Sean berdiri di depan pintu rumah Irene selama beberapa menit. Sean merasa keputusannya sudah tepat. Bagaimanapun juga, ia tidak bisa memaksakan sesuatu yang tidak ia inginkan. Terlebih saat ini ia ingin sekali meledakkan emosinya ketika mendengar bahwa Sara meminum obat penghenti jantung itu setelah kedatangan Irene. Secara tidak lansung, kedatangan Irene bersama berita kehamilannya membuat Sara berbuat nekat untuk meninggalkannya. Rasanya Sean ingin membalas perbuatan Irene pada Sara, namun rencana itu kembali ia urungkan karena permintaan Sara padanya tadi. "Sean, aku menerima semua yang ada pada dirimu. Termasuk anakmu." Sean terdiam. Di satu sisi ia merasa sangat bersalah dan disisi yang lain ia merasa begitu lega karena itu artinya Sara tidak akan meninggalkannya. "Tetapi Irene a

