chapter 14

2005 Words

Kini, detik demi detik yang mampu merubah menit ke jam dapat dirasakan olehku. Tepatnya pukul 7,30. Aku sudah siap untuk berangkat ke kantor. Dengan penampilan yang cukup girly dengan rambut yang aku ikat menjadi satu, sepatu berhak sedikitnya 5cm saja, dan juga cluth yang aku bawa, sudah berhasil menyempurnakan hariku saat ini. Sarapan hanya dengan dua helai roti panggang, dan juga segelas s**u, sudah sangat cukup untuk mengganjal perut kosongku. Seharian kemarin, setelah bertemu dengan om zhio. Aku tidak kembali keluar dari sudut kamarku. Berdiam dan mengurung diri di kamar saat ini sudah menjadi hoby dan kebiasaanku. Mengingat tentangnya, serta merta mataku melirik kearah sebuah map penting yang tergeletak di meja ruang tamu saat ini. Apa sebaiknya aku terima saja ya, Kerja sama i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD