Gesekan higheels dengan lantai marmer berwarna krem ini begitu kentara saling beradu memecahkan keheningan. Sebuah suara ketikan sandi di depan pintu ini juga terdengar menyusul seperti bagaimana jemari lentiknya menekan setiap digit angkanya. Begitu pintu terbuka, mata langsung dimanjakan oleh isi di dalam ruangan penthouse. "Hallo?" Kylie sedikit mengechek kondisi didalamnya, siapa tahu ada penyusup yang sudah berhasil masuk kedalam penthousenya. "Honey" terdengar seseorang yang berujar di sana. Duduk dengan setelan kemeja khas kantoran dengan wajah yang terlihat tampan, disanalah ayahnya berada. "Daddy" jerit kylie saat melihat dengan nyata papanya berada disalah satu soffa di ruang tamunya. Kylie dengan terburu buru berlarian kearah papanya, langsung memeluk dan menciumi papa

