Malam ini adalah malam yang pilu dan haru. Aca merasa leluasa sekaligus nyaman mengutarakan luka yang ditahannya seorang diri selama bertahun-tahun. Sudah lama rasanya Aca tak mempercayai orang lain. Bahkan Aca tak ingat kapan terakhir kali ia membahas mengenai alasan kepergian Adam kepada orang-orang disekitarnya. Aldo ternyata tanpa sadar sudah terlalu dalam menyelam masuk ke dalam kehidupan Aca. Harusnya Aca tak suka. Tapi karena orang itu adalah Aldo, Aca merasa tak apa-apa. Tak buruk juga bersandar pada orang lain selain diri sendiri. "Jangan ngelamun, Ca." Aca tersenyum kikuk, menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Sepasang suami istri itu kini tengah berada di mobil, tujuannya mereka kali ini adalah super market. Saat ingin makan malam keduanya baru sadar bahwa di rumah mereka tak

