Reya mengelus-elus bahu Nia yang sedang menangis sambil memperhatikan Fazra yang sedang ditangani oleh dokter dan juga suster. "Fazra bakal bangun kan, Mi?" Tanya Nia menggenggam jemari Reya yang ada di bahunya. "Semoga, kakak berdoa ya." Nia langsung mengangguk. Mereka yang sedang berdiri di dekat pintu mundur beberapa langkah memperhatikan dokter yang baru saja keluar. "Kondisi Fazra meningkat drastis, saya benar-benar tidak menyangka dengan keajaiban ini." Mereka langsung bernapas lega dengan raut wajah yang penuh keharuan. "Kamu yang terakhir masuk, dan kamu yang lihat langsung keadaan Fazra tadi." Nia mengangguk. "Sepertinya ikatan kalian berdua cukup kuat, kondisi Fazra mulai membaik sekarang." "Apa anak saya sudah sadar?" Tanya Nevan. "Untuk sadar membuka mata dan terbang

