Pagi ini sudah ada di dalam mobil Adam selalu menggenggam tangan Bella seperti tidak mau melepas dan tangan yang kanan memegang setir mobil Adam akan melepaskan genggaman tangan itu
saat Ia menggerakkan car gear lalu menggenggam tangan Bella kembali beberapa saat kemudian mobil pun sampai di kampus Bella
"Sudah sampai tuan putri."Adam dengan sigap membukakan pintu mobil untuk perempuan yang di cintai nya itu
"Terimakasih Makasih sayang."Bella turun dari dalam mobil Adam
"Iya sayang sama-sama.Nanti sebelum kamu keluar dari ruangan aku sudah standby disini,aku enggak mau bikin kamu marah lagi seperti waktu itu."Adam sambil membelai lembut kepala gadis cantik itu
"Iya syukur lah kalau begitu,biar aku enggak menunggu terlalu lama seperti kemarin sendirian lagi."Bella agak menyindir sedikit biar Adam ingat akan hal itu
"Hm.. kamu masih marah ya gara-gara kejadian kemarin,ya aku minta maaf enggakkan aku ulangi lagi hari ini, janji."Adam sambil meancungkan jari kelingkingnya
"Enggak juga,ya mudah-mudahan aja enggak seperti kemarin lagi,takut tau tertinggal sendiri,mana area kampus waktu itu sudah sepi banget lagi."Bella agak ceberut membayangkan kejadian kemarin yang Ia alami
"Hmm.Enggak juga,berarti masih marah dong?,Iya-iya enggakkan terulang lagi kok hari ini,lagi pula hari ini kerjaannya tidak terlalu banyak aku pastikan akan menjemput mu lebih awal sayang."Adam sambil memegang kupingnya sendiri
"Hm.. gimana ya,iya sudah kalau begitu hati-hati di jalan ya?, ingat jangan nakal ya sayang?."Bella memberi WARNING dengan Adam untuk tidak jelalatan dengan lawan jenis yang ada di tempat kerjanya Adam
"Ah.. siap Buk boss sayang,akan saya laksanakan perintah nya Ibu boss,dan saya berjanji untuk tidak akan nakal."Adam berdiri sambil mengangkat tangan kanannya menaruhnya ke dahinya dan tersenyum
Tiba-tiba saja gadis itu pun mencium pipi Adam yang membuatnya sedikit tersenyum malu sambil menggigit bibir bawahnya Setelah gadis cantik itu mejauh darinya barulah Adam masuk ke dalam mobilnya lalu pergi meninggalkan area kampus itu
Bella pas di tengah jalan Ia bertemu sahabatnya Stevania untung saja gadis berambut cokelat ikal itu tidak melihatnya Bella datang bersama dengan Adam jika tidak pasti Ia akan membuat anak-anak kampus menjadi heboh
"Hai Bel,di antar sama mobil itu lagi,siapa sih itu,sepertinya aku sudah enggak pernah lihat kamu pergi bersama Dennis lagi beberapa hari ini."Stevania ternyata memperhatikan kedua sahabatnya itu
"Hai juga Stevania,ada deh mau tahu aja deh kamu,lagian Dennis kan rumahnya jauh dari rumah ku kasihan dia harus bolak balik setiap hari cuma untuk antar jemput aku aja."Bella berjalan sambil memegangi buku yang ia peluk itu
"Cie...kasihan nih yee...pelit ah sekarang kamu sukanya main rahasia-rahasian sama aku."Stevania tersenyum lalu memasang wajah manyun
"Hm..sudah ah mending sekarang kita masuk ke dalam ruangan yuk?."Bella sambil merangkul lengan Stevania
di tengah jalan mereka berdua bertemu dengan Dennis yang baru datang juga pria beralis tebal itu masih berdiri menyadar di depan mobilnya sambil memainkan handphonenya
dari kejauhan Bella sudah memberi kode kepada sahabat tampannya itu untuk tidak keceplosan ngomong tentang dirinya yang sudah punya pacar di depan Stevania
melihat kode-kode dari Bella,Dennis pun hanya mengedipkan sebelah matanya
"Hai Nis."sapa Dua gadis itu yang mendekati pria beralis tebal itu
"Hai juga gadis-gadis."Dennis membalas sapaan kedua gadis itu tersenyum
"Tumben kamu sendiri Nis,Bobby kemana?."Bella bertanya kepada pria beralis tebal itu
Belum sempat Dennis bicara lagi pria plontos itu datang secara tiba-tiba sambil membawa setangkai bunga mawar yang di sembunyikan di belakang badannya pria plontos itu pun bertekuk lutut di hadapan perempuan berambut ikal itu yang di saksikan oleh Bella dan Dennis
"Stevania maukah kamu menjadi pacar ku?."Bobby masih bertekuk lutut sambil menunduk masih takut untuk menatap wajah wanita yang ada di hadapannya
"Gimana nih Bell?."Stevania berbisik pada sahabat cantiknya yang di sampingnya itu
"Ya mana aku tahu,itukan urusan hati mu bukan urusan hati ku,aku duluan ya dah Vania,semoga berhasil Bob."Bella pamit melewati mereka bertiga
"Gue juga duluan ya?,gue tunggu kabar selanjutnya okey,semangat bro,Stevania jangan bikin Bobby nangis ya?."Dennis menepuk pundak sohibnya sambil tertawa kecil
lalu mereka berdua pun meninggalkan sahabat mereka di sana hanya berdua saja
mereka pun melihat dari kejauhan dan menunggu hasil dari perjuangan seorang pria yang mengejar cintanya
"Menurut kamu Bobby di terima enggak ya Bel,sama Stevania?."Dennis masih melihat ke arah sahabat mereka berdua
"Hmm.ya kita tunggu aja Nis,mana Stevania diam mulu lagi dari tadi."Bella sama dengan Dennis Ia juga memantau sahabat mereka dari kejauhan
"Oh jadi itu pacar kamu Bell,aslinya ganteng juga ya?,beda dengan yang di foto,hehehe."Dennis mencoba menggoda sahabat cantiknya itu
"Iya lah emang siapa lagi yang jemput aku kalau bukan dia?,emang di foto kemarin kurang ganteng ya Nis.?"Bella mengerenyitkan dahinya
"He'eh lumayan lah untuk di lihat walau agak sedikit tua sih hehehe."Dennis bercandain teman cantiknya itu
''Aaaaaa...kamu ih ck,aaaaa..sudah ah.. sebel aku sama kamu Nis."Bella langsung pergi sambil cemberut
"Yah dia ngambek lagi kan,hmmm.. perempuan memang susah untuk di mengerti."Dennis berbicara dalam hati sambil tersenyum,lalu Ia pun pergi ke ruangannya
Ruangan jurusan teknik elektronik ada di tengah-tengah ruangan jurusan photo grafer dan jurusan Disain interior
"Hai bro,"Troy menyapa Dennis yang baru masuk ruangan mereka
"Hai juga bro."Dennis sambil menaruh ranselnya di bawah meja
"Cieee pacaran sama Bella traktir kita-kita dong.. hehehe..."Troy sahabat Dennis dan Bobby
"Yee.. salah Lihat kali lho, bukan gue yang jadian sama Bella,tapi Bobby nembak Stevania,kalau Bella mana mungkin sama gue yang selengean gini."Dennis sambil menaruh ranselnya di samping bangku kuliahnya
"Oh kirain beneran lho yang jadian sama anak design interior yang di ruang sebelah kanan itu., habis gue lihat tadi lho sama dia di pojokan parkiran sih."Troy memonyongkan bibirnya
"Yah Itukan karna gue sama dia lagi memantau Bobby yang lagi nembak Stevania,jadi bukan gue yang nembak Bella."Dennis yang sudah duduk di bangku
"Emang lho enggak ada perasaan istimewa gitu sama Bella Nis."Troy pria gondrong
Deg...!!!
"Sejauh ini benar-benar sekedar teman aja enggak ada perasaan apa-apa gue sama dia."Dennis duduk di kursi dengan kaki di taruh di atas pangkuannya
"Lho enggak ada sakit kelainan kan Nis?.”Troy dengan tatapan penuh selidik
"Maksud lho?,Gue suka sesama jenis gitu?,ya enggak lah,ngaco lho Troy."Dennis mengerenyitkan dahinya
"Ya gue takut aja,sohib gue yang satu ini mati rasa sama lawan jenis,bisa gawat tau."Troy terkekeh geli melihat ekspresi wajah sohib gantengnya itu
"Memang lho yee.. kembarannya Bobby bikin kesel aja tau enggak sih.''Dennis memiting sohibnya yang satu itu sambil mejitak dahinya gemas
Sedang seru-serunya berdebat tidak lama kemudian Bobby masuk kedalam ruangan
dengan wajah datarnya
"Gimana Bob?."Dennis sambil memainkan alis tebalnya turun naik
"Hmmm.. gue di,hmmmm."Bobby menjawab menggantung
"Di tolak apa di terima?."Dennis dengan wajah tegangnya
"Gue di..?."Bobby membuat dua sohibnya jadi penasaran
"Gue apa yang jelas dong, jangan bikin kita penasaran gini Bob?,ya enggak Troy?."Dennis sambil bertanya kepada sohibnya yang satunya,pria gondrong itu pun menganggukkan kepalanya
"Fiust... gue di terima woe."Bobby mengutarakan bahwa dirinya telah jadian dengan gadis berambut ikal itu
"Uwis Selamat ya?,udah punya pacar sekarang, akhirnya bisa jugakan lho ngomong sama orangnya langsung."Dennis bersandar di kursi dengan tangan di lipat di dadanya
"Itu aja gue sesak nafas,untung masih bisa gue tahan biar enggak pingsan."Bobby dengan wajahnya yang sumringah
"Bukannya Ini yang kesekian kalinya lho jadian sama cewek,kenapa sampai sekarang masih sesak nafas Bob?."Troy sambil terkekeh karena Ia tau siapa saja cewek-cewek yang pernah jadi pacar Bobby
belum sempat Bobby berbicara lagi dosen dan mahasiswa lainnya pun masuk ruangan mereka dan jam pelajaran dimulai dan dosen menjelaskan materi pelajaran hari ini
tugas hari ini lumayan banyak sampai tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah tiga sore dan alarm kampus berbunyi waktunya untuk mereka pulang
mereka pun berbondong-bondong keluar dari gedung kampus menuju ke area parkir Dennis, Bella,Stevania dan Bobby saling berpamitan
Sesuai dengan janjinya Adam sudah ada di parkiran sebelum gadis cantik itu keluar dari gedung kampusnya,melihat mobil pacarnya sudah ada di depan parkiran gadis itu pun duluan pamit
"Aku duluan ya?,dah semua."Bella melambaikan tangan ke arah sahabatnya
"Iya dah."Tiga sahabatnya sambil membalas lambaian tangan Bella
"Gue duluan cabut ya?,Bye..Bob,Stevania langgeng terus ya?."Dennis pun juga pamit pulang dengan sahabatnya yang baru jadian itu
Setelah mejauh dari ketiga sahabatnya itu Bella menghampiri Adam yang sudah ada di parkiran itu Ia senang karena pria dewasa itu menepati janjinya setelah itu Ia pun bergegas masuk ke dalam mobil dan meninggalkan area kampus
"Untung hari ini betulan di jemput."Bella masih mengingat akan kejadian kemarin sambil tersenyum
"Enggak telatkan aku jemputnya?,kan aku udah janji tidak akan mengulangi seperti kemarin,gimana kalau sebelum pulang kita jalan-jalan dulu maukan?
"Ya tepat waktu kok hari ini, tapi nanti Ayah akan marah kalau aku pulang telat sayang."Bella sedikit agak ragu
"Tenang aja sayang,aku sudah meminta izin kok sama Ayah mu kalau hari ini aku akan mengajak mu jalan dan dia setuju."Adam menyakinkan bahwa dirinya sudah meminta izin kepada ayah gadis cantik itu
setelah mendengar perkataan pria dewasa itu Bella pun mau Ia pun masuk kedalam mobil meninggalkan area kampus itu
tanpa disadari oleh Dennis sejak dari tadi ada yang membidiknya dengan kamera ponsel
Cetrek.. Cetrek...
Bunyi kamera ponsel yang mengambil dari jarak jauh
"Hmm.. cakep juga dia kalau dilihat-lihat lumayan buat nambah koleksi foto di rumah."Shellya gumamnya sambil melihat-lihat foto yang diambilnya tadi