"Ih! Kok Lo sih yang di depan?" Mau tak mau Fazra pun pindah duduk di jok belakang mengalah demi Nia yang ingin duduk di sebelah Nevan. Nevan memperhatikan Fazra yang mulai pindah dan beralih memperhatikan Nia yang sudah duduk di sebelahnya. "Kakak gak boleh kasar." "Papi..." "Papi gak pilih kasih. Ini bukan masalah pilih kasih, Papi ngomong kayak gitu karena Papi negur kakak supaya bersikap baik sama semua orang. Termasuk sama keluarga." Nia membuang wajahnya ke arah jendela. Nia merasa semakin kesal lagi sekarang karena menurutnya Nevan sedang membela sekaligus berpihak pada Fazra. Setelah mengantar Fazra dan Nia ke sekolah Nevan langsung pulang ke rumah karena memang hari ini ia tidak bekerja. "Dooor!" Aya terlonjak kaget mendengar suara Nevan dan juga sentuhan di pinggangny

