Part 9

1184 Words

Mata Zea benar-benar melotot. Alih-alih berhenti mencium, Devano justru malah semakin menggerakan bibirnya di bibir Zea. Kepala Devano bergerak ke kanan dan ke kiri, seperti benar-benar menikmati bibir Zea, bahkan tak jarang Devano menghisapnya, Hingga Zea mendesah. Devano melepaskan tautan bibirnya, dia tersenyum sambil menyeka sudut bibir Zea. “Sudah tau caranya?” “Hah?” Zea malah linglung. “Cara berciuman yang tadi gue lakuin” “Maksud lo?” Ucap Zea sambil menelan salivanya susah payah. “Harusnya lo juga ikutin gerakan yang tadi gue lakukan!” “Memangnya harus?” Pletak. Devano menjitak kepala Zea hingga gadis itu meringis. “Aww salah gue apa?” “Jadi tadi pas gue cium, lo gak merhatiin?” “Apa sih Dev gue gak ngerti?” “Eh dodol! Gue tadi cium lo tuh biyar lo belajar ca

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD