Waktu berlalu dengan cepat, Tomi mendapatkan kejayaan perusahaannya kembali. Tak tanggung-tanggung, Tomi menempatkan Angkasa Grup sebagai rival yang harus di singkirkan. Belajar dari masa lalu, Tomi lebih berhati-hati saat menerimah klien baru. Dia tak memberi cela pada lawan untuk menyusup dan menghancurkan bisnisnya. Berita bisnis kembali menggemparkan, Tomi corporation dan Angkasa grup saling tindih menindih di list no 1 dan 2 sebagai perusahaan tersukses. Tomi tahu, Daniel tidak akan melawannya. Maka dari itu, dia terus menyerang dan berada di puncak kejayaan. “Tom, lo bakal nemenin gue control kan?” tanya Amanda siang ini saat mereka istrahat makan siang. “Eh, hari ini udah jadwalnya, ya? Sorry gua lupa,” ucap Tomi cengengesan. “Dasar! Awas aja kalau lo nggak nemenin gue,” anc

