Dokter Arman memboyong Arvi keruangan Hasbiya di rawat yang hanya ada Nurul disana. Sementara Bi Siti tengah membeli beberapa makanan. Deg!! Arvi tidak tau kenapa perasaan seakan hancur berada di depan dinding pintu ruangan tersebut. Perlahan dokter Arman membuka lebar dan terlihat Nurul duduk di sofa sana. "Ayo masuk." Gumam Arman lirih. Arvi melangkah ragu, ia memasuki ruangan itu yang pertama dilihatnya Nurul melontarkan senyum. Nurul bangkit melekat pada dokter Arman. "Dok... Dia--" Bisik Nurul. "Suaminya." Ucap pelan Arman. Arvi menoleh ranjang pasien wanita yang terbaring lemah dengan perut sudah mulai membuncit, rambutnya tertutup dengan jilbab. Ia terjatuh lemas melihat Hasbiya istrinya yang terbaring kaku diatas ranjang berukuran kecil itu. Rasanya luka meremas reluh hatiny

