Reza menyetiri Hanum dengan suasana hati sama sedihnya dengan perempuan itu. Dalam hati ia bersyukur ia bisa menemani Hanum untuk sampai di kediaman keluarganya. Reza tidak yakin jika Hanum bisa pulang kalau dirinya tidak ada. Lihat seberapa kacau keadaan gadis cantik ini, wajah yang selalu mendongak dan menyombongkan apa yang ia punya kini hilang dan digantikan dengan seorang perempuan yang kehilangan semangat hidupnya. Sekali lagi melirik pada Hanum yang menangis tanpa suara. Hanum, sejak Reza menjemputnya, ia tidak pernah menoleh ke arah kanan. Ia menyembunyikan tangis dan air matanya dari Reza padahal seperti apa pun cara gadis ini untuk menyembunyikannya, Reza tetap bisa mengetahui itu semua. “Dek,” panggil Reza sayang. Hanum makin memutar tubuhnya ke arah jendela mobil di sebelan

