19. KEHILANGAN HASBIYA

1050 Words

Empat bulan berlalu, semenjak hari itu. Arvino tidak pernah bertemu lagi dengan istri keduanya Hasbiya. Hatinya hampa tanpa Hasbiya. Hancur... Itulah yang dirasakannya, ia merasa telah menjadi suami yang buruk. Penampilannya sekarang tampak kusut, tidak seperti beberapa bulan yang terlihat gagah dan keren. 'Sekarang ini sudah menjadi tempat favoriteku sayang.. Hasbiya kau dimana. Aku merindukanmu.' batin Arvino memasuki mushola kantornya. Ia tidak pernah meninggalkan sholat, setiap perkataan Hasbiya.. ia resapi dengan baik.."Ar." Panggil seorang memukul pundaknya yang tak lain adalah Ibrahim sahabatnya. "Lo... Bra!!" "Disini lagi. Tidak makan siang." Tanya Ibra yang sudah terbiasa menghabiskan waktu disini. "Iya.. ini sudah menjadi tempat favorite. Gw hanya bisa tenang saat disini

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD