Hari-hari berlalu dengan cepat. Lampu temaram kali ini sedikit membuat Ana gerah. Suhu ruangan sebenarnya biasa-biasa saja, tetapi gadis itu tak bisa berhenti mengeluarkan keringat. Di depannya ada bu nyai yang siap menguji hafalan Ana dari awal hingga akhir. Kini ia bertarung mati-matian dengan ingatan serta hatinya. Ujian untuk benar-benar menjadi hafizah sebenarnya telah dimulai sejak masuk di pondok. Setiap khatam lima juz, meraka akan diuji hafalannya. Mereka akan diminta membaca juz tersebut dari awal hingga akhir dengan tenggang waktu yang telah ditentukan pula. Kesalahan hanya ditolerir sebanyak tiga kali, kalau lebih maka harus mengulang ujian. Berbeda ketika sudah khatam lengkap tiga puluh juz. Santriwati yang ujian hanya diminta meneruskan ayat serta menyebut ayat

