MAAFKAN AKU, ANASTASIA.

1570 Words

Ana menuruni tangga dengan lemas. Tak ada semangat hari ini. Semuanya dia pikirkan. Mulai dari Fernando dengan lamarannya dan juga pengungkapan fakta kalau dia hampir diperkosa. Ini tak pernah terpikirkan olehnya kalau semuanya akan terbongkar dengan cara seperti ini. Sangat diluar ekspetasinya. Di meja makan sudah ada semua orang. Ayah, Mama, Kakak dan Kakak iparnya dan juga... Fernando. Ana menghembuskan nafasnya. Please, dia masih tertekan dan dia harap tak bertemu pria itu dulu. “Ana, cepetan turun sayang. Kamu nih udah ditungguin dari tadi.” Mama melambaikan tangannya untuk meminta Ana mempercepat langkahnya menuruni tangga. Sesampainya di lantai dasar, dia langsung menuju kursinya untuk sarapan. Ah, dia sudah gak nafsu. Sepertinya keluarganya memang sengaja mengatur agar tempat du

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD