Fara sempat melirik kearah Reynand yang sedang duduk di seberangnya. Setelah puas melirik kearah Reynand yang masih mengacuhkannya, Fara kembali menatap kearah jendela. Dirinya merasa lelah hingga akhirnya kantuk sudah menguasainya. Baru beberapa jam Fara memejamkan matanya, rasa sakit menggerogoti perut datarnya. Kedua tangannya mencoba menekan perutnya untuk mengurangi rasa sakitnya. “Rey,” Fara memanggilnya pelan sembari meringis kesakitan. Tangannya mencoba meraih lengan Reynand. Kedua telinga Reynand sedang memakai earphone sehingga membuat lelaki itu tidak mendengar suara Fara yang memanggilnya sangat pelan itu. “Rey. Tol… long, aakkkhh…” Fara masih saja meringis kesakitan. Reynand mengibaskan jemari Fara kasar saat tangan Fara berhasil menyentuhnya. Bahkan diirnya tidak mau menol

