ANAKKU SAYANG

1505 Words

Rumah besar itu terlihat sepi bak tak berpenghuni. Biasanya memang sepi, tapi setelah kepergian anak perempuannya, rumah ini semakin sepi. Ruang tamu rumah ini terlihat rapi, sangat rapi. Semua perabotannya tidak ada yang bergeser sedikitpun dari tempatnya sejak kepergian anak perempuan pemilik rumah ini. Ruangan ini seolah-olah menunggu anak pemilik rumah ini yang hobinya mengacak-acak bantal sofa dan juga memindah tempat perabotan sesuai keinginannya. Berpindah ke arah dapur, di sana terlihat sosok perempuan paruh baya yang terlihat ringkih. Perempuan paruh baya itu tersenyum menatap cookies coklat buatannya yang matang sempurna. “Ma, lagi apa?” Suara itu membuyarkan lamunan perempuan paruh baya yang tak lain adalah istrinya. Mamanya Anastasia Maharani. “Ayah kapan nyampe? Kok aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD