Bagian 53

1345 Words

Hann  Suatu malam, aku mendapatkan sebuah panggilan suara dari Saint Clodovea. Nala memberiku sebuah kabar. “Kamu tahu, aku mengatakan kepada Johan bahwa aku,” selanya sambil menghela napas, “bersedia menikah dengannya,” kata Nala ketika aku sedang menjaga kedai kecilku.            Napasku mendadak tersengal. Mataku menewarang kosong. Tunggu-tunggu, aku masih tak percaya dengan ucapannya. Tetapi ketika kutanyakan lagi, itu bukan ilusi siang hari, sore, atau malam hari. Bukan juga fatamorgana, bukan juga candaan. Seketika menyadari kalau ini benar-benar nyata, dadaku seperti tertusuk pelor panas di detik pertama, dan pada detik kedua, aku merasakan dadaku berlubang. Malam itu, aku mendadak rapuh, jiwaku berguncang hebat, dan jantungku berasa berhenti memompa darah.            Aku mas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD