"Aku benar-benar ingin menamparmu sekarang Niel." Sahut Morgan yang duduk di kursi depan. "Coba saja dan Sean akan membunuhmu." Balas Niel yang masih menggunakan gips di lehernya. "Sean? Kau membangun koalisi dengannya semalam?" Niel mengendikkan bahunya dengan acuh sambil melirik Sean yang duduk di sampingnya. Tidak ada kata yang terucap dari sahabatnya itu sejak tadi pagi Niel keluar dari rumah sakit. Nick dan Morgan datang menjemputnya, Kenneth memiliki jadwal praktek. "Lebih baik kau secepatnya pergi ke Italia Morgan. Kau sudah terancam di kelompok kami. Tidak ada yang membelamu." Timpal Nick yang sedang mengemudi. "Jangan melihatku! Aku akan dengan senang hati menggantikan tangan Sean menghukummu!" Ucap Nick yang merasakan tatapan Morgan padanya. "Kupikir kalian akan merindukank

