Siapa Wanita Yang Bersama Ayah?

1627 Words
Sore hari ini Mahendra mengajak kekasihnya untuk main ke rumahnya wanita cantik yang bernama lengkap Sisca Clarissa Tamara sekaligus rekan kerja yang di kenalkan oleh Gustaf "Selamat datang di istana kecil ku."Mahendra sambil membuka pintu rumahnya "Tapi ku lihat tidak terlalu kecil kok mas malah sebaliknya lumayan besar."Sisca tersenyum sambil melihat-lihat ke adaan dalam rumah "Ehm oh ya?,gimana kalau kita pergi ke teras belakang rumah biar kita bisa berbicara santai."Mahendra sambil menggenggam tangan Sisca Mereka berdua pun sampai di teras belakang rumah Mahendra pun menyuruh Bi Jumiten untuk mengambilkan minuman untuk mereka berdua "Jadi mas tinggal berdua sa'ja dengan Bella tidak ada orang lain lagi.?"Sisca masih menepel manja di pundak Mahendra yang begitu harum parfum blue gary "Iya begini lah keadaan mas setelah meninggalnya Ibundanya Bella,di rumah cuma berdua dengan Bella dan ada satu pembantu,itu pun kalau Bella tidak sibuk dengan urusan kampusnya, kalau kamu sendiri gimana dengan Revin?,"Mahendra membelai rambut perempuan Itu dengan mesra "Ya begitulah mas,sama seperti mas ke Bella tapi bedanya kalau Revin itu susah untuk di atur maunya keinginannya sendiri yang di turuti,jadi aku harus selalu mengalah."Sisca masih bersandar di dada Mahendra yang bidang itu walaupun usianya sudah menginjak empat puluh delapan tahun tapi Mahendra tetap menjaga bentuk tubuhnya yang Atletis itu "Hm.cantik ya almarhumah mbak Sonya ya mas.?"Sisca melihat bingkai foto yang terpajang di dinding ruang tamu dekat teras dalam rumah itu "Iya kamu juga tidak kalah cantik dengan dia,makanya mas jatuh hati sama kamu sejak pertama kali kita bertemu."Mahendra sambil mengelus-elus jari jemari tangan Sisca "Aah..mas bisa aja gombalnya ih.. jadi tambah sayang deh sama mas."Sisca mengelus jambang Mahendra yang begitu rapi "Iya harus dong sayang emuach."Mahendra tersenyum sambil mengecup kening Siska mesra Sedang asyik bermesraan dengan wanita lain Mahendra tidak sadar kalau akan kehadiran anak perempuan nya yang baru saja datang dari pulang kampus Deg...!! "Assalamu'alaikum ayah."Bella yang di temani oleh Adam membuka pintu rumahnya sambil mengucapkan salam kepada ayahnya sambil menahan air matanya yang hampir mau jatuh itu "Waalaikumsalam eh anak perempuan Ayah sudah pulang sama nak Adam."Mahendra agak terkejut melihat kedatangan anak gadisnya sambil melepaskan genggaman tangan nya dari wanita itu "Iya Ayah."Bella singkat sambil melirik ke wanita yang ada di belakang badan ayahnya itu dengan ekspresi wajah yang heran "Oh iya kenalan dulu yuk sama temen ayah,Ini Tante Siska,Sis ini anak gadis ku Bella yang paling aku sayangi dan ini Adam anaknya Gustaf."Mahendra sambil memegang bahu anak gadisnya dan belum mau mengaku kalau Siska adalah kekasihnya di depan anak perempuan "Hay cantik, perkenalkan nama Tante Siska senang bertemu dengan mu cantik dan kalian berdua"Sisca sambil mengulurkan tangannya pada gadis cantik itu dan pada Adam "Hm iya Terima kasih Tante,Tante juga cantik dan baik pantas saja ayah suka sama Tante."Bella dalam hatinya tersenyum sambil melirik ke arah Ayahnya Sisca wanita yang berumur sekitar empat puluh lima tahun yang masih terlihat muda itu adalah rekan kerja Ayahnya Bella di salah satu perusahaan dia juga seorang single parent dengan satu orang anak lelaki yang berusia masih belasan tahun "Adam pamit pulang duluan om soalnya sudah mau malam juga,mas pulang ya Bel sampai ketemu besok ya?."Adam pamit pulang pada Bella dan Mahendra "Iya mas,hati-hati ya mas sampai ketemu besok mas sayang."Bella bilang sayang pada Adam di depan Ayahnya Setelah mendengar perkataan yang barusan anak gadisnya ucapkan Mahendra melihat ke arah anak gadisnya dan Adam saling senyum malu-malu kucing sebelum akhirnya Adam pergi pulang dari rumah Bella Setelah kepulangan Adam dari rumahnya raut wajah yang semula ceria tiba-tiba meredup sambil hatinya berkata "Haruskah secepat ini Ayah medapatkan penggantinya Bunda."Bella berbicara dengan dirinya sendiri dengan menahan sesak di dadanya Mungkin menurut Bella sepuluh tahun waktu yang terlalu cepat untuk sang Ayah mencari pengganti Bundanya Sampai akhirnya suara ayahnya menyadarkannya ''Hay Anak cantik Ayah kok melamun sih,hm.kenapa sayang?."Mahendra sambil mengelus-elus pundak anak gadisnya itu "Ah. Iya Ayah,enggak kok,ehm cuma kepikiran banyak tugas kampus di suruh sama dosen tadi,jadi Bella ke kamar dulu ya Ayah,Tante,permisi."Bella pun langsung berlalu pergi ke kamarnya meninggalkan Ayahnya dan Tante Siska mereka berdua di sana "Tuh kan kamu bisa lihat sendiri betapa sibuknya dia dengan tugas-tugas kuliahnya sampai-sampai dia jarang bertemu dengan aku kalau sudah sibuk begitu."Mahendra sambil menatap kepergian anak semata wayangnya itu "Hah itu cuma perasaan mas saja mungkin,sebentar lagi kan jam makan malam,pasti dia akan keluar lagi."Sisca sambil merangkul lengan Mahendra mesra dan manja Bella pun berlalu pergi ke kamarnya dan sesampainya dia di dalam kamar Ia pun langsung berderaian air mata ingin rasanya Ia berteriak namun tidak bisa akhirnya Ia pun memutuskan untuk menyegarkan diri setelah itu Ia pun mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat isya Di dalam do'anya dia terisak menangis karena Ia belum siap kalau ada wanita lain di dalam kehidupan dia dan Ayahnya "Ya ALLAH..Haruskah secepat ini Ayah mendapatkan pengganti Bunda,tapi aku belum siap."Bella dalam do'anya sambil bedaraian air mata setelah puas menangis dan selesaikan ibadah sholatnya Ia pun melipat sejadahnya lalu membasuh wajahnya lagi setelah itu meneteskan obat tetes mata untuk menghilangkan sembab di matanya itu beberapa menit kemudian ada yang mengetuk pintu kamarnya Tok..tok. "Boleh tidak Tante masuk."Sisca dengan suara lembut di balik pintu kamar gadis itu "Iya silahkan masuk"Bella dengan suara sengau karena habis nangis "Kamar tidur mu cantik rapi seperti orangnya yang punya."Sisca mencoba sambil mendekati gadis itu dan membukaa pembicaraan "Biasa aja kok Tan tidak ada yang istimewa di kamar ini."Bella masih duduk di atas tempat tidur nya dan tidak ingin menatap wajah wanita paruh baya itu "Ada sayang,kamu begitu rapi menata kamar tidur mu sendiri cantik,beda dengan anak Tante.Revin, mungkin karena dia cowok tidak memperdulikan kerapian kamarnya."Siska mendekati gadis cantik itu yang sedang duduk di tepi tempat tidurnya Revin Wisnu Prayoga yang berusia sama dengan gadis cantik itu merupakan anak tunggal dari Sisca dan mantan suaminya terdahulu yang telah tega meninggalkan dirinya bersama putranya yang saat itu masih bayi di karenakan wanita lain yang suaminya kenal di sebuah tempat hiburan malam Sisca tau gadis belia itu tidak menyukainya akan tetapi dia berusaha untuk akrab dengan gadis cantik itu "Hm.kalau boleh tau anaknya Tante semester berapa?,emang usianya sama dengan ku?."Bella mulai beranikan diri untuk berbicara dengan Sisca yang ada di hadapannya "Semester ganjil sama seperti kamu Bella sayang cantik dan mungkin,usia kalian sama tapi lebih tua dia sebulan."Sisca dengan pandangan mengarah ke gadis cantik itu "Oh.kalau boleh tau siapa nama lengkapnya anaknya Tan?."Bella ingin tahu sosok dari anak Sisca "Namanya Revin Wisnu Prayoga,emang kenapa cantik sayang.?"Sisca mulai membelai rambut anak gadis itu "Hm.. tidak apa-apa kok Tan,cuma nanya saja,kalau boleh tau sudah berapa lama Tante dengan Ayah berkenalan."Bella memberanikan diri untuk bertanya Deg...!!! "Oh gitu,hm.. Tante dan Ayah mu sudah lama kenal kami adalah rekan kerja di perusahaan tempat Ayah mu berkerja."Sisca sambil tersenyum menyikapi santai dan sambil merapikan rambut Bella "Apa dia mau menggantikan posisi Bunda di hati Ayah ya?."Bella memandang wajah Sisca sambil menerka-nerka "Hai cantik kok ngelamun terus sih dari tadi,ada masalah apa cerita dong sama Tante,siapa tau Tante bisa bantu."Sisca sambil merapikan rambut Bella yang jatuh ke wajah gadis cantik itu menaruhnya di belakang kuping "Ah.hm.enggak apa-apa kok Tan cuma pusing aja gara-gara banyak tugas kampus yang di kasih sama dosen tadi lumayan banyak.''bella beralasan bahwa dirinya banyak tugas Sampai akhirnya wanita paruh baya itu mengajak gadis cantik itu keluar dari kamar nya untuk turun ke lantai bawah "Hm..gimana kalau sekarang kita keluar Ayah mu sudah menunggu kita di meja makan yuk cantik."Sisca mengajak sambil mengulurkan tangannya ke gadis cantik itu Mereka berdua pun keluar dari kamar gadis cantik itu menuju ke lantai bawah ruang makan di sana sudah ada Mahendra yang menunggu mereka berdua "Baru keluar Ayah sudah nunggu lama nih sampai perut Ayah bunyi mulu dari tadi."Mahendra sambil memegangi perutnya yang seperti roti sobek itu "Ya biasalah Yah namanya juga cewek pasti ada sesuatu yang di bicarakan dan cowok tidak boleh tau ya kan Tan.?"Bella mencoba terlihat akrab dengan teman dekat wanita Ayahnya "Jadi sekarang mulai main rahasia-rahasian ya sama Ayah hm.."Mahendra yang sudah duduk di kursi makan sambil tersenyum menyikapi hal itu "Sudah ah bercandanya mending sekarang kita makan,Mas sama Bella pasti sudah lapar kan?"Sisca sambil mengambilkan nasi ke piring masing-masing Banyak pembicaraan yang tercipta di meja makan itu sampai akhirnya makan mereka selesai dan Sisca pun pamit pulang karena hari sudah mulai malam dan Ia pun mengawatirkan putra semata wayangnya yang di rumah "Aku pamit pulang ya Mas sudah malam takutnya Revin lupa makan,dia kan terlalu sibuk dengan kegiatannya,Bell Tante Siska pulang ya?, senang bertemu dengan mu cantik."Sisca yang sudah ada di halaman depan rumah Bella sambil mengecup pipi Mahendra yang di lihat oleh gadis cantik itu pun terkejut melihat kejadian itu,anak perempuan mana yang mau Ayahnya di cium dengan wanita lain,selain ibundanya sendiri, gadis cantik itu langsung berlari ke kamar sambil menangis "Iya kamu hati-hati ya di jalan,apa lagi sekarang sudah mulai malam sepi lagi kalau sudah sampai rumah telpon ya?"Mahendra agak melirik ke arah putrinya yang tidak terlalu jauh dari mereka "Iya mas itu pasti,sampai ketemu besok di kantor ya mas?." Sisca sambil membuka pintu mobil masuk ke dalam mobil lalu menyalakan mesin membuka kaca mobi lelambaikan tangan lalu berlalu pergi mejauh dari rumah Bella Setelah kepulangan Sisca dari rumah mereka Mahendra langsung menyusul anak gadisnya itu yang berlari ke kamarnya Tok..tok "Apa dia marah ya atas kejadian tadi,eh tapi kok pintu kamarnya tidak di kunci apa dia lupa?."Mahendra memegang hendel pintu kamar anak gadisnya lalu masuk ke dalam kamar gadis itu Tau sang ayah datang ke dalam kamarnya Bella pun berpura-pura tidur pulas Mahendra yang melihat anak gadisnyanya yang telah tertidur pulas pun mengecup kening sang putri sambil mengucapkan selamat tidur "Mimpi yang indah ya sayang."Mahendra sambil mengecup kening sang putri yang sudah tertidur pulas sambil menarikkan selimut agar putrinya tidak kedinginan setelah itu Ia keluar dari kamar anak gadisnya itu Bagaimana bisa mimpi indah kalau sebelum tidur sudah mimpi buruk duluan atas kejadian yang barusan terjadi
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD