Sepulangnya keduanya dari Bandung, Elana dan Attala berniat untuk melanjutkan kembali wawancara mereka yang sempat tertunda beberapa hari lalu. Kini Attala sedang mempersiapkan segala sesuatunya yang memang ia perlukan dalam mewawancarai Elana seperti beberapa lembar kertas yang berisikan pertanyaan untuk wawancara, buku, pulpen dan juga alat perekam suara. Sedangkan Elana saat ini sedang berada di dalam kamarnya untuk meletakkan beberapa barang bawaannya. “Silahkan Den Attala di minum,” kata sang Bibi sambil meletakkan dua cangkir kopi di atas meja serta tersenyum ke arah Attala yang juga membalas senyuman beliau. Bersamaan dengan itu bel rumah Elana berbunyi hingga sang Bibi pamit meninggalkan Attala. “Sorry ya Ta lama nunggu soalnya aku tadi sekalian cuci muka dulu karena masih mengan

