Dengan hati hati Nadine mengendarai motornya melewati hiruk pikuk kendaraan dijalan yang berlalu lalang.Terdengar suara klakson mobil dari arah belakang ia menoleh melihat mobil Pajero putih itu melaju melewatinya,dari balik jendela mobil muncul wajah pria yang dikenalnya sambil tertawa puas melihat Nadine.
"Keren banget motornya sampe silauu men!"teriak Baskara .
"Awas kamu ya,dasar cowok ngeselin !"sahut Nadine dengan wajah kesal menambah kecepatan motornya menuju rumah.
Ia menaruh motor itu di halaman dan segera masuk menuju kamarnya dengan wajah sedih,ibunya yang sedang menonton televisi merasa heran melihat anaknya yang tidak memberi salam padanya.
"Baskaraaa,aku benci banget sama kamu dasar pria jahat!"seru Nadine merebahkan tubuhnya di kasur .
"Assalamualaikum Bu,itu motornya Nadine kenapa kok jadi begitu?"tanya Leo tampak bingung sepulang bekerja melihat motor baru sebagai hadiah untuk putrinya sudah di coret coret .
"Waalaikumussalam pak,memangnya motornya Nadine kenapa pak?"
"Ibu lihat saja sendiri diluar,mana Nadine ?"sahut Leo berjalan mencari anaknya.
"Anak itu dikamar,wajahnya merengut aja sehabis pulang tadi."
Tanpa banyak kata Leo segera mendatangi kamar anaknya dan mengetuk pintu untuk bertemu dengan putrinya itu.
Tok..Tok..
"Nad kamu didalam,boleh ayah masuk nak?"tanya Leo dari balik pintu kamar putrinya.
Mendengar suara ayahnya ia tampak panik dan segera merapikan rambutnya dan mengolesi wajahnya dengan bedak agar tidak terlihat sembab.
Leo berdiri didepan pintu melihat anaknya yang baru membuka pintu ,"Nad kenapa motor yang ayah berikan padamu jadi seperti itu?"
Gadis itu hanya menunduk merasa bersalah atas apa yang terjadi,ia merasa tidak amanah dalam menjaga pemberian ayahnya.
"Kenapa kamu diam,coba cerita sama ayah biasanya kamu enggak kaya gini ?"
Ia menatap wajah ayahnya yang tampak lelah setelah pulang dari bekerja tanpa bisa ditahan lagi ia segera memeluk ayahnya sambil menangis.
"Maafin aku yah,aku enggak bisa jaga barang yang ayah kasih tadi dikampus ada yang jail coret coret motor itu,aku tau ayah belinya dengan susah payah supaya aku punya kendaraan tapi aku enggak amanah"seru Nadine terisak .
"Ya ampun siapa yang berbuat seperti itu sama kamu padahal kamu baru di kampus itu?"tanya ayahnya mengusap kepala anaknya dengan lembut.
"Namanya Baskara yah,dia anak kedokteran kelas 2A cowok paling populer dikampus tapi nyebelin dan bikin Masalah terus sama aku!"sahut Nadine memberitahu.
"Kenapa dia seperti itu sama kamu pasti ada alasannya kan?"
"Dia yang buat bajuku kotor terkena cipratan kemarin yah,karena aku nantangin dia,dia jadi kesel sama aku"
Ayahnya menggelengkan kepala dan tersenyum melihat anaknya yang seperti bayi kecil yang merengek menceritakan tentang pemuda yang ada dikampusnya itu.
"Yaudah,kamu jangan lagi berurusan sama dia kalau perlu kamu menghindar biar enggak kena Masalah apalagi dia anak orang kaya tidak seperti kita yang hidupnya pas Pasan jangan sampai kuliahmu bermasalah ,soal motor ayah akan bawa kebengkel malam ini biar di warna lagi seperti aslinya,sekarang kamu mandi gih udah bau kecut anak ayah ni!"ucap Leo menenangkan putrinya.
Jauh dilubuk hatinya Leo merasa sedih karena kebangkrutan perusahaannya istri dan anaknya merasakan dampaknya dan harus hidup susah tanpa fasilitas yang dulu mereka punya seperti mobil,rumah mewah dan lainnya dan sekarang ia harus bekerja keras menjadi marketing di salah satu perusahaan property yang gajinya hanya UMR sehingga membuat istrinya harus bekerja juga untuk membantu perekonomian mereka.
Diatas balkon kamarnya Baskara menatap langit yang dihiasi oleh sinar bulan purnama sambil memandang sebuah foto seorang gadis manis ditangannya.
"Nana kamu lagi ngapain,apa kamu lagi menatap langit sama kaya aku sekarang?tau gak di kampus aku sekarang ada cewek cupu nyebelin banget yang berani lawan aku padahal kamu tau enggak suka cewek galak kaya gadis itu"ucap Baskara berbicara sendiri sambil tersenyum membayangkan saat mereka kecil dulu.
Disebuah taman yang dipenuhi oleh bunga bunga indah dan pemandangan pegunungan mereka berlari saling mengejar dan tertawa menikmati keindahan tempat itu di siang hari bersama kedua orang tuanya yang sedang piknik disana.
"Na,ini buat kamu!"seru Didit memberikan setangkai bunga aster yang ia petik disana untuk gadis kecil itu.
"Makasih ya dit,aku suka bunganya!"seru gadis itu dengan gembira sambil mencium aroma bunga itu yang harum.
"Dit,Nana ayo sini makan dulu mainnya nanti lagi!"panggil orang tua mereka .
"Kita dipanggil na,ayo cepat kita kejar kejaran ya dari sini kesana"seru Didit berlari meninggalkan gadis itu sendirian.
Sontak gadis itu menangis ditinggal oleh sahabatnya.
"Aku cuma bercanda kok,aku janji enggak akan pernah ninggalin kamu lagi Na,kamu tenang aja!"
"Bener ya?"tanya Nana menatap anak laki laki itu.
anak laki laki itu segera mengulurkan jari kelingkingnya membuktikan jika ia akan menepati janjinya.
Mereka pun segera berjalan bergandengan tangan menghampiri orangtua mereka yang asik menikmati bekal yang dibawa.
Dibandara mereka saling berpelukan melepaskan kepergian Didit dan keluarganya yang memutuskan untuk pindah dan tinggal di London.
Nana terus menangis mengusap matanya berkali kali merasa sedih akan ditinggal sahabat nya itu yang selalu ada untuknya.
"Ayo Dit sebentar lagi pesawat kita akan berangkat !"seru ayahnya mengajak putra tunggalnya itu menuju pemeriksaan .
"Jangan pergi Dit,aku enggak mau sendirian !"seru Nana menahan tangan anak laki laki itu.
"Kamu tenang aja setelah dewasa nanti aku akan menemui mu lagi dan kita akan terus bersama sama "seru Anak laki laki itu dengan sungguh sungguh.
"Kamu enggak bohong kan?"tanya Nana lagi .
Anak laki laki itu menggelengkan kepalanya dan ia memberikan bunga Lily untuk gadis itu .
"Simpan bunga ini sebagai buktinya kalau aku akan menepati janji ku dan kita tidak akan pernah terpisahkan lagi!"
Baskara yang sedang melamun di kejutkan dengan langkah kaki yang masuk kedalam kamarnya,ia menoleh melihat seorang gadis muda berwajah kebulean menghampirinya.
"Hallo Baskara how are you,you still remember me?"tanya gadis itu dengan logat Inggrisnya tersenyum pada baskara.
"Ivanka nice to meet you,I Miss you!"seru baskara memeluk gadis Yang ada dihadapannya dengan gembira.
"Miss you too Bas,aku datang kesini untuk berlibur bareng sama om Bagas yang kebetulan mau pulang ke negara ini"ucapnya menjelaskan.
"kenapa hanya liburan,kenapa enggak tinggal disini bareng aku dan mama,kamu pasti suka tempat ini !"
"Aku mau aja tapi Daddy tidak kasih izin aku tinggal lama lama by the way come on orangtua kamu nunggu kita dinner dibawah ! "
"Oke let's go!"
Mereka melangkah bersama menuju ruang makan dimana orang tua mereka berada disana,Baskara yang sudah lama tidak melihat ayahnya karena bekerja di London hari itu ia sangat bahagia melihat ayahnya pulang kerumah,keluarga itu tampak hangat dengan candaan dan tawa dari mereka setelah sekian lama mereka tidak berkumpul lagi.
Setelah selesai makan malam,Baskara bersantai bersama ayahnya diruang televisi sambil mereka bermain playstation bertanding dengan seru.
"Gooaall!"teriak Baskara yang memenangkan permainan itu.
Ayahnya hanya menggelengkan kepalanya dan menepuk jidat melihat ia dikalahkan oleh putra semata wayangnya.
"papa menyerah Bas kamu selalu menang lawan papa!"ucap Bagas meneguk kopi hitamnya.
"Oh ya pah ngomong ngomong papa udah tau dimana Om Leo dan Tante suci tinggal?"tanya Baskara penasaran.
"Belum Bas,semoga saja mereka cepat ditemukan!"
"Baskara harap begitu pah,Baskara kangen banget sama Nana"ucap pemuda itu merasa sedih.
"Kamu yang sabar,Nana dan keluarganya pasti segera ditemukan"
Di balik dinding tampak Ivanka yang sedang berdiri mendengar percakapan mereka,ia tampak sedih mendengar Baskara merindukan gadis lain.
"Nana who is she?"
****