungguh hal tidak terduga hari ini ternyata Chelsea tidak masuk jadi membuatnya tidak sempat untuk makan. Setelah syuting dari pagi hingga malam dan di menit-menit sebelum pulang. Olivia mengajak Jackshien untuk makan malam. "Hai Jackshien, sibuk tidak?" Tanya Oliviareidya sambil berdiri di samping Jackshien yang sedang mengelap keringatnya. "Hm tidak sih paling habis ini aku hanya akan pulang, atau membeli makanan terlebih dahulu karena aku tadi siang tidak sempat makan karena satu alasan." Ujar Jackshien. "Alasan nya?" Oliviareidya yang penasaran. " He-he-he tidak apa-apa lupakan." "Hm ya sudah, bagaimana kalau malam ini kita makan bersama..?" Ajakan dari oliviareidya membuat Jackshien berfikir boleh juga karena dirinya juga sedang sangat lapar. "Hm boleh sih, ayo aku pakai mobil aku saja ya nanti aku antar kamu pulang sekalian." Sambil mengambil tas dan segala peralatan syuting yang di bawanya dari rumah. Dengan sangat senang dan terkejud karena Jackshien akan mengantarnya pulang Oliviareidya pun tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya. "Wah!! Baiklah ayuk." ... Saat dalam perjalanan... "Kamu mau makan apa Olivia?" Tanya Jackshien sambil mengemudi. "Terserah kamu saja he-he-he." Ujar Oliviareidya sambil terus mencuri pandang ke Jackshien. "Yakin? Baiklah kita makan bakso." "Hmm yang lain deh." Oliviareidya sambil memandang ke arah pintu kaca mobil sambil mencari-cari apa yang sedang orang berjualan. "Ayam madu?" "Ngak ah." "Nasi uduk?" "Hm gak deh" Sampai bingung akhirnya Jackshien pun pasrah. " Yaudah ikut kamu aja mau makan apa?" "Hm he-he-he terserah kamu Jackshien aku mah ikut aja he-he-he." Dengan perut yang sudah kosong karena dari siang belum makan hingga malam membuatnya sedikit lebih cepat naik darah sehingga hampir ingin marah ke Oliviareidya. "Cepat Olivia, sudah malam aku sudah lapar." "Iya kamu mau apa terserah." Tanpa menjawab apapun Jackshien langsung melakukan perjalanan untuk membeli nasi goreng langganan nya. "Kamu mau makan apa ?" Tanya Oliviareidya lagi. "N.a.s.i g.o.r.e.n.g." Sambil menatap Oliviareidya dengan senyuman palsu. "Hm aku gak makan nasi goreng takut muka ku berminyak dan jerawatan." Jawab Oliviareidya. "Sudah malam jangan banyak tingkah ya, kalau kamu seperti ini terus sampai jam 1 subuh juga gak akan makan-makan kita." Terdiam Oliviareidya mendengar teguran keras dari Jackshien. Saat sampai di sana, Jacshien pun langsung memesan dan Olivia juga. Ketika makan itu datang mereka langsung memakan nya dengan lahap terutama Jackshien. Dengan jam yang teru berjalan, Jackshien yang sudah selesai makan duluan pun jarus menunggu Oliviareidya yang belum selesai makan tetapi terus-menerus mengajaknya berbicara. Sehingga membuat Jackshien frustasi kembali padahal baru kali ini pergi makan bersama Oliviareidya. "Aduh cepat ya, kamu kalau mau berbicara sambil makan juga." Akhirnya karena Oliviareidya, membuat Jackshien harus sampai di rumah dengan sangat malam sehingga dia terkantuk-kantuk sambil mandi dan langsung tidur. Untung saja Mama dan Papa nya tidak menanyakannya jadi dia tidak perlu menjelaskan apapun. ... (Chelsea). Dengan sudah tidak sabar menunggu hari esok yang merupakan hari penantiannya yaitu bekerja. Berbeda dengan orang-orang se-usianya dengan sedikit pusing saja selain mengeluh malah tidak masuk bekerja, dan ketika sudah membaik malah bilangnya masih sakit. Semua berbeda di Chelsea yang mempunyai jiwa penyemangat kerja, dan tidak memanjakan badannya hanya karena sedikit sakit saja sudah tidak masuk. Menyiapkan beberapa es krim adalah hadiah kecil penghibur untuk Chelsea yang di beli ayahnya sepulang kerja tadi sore. Dan baru memberi tau Chelsea waktu malam Hari. "Chelsea, nih ayah ada beli ini loh." Membawa es krim dengan kedua tangan yang sedang memegang." Sambil berjalan menuju ke arah Chelsea yang sedang mau ke lantai atas untuk tidur. Dengan berbalik arah, ekspresi bahagia itu sangat terpancar karena milihat kedua tangan genggaman ayahnya yang berisi beberapa es krim. "Ayahhhhhh! Terimakasih...." Kembali menurunin tangga dan memeluk ayahnya terus mengambil es krim nya. Tiba-tiba ibu keluar dari kamar, "wah wah wah ...." "Eh ibu he-he-he." Ujar Ayah terkejud karena lupa menawarkan ke istrinya. "Kok ibu gak di tawarin, ayah......" Melirik suaminya dengan tajam dan setengah bercanda. Kejadian ini membuat Chelsea terbahak-bahak melihat tingkah kedua orang tuanya yang seperti sepasang kekasih yang masih baru saja berpacaran, walau usia yang tidak muda tetapi keduanya masih terlihat seperti pasangan muda lainnya. Dengan tawa Chelsea juga membuat kedua orang tuanya senang, sekaligus terhibur karena begutu mereka merasa legah karena seharian ini belum melihat senyum sekaligus tawa Chelsea apa lagi gara-gara larangan nya yang membuat Chelsea sedih. "Sudah-sudah ayo makan sekarang, keburu kemalaman." Ujar Ayah sambil memberikan satu eskrim di tangan kanannya untuk Chelsea dan memberikan salah satu es krim diantara dua eskrim yang ada di tangan kirinya. Akhirnya mereka makan es krim setelah itu langsung tidur dengan pulas. Berbeda dengan Oliviareidya yang di sepanjang malam menghayal bahwa akan ada lagi kesempatan berdua-an seperti tadi. Suka sepertinya sedang di rasakan oleh Oliviareidya yang sedang berbunga-bunga padahal Jackshien melakukan hal yang masih di batas wajar tanpa ada berlebih-lebihan agar membuat Oliviareidya menjadi tergila-gila pada nya. Ketawa ketiwi sambil rebahan, membayangkan hari-hari berdua dengan Jachsien serta sampai membayangkan bahwa dirinya akan berpacaran dengan Jackshien pun terbayang-bayang olehnya. Ke esokan paginya, Oliviareidya pun ntah mengapa sejak kejadian semalam dirinya hari ini jauh berbeda dengan tampilan yang lebih diriasnya dengan makeup yang lebih lagi tidak seperti waktu itu yang hanya berbeda, liptint hari ini dia justru menambahkan eyeline, maskara, alis serta softlens hitam. Saat izin kerja dengan menyalim tangan ayahnya. Dengan wajah ayahnya yang terheran-heran menatap pitrinya yang berubah seperti sedang ada target selanjutnya. "Tumben kamu se-makeup ini?," Tanya Ayahnya. "He-he-he iya dong yah, sudah cantik kan ?" Oliviareidya sambil cengengesan membuat ayahnya merasa senang bahwa putrinya akan mendapat pendamping sebentar lagi. "Mau nembak siapa nih?" Tanya ayah bercanda. "Ngak dong yah, cowok domg itu he-he-he.. Oliviareidya seperti ini karena ingin berbeda saja he-he-he." Ucap Olivia. Akhirnya Oliviareidya pun berangkat dengan di supirkan oleh supir pribadinya. Dengan bernyanyi-nyangi di sepanjang jalan membuat Supirnya turut ikut merasakan oerbedaan Oliviareidya yang sepertinya angat bahagia sekali apa karena ada sosok lelaki yang di kaguminya?", "Keliatan beda non, nambah gitu aura-aura bahagianya he-he-he. Kayak orang habis jatuh cinta gitu loh he-he-he aduh jadi ingat masa-masa muda dulu he-he-he..." Sambil mengendarai mobil. "Iya sepertinya aku juga sedang jatuh cinta, ntah kenapa semenjak kwjadian semalam aku keluar rasanya bahagia banget loh pak, mungkin kah ini masih Cinta Monyet?" Disepanjang jalan mereka berdua mengobrol sampa8 akhrinya berada di lokasi syutingnya. Oliviareidya yang selalu datang lebih awal pun menoleh ke kanan dan ke kiri mencari Jackshien yang sering sekali tidak datang . Pak Sitrada pun menghampiri Oliviareidya ywng tampaknya sedang memcari sesuatu atau orang. "Cari apa sih Oliviareidya??" Sangat terkejut melihat kedatangan Pak Sutradara yang datang dan menanyakan hal tersebut. "Kamu sedang mencari apa? Barang atau seseorang sih he-he-he kok tampaknya sedang mencari-cari matanya dan beda juga haru ini jauh lebih berwarna wajahmu he-he-he hayo loh apa yang kamu cari..." Ketika sedang berbincang-bincang selama beberapa menit akhirnya datanglah Jackshien dengan tidak terlalu memperhatikan Oliviareidya membuat nya merasa bahwa apa yang dia lakukan hari yang adalah dengan penampilannya yang lebih bagus hari ini . Langsung menyamperin Jacskhien yang sedang di makeup karena baru datang., "Hai... Jacskhien He-he-he makasih ya sudah membonceng ku keluar sebentar, serta membayarkan makanan semalam he-he-he dan ngomong-ngomong nasi goreng semalam enak banget loh yah."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD