"Mas." Lirih Hasbiya. "Kita mau ngapain disini." Ujar Hasbiya yang ditarik tangannya oleh Arvi memasuki suatu tempat. "Kita mau makan sayang. Masa iya disini mau shopping." Jawab Arvi asal. Saat tiba sampai menduduki kursinya, Arvi memperlakukan Hasbiya sangat baik, tidak seperti biasanya. Pria itu mengeser kursinya agar Hasbiya duduk dengan nyaman. "Mas, jangan berlebihan." "Tidak, sayang. Kamu kan istriku." "Mas Arvi mania sekali, tapi ku harap mas Arvi tidak lupa dengan perjanjian kita. Mas Arvi tidak mencintaiku, mas hanya butuh untuk menyadari Lintang. Aku tidak mau mba Lintang kecewa karenaku." Argh.. perkataan Hasbiya berhasil membuat pria itu merasa merana, ia memang awalnya seperti it namun siapa sangka dia bahkan jatuh cinta pada Hasbiya yang juga istrinya. "Sudahlah Hasbiya

