20. KLUB

1029 Words

Arvino berada di klub untuk menemani kliennya. Ia dan Ibra sebenarnya enggan untuk ketempat maksiat seperti ini. Apalagi ia sudah lama tidak minum, tepatnya sudah lama. "Ar, yakin Pak Peter minta ketemuan sini." Mata Ibra terbelalakan, ia merasa jijik harus menginjak kan tempat yang perempuan berlalu lalang dengan pakaian yang menurutnya kurang bahan itu. "Iya, kau lihat sendiri. Ini chatnya." Arvi memberikan ponselnya pada Ibra untuk menyakinkan sahabatnya. "Sudah yakin? Bagaimana kita masuk." "Kau yakin, Ar." Ujar Ibra ragu.. "Ah.. Jujur saja aku ragu." Desis Arvino. "Ya sudah.. bismillah saja. Dan ingat jangan memandang suatu yang dilarang." "Maksudmu." "Masa kau tak mengerti maksudku." Sahut Ibra mengekori langkah Arvino berjalan. Arvi sedang mengetik suatu, berjalan sambil sibu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD