Hasbiya menemani Arvi yang malam ini lembur bekerja, Walau pun tidak diminta oleh Arvi. Dia tetap berada di ruangan Arvi tanpa melakukan apa pun. "Hasbiya, kamu kenapa enggak pulang." Tanya Arvino yang menghadap laptopnya. Karena besok dia harus ke Jerman beberapa hari untuk urusan pekerjaan, ia pun terpaksa menyelesai beberapa file menumpuk. "Tidak, Tuan. Saya akan tetap disini menemani tuan." Kata Hasbiya terbaring di sofa. Arvi melirik Hasbiya, 'Andai saja Lintang bersikap seperti Hasbiya.' Ucap Arvi dalam hati menatap Hasbiya yang perlahan tertidur. Arvi menahan dirinya agar tidak mendekati Hasbiya yang tertidur. Seolah ingin bersikap tidak perduli namun dia tak bisa melakukannya. Hatinya selalu terdorong untuk menjaga dan perduli pada Hasbiya. Arvi tanpa sadar menerbitkan senyumn

