bc

Bertemu Untuk Berpisah

book_age16+
7
FOLLOW
1K
READ
BE
family
friends to lovers
heir/heiress
drama
bxg
campus
city
highschool
childhood crush
enimies to lovers
secrets
like
intro-logo
Blurb

Nadine seorang gadis muda yang baru saja kuliah di Fakultas kedokteran bertemu dengan Baskara pria kaya yang sombong dan arogan yang selalu membuat masalah dengan Nadine yang ternyata adalah sahabat kecil yang dicarinya selama ini.

Namun karena mempunyai penyakit ginjal stadium akhir Baskara berpura pura untuk tetap menjadi pria menyebalkan dan menghindari Nadine yang sudah mengetahui jika Baskara teman kecil yang selalu ia tunggu dan berupaya untuk mengejar cinta pemuda itu.

chap-preview
Free preview
Bab 1 perpisahan
Malam itu terdengar suara handphone berbunyi yang tergeletak di atas meja nakas kamar itu.Seorang gadis terbangun mengusap kedua matanya yang masih mengantuk melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul tiga pagi. "Hallo Nadine ini tante Sofia,Baskara.."sebelum melanjutkan terdengar wanita itu menangis seegukan. "Tante ada apa Tan..Baskara kenapa ?"tanya Nadine tampak panik. "Baskara dalam keadaan kritis saat ini Nad." "Apa....??" Tanpa banyak bertanya gadis itu segera mengambil kunci motor maticnya dan bergegas keluar sambil mengenakan jaket. Sebelum itu ia menengok ke kamar ayah dan ibunya melihat mereka yang masih tertidur lelap. "Maafin aku ayah,ibu aku enggak mau membangunkan kalian ,aku harus menemui Baskara sekarang." Dengan pelan ia membuka pintu rumah menghidupkan motor maticnya dan pergi menuju rumah sakit. Dengan langkah pelan dan tubuh yang lemas seperti tidak bertulang mendengar kabar kekasihnya itu ia melangkah mencari ruangan dimana pemuda itu berada. Dari kejauhan terlihat orangtua Baskara yang berdiri didepan pintu ruang rawat dengan wajah tampak cemas menunggu dokter yang sedang menangani anak mereka. "Tante Sofia..om Bagas bagaimana keadaan Baskara ?"tanya Nadine menatap mereka berdua. Mereka berdua tidak menjawab dan istrinya hanya menangis di bahu suaminya. Ia segera menerobos masuk kedalam ruang rawat itu terlihat beberapa dokter dan suster yang sedang berupaya agar jantung Baskara dapat berdetak lagi dengan menggunakan alat pengejut jantung itu. "Baskara kamu enggak boleh pergi Bas,kamu harus tetap kuat!!"seru Nadine tiba tiba histeris melihat pemuda yang dicintainya sedang meregang nyawa. "Nona sebaiknya keluar dulu biar pasien ditangani oleh dokter!"seru salah satu suster itu menyuruh Nadine pergi. Sofia yang melihat Nadine yang histeris segera memeluknya berusaha saling menguatkan agar pemuda itu bisa diselamatkan . "Sebaiknya kita berdoa agar Baskara kembali pulih walau kemungkinannya kecil untuknya bertahan hidup."seru Bagas berusaha untuk tegar melihat putra tunggalnya itu. Tidak lama beberapa dokter dan suster itu keluar,mereka terlihat tegang menemui keluarga pasien. "Dokter gimana anak kami...?" "Kami sebenarnya tidak ingin memberitahu ini tetapi harapan untuk Baskara bertahan hidup sangat tipis dengan penyakit ginjal stadium akhir yang dideritanya,kami harap kalian bisa menerima semua ini dengan ikhlas jika sewaktu waktu nyawanya tidak dapat tertolong lagi"ucap dokter itu turut bersedih. "Dok,boleh kami menemuinya?"tanya Nadine . "Silahkan tapi jangan menunjukkan kesedihan kalian karena itu sangat berpengaruh pada pasien kalau begitu kami permisi dulu!"ucap dokter itu meninggalkan mereka. "Ayo kita masuk sebelum Baskara anfal dia menyebut namamu terus Nadine "ucap Sofia mengusap airmatanya. Gadis itu pun segera masuk kedalam menemui Baskara yang terbaring lemah dengan banyak selang yang menempel ditubuhnya. pemuda itu tersadar melirik kearah Nadine dan kedua orangtuanya sambil tersenyum walau wajahnya sudah tampak pucat dan sangat kurus. "Nadine kamu disini?"tanya pemuda itu dengan suara lemah . "Jangan banyak bicara Bas...kamu janji sama aku kalau kamu harus kuat dan melawan penyakitmu ini kan...?"ucap Nadine berurai airmata menggenggam tangan pemuda itu. Pemuda itu hanya mengangguk pelan menatap gadis yang ia cintai selama ini. "Tapi aku enggak kuat Nad rasanya sakit sekali"ucapnya lagi menahan sakit ditubuhnya. "Sebelum aku pergi aku mau ajak kamu kesuatu tempat dimana hanya ada aku dan kamu ."ucap Baskara. "Tapi kamu lagi sakit Bas,kita enggak mungkin kesana"sahut Nadine melihat kondisi Baskara yang sangat lemah. "Please Nad,penuhin permintaan aku yang terakhir kali sebelum aku benar benar pergi ." Nadine menoleh ke arah orangtua Baskara yang terus menangis disana dan ia pun mengangguk memenuhi permintaan pemuda itu. Pagi itu sebelum pergi Sofia memeluk dan mencium putranya berkali kali seakan akan itu adalah pertemuan mereka untuk terakhir kalinya. "Hati hati nak...!"ucap Sofia . Dengan menggunakan kursi roda Baskara segera pergi bersama Nadine dan juga seorang perawat untuk berjaga ,mereka pun masuk kedalam mobil yang sudah stand by menunggu mereka di depan lobby rumah sakit. "Mama dan papa jangan sedih,aku sayang kalian,kalian adalah orangtua terbaik yang pernah aku miliki." "Jangan bilang begitu nak...kamu pasti bisa sembuh..."seru Sofia menangis . "Udah ya aku pamit dulu !"ucap Baskara melambaikan tangan ke arah kedua orangtuanya dan pergi meninggalkan mereka. Beberapa jam berlalu akhirnya mobil mereka tiba disebuah taman yang dipenuhi bunga bunga indah yang berwarna warni dengan pemandangan pegunungan . Dengan hati hati dibantu dengan suster,Nadine mendorong kursi roda ke dekat bangku taman. Gadis itu duduk disebelah Baskara yang tampak menatap kosong ke depan. "Kamu inget Nad tempat ini?dimana kita bermain bersama saat kecil dulu bersama orangtua kita,tapi sejak hari itu dimana ayahku mendapat tugas dilondon dan kami harus pindah ke sana kita tidak pernah bertemu lagi" ucap Baskara dengan suara pelan. "Tentu Bas,aku enggak akan pernah lupa dimana kamu petik bunga bunga yang ada ditaman ini buat aku dan bilang kalau aku gadis cantik yang pernah kamu temui"sahut Nadine mengusap airmatanya yang terus menetes. "Dan juga aku bilang sama kamu waktu itu..." "Bahwa kita tidak akan pernah berpisah!"ucap mereka berdua bersamaan,Baskara tersenyum memandang Nadine yang sudah bersimbah airmata . "Tapi sepertinya tuhan tidak merestui kita tetap bersama Nad...uhuk..uhuk!"ucap Baskara terbatuk mengeluarkan darah segar dari mulutnya. "Biar aku bersihkan tanganmu...!"ucap Nadine mencoba untuk bersikap tenang dan Ia segera mengambil sapu tangan miliknya dari dalam saku celananya dan membersihkan noda darah di telapak tangan baskara dengan hati hati . "Aku merasa lelah Nad !"ucap Baskara dengan nada pelan menyandarkan kepalanya di bahu gadis itu. "Sudah jangan banyak bicara lagi Bas..."sahut Nadine menatap kedepan. "Nad boleh aku tidur,aku merasa sangat mengantuk" "Tidurlah Bas!aku tidak akan pergi kemana mana sampai kamu terbangun lagi "ucap Nadine menangis,ia tahu bahwa ucapan itu sebagai tanda perpisahan mereka untuk selama lamanya. Perlahan mata sayu itu tertutup rapat ,tangan yang saling menggenggam itu terlepas seketika,Nadine menangis memeluk Baskara yang baru saja menghembuskan nafas terakhirnya. "Selamat jalan Baskara...!"ucapnya dengan suara parau. Tidak lama suster dan juga beberapa petugas segera datang kelokasi membawa jasad pemuda itu kedalam mobil ambulans. Suasana terasa hening hanya terdengar lantunan doa dari seorang ustadz yang baru saja selesai melakukan proses pemakaman. Terlihat kedua orang tua Baskara yang tampak sedih kehilangan putra satu satunya berdiri di makam anaknya. "Bagas kami turut berduka cita atas meninggalnya Baskara,kami tidak menyangka anak itu pergi secepat ini dalam usia yang masih muda tapi semua sudah takdir dan kami doakan agar ia mendapat tempat terbaik disana"ucap Leo ayahnya Nadine yang tampak sedih. "Terima kasih..Leo, Suci insha Allah kami akan ikhlas menerima semua ini".sahut Bagas memeluk sahabat karibnya. Sebelum pergi Suci menghampiri putrinya yang berdiri didepan makam dengan pandangan kosong dan wajah sembabnya. "Kamu yang sabar ya nak,ayo kita pulang "ucap Suci mengajak putrinya untuk pulang bersama mereka. "Enggak,aku masih mau tetap disini,ibu dan ayah pulang saja duluan!"sahut Nadine mendekat kepusara setelah para pelayat perlahan pergi. "Ayo mah kita biarkan Nadine sendiri,dia masih sangat terpukul atas kepergian Baskara"ucap Bagas mengajak istrinya pulang. Disana hanya ada Nadine sendiri berada disisi makam pemuda itu sambil meletakkan buket bunga di atas pusara. "Dulu kamu yang sering kasih bunga ke aku Bas sekarang aku yang gantian kasih bunga ke kamu,semoga kamu tenang disana ..pasti kamu enggak sakit lagi kan sekarang ,tenang aja aku enggak akan nangis lagi aku udah janji sama kamu akan lanjutin hidup dan kejar cita citaku jadi dokter seperti cita cita kamu dulu supaya bisa banyak nolong orang kaya kamu."Ucap Nadine mencium papan nisan itu. Ia mengusap airmatanya yang terus menetes dan beranjak pulang meninggalkan makam pemuda itu ditengah gerimis yang turun dengan tiba tiba . ****

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Gairah Lama Kembali Membakar

read
6.2K
bc

Kuliah Malam Bersama Dosen Hot

read
156.6K
bc

Putri Haram Konglomerat untuk Tuan Muda Cacat

read
19.7K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pilihan Hatimu

read
114.5K
bc

Orang Ketiga

read
36.9K
bc

Babysitter Canduku

read
20.2K
bc

Ranting Yang Patah

read
40.5K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook