23. BANDUNG

1181 Words

Sudah hampir pagi, tapi Hasbiya belum sadar juga. Anisa, Nurul dan Bi Siti semakin khawatir. "Bi, sepertinya Saya harus pergi. Soalnya Arvi enggak tau kalau saya pergi." Kata Anis. "Kalau ada apa-apa segera hubungi saya aja, Bi." "Baik, non." Sahut Bibi. Tak lama kepergian Anisa, Hasbiya tersadar dengan rintihan sakit yang merenggoti dadanya. "Auwh..." "Hasbiya." Lirih Nurul beranjak dari duduknya yang tak terlalu jauh dari Hasbiya terbaring. "Sakit...." "Aku panggil dokter ya." Nurul berkata dengan panik. "Non, tahan ya. Non Nurul lagi manggil dokter." "Hasbiya tidak menjawab ia masih merasa sangat sakit, nafasnya bahkan terasa sesak. "Non, lebih baik tuan tau tentang keadaan Non Hasbiya." Bi Siti menangis, ia tak tega melihat istri majikannya yang tengah menahan sakit parah.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD