AWAL YANG BARU

2204 Words

“Ham, kok Ana gak ada di kamar ya? Dia bilang mau pergi ke mana gak?” Mama bertanya karena khawatir tak menemukan anak perempuan satu-satunya. Ilham menggeleng dan ikut mengerutkan keningnya. "Bukannya di kamar lagi istirahat ya, Ma?" “Gak ada. Mama udah ngecek.”    “Serius?”“Serius! Kamu pikir Mama anak kecil yang hobinya bercanda mulu.” Ilham langsung bangkit dari sofanya dan naik ke lantai dua rumah ini. Dibukanya kamar Ana dan mengernyit. Iya, gak ada. Dia merogoh sakunya, berniat menelpon. “Walaikumsalam. Kamu di mana?” panggilannya dijawab dengan cepat. “Di apartemen.” Ilham mengerutkan kening tak suka. “Kenapa di apartemen? Kamu kan masih sakit.”  “Udah nggak kok.” “Kamu masih pucet, Na! Please, pulang sekarang. Di sana gak ada yang ngurus kamu.” “Aku bisa ngurus diri send

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD