Tanpa terasa sudah tiga hari mereka berada di Filiphina dan hari ini saatnya mereka kembali ke Indonesia. Reynand menggandeng Fara menuju pesawatnya. Bahkan mereka pun duduk berdampingan di kabin pesawat. Sepanjang jalan Fara hanya tidur karena dirinya merasa lelah lebih awal dari biasanya. Fara merasa seseorang mengelus perutnya berkali-kali membuatnya bangun dari tidurnya. “Rey... apa yang kau lakukan?” tanya Fara saat melihat Reynand sedang mengelus-elus perutnya. “Hanya membangunkan anak kita,” jawabnya tersenyum. Fara menengok kearah jendela. “Kita sudah sampai?” tanyanya saat menyadari pesawatnya sudah berada di bandara. Reynand mengangguk menjawab pertanyaan Fara, “Lalu kenapa kita masih ada di sini? Dan… apa kau tidak ingin turun?” tanyanya kembali sembari melepaskan sabuk pen

