Attala merasa bingung mengapa ada orang yang begitu membenci sosok Elana dengan cara yang sangat mengerikan dan kejam seperti itu. Apa yang terjadi pada Elana saat ini mungkin bisa ia perkarakan ke ranah hukum tapi ia bahkan pihak yang berwajib seperti Polisi saja belum menghubungi dirinya atau pun Elana. Sebagai manusia biasa Attala pernah merasakan rasa benci terutama pada dirinya sendiri namun ia tak pernah sama sekali berusaha menyakiti orang lain atau pun dirinya dengan melakukan hal yang menurut segila ini. Selesai mengubur potongan tubuh Kelinci tersebut di halaman Rumah Elana, Attala bangkit setelah berjongkok lalu menepuk kedua tangan untuk menghilangkan beberapa serpihan tanah yang menempel di kedua tangannya. Ia pun mengelap peluhnya yang bercucuran di dahinya dengan punggung t

