“Fara... Reynand...” “Astaga, dimana mereka? Ayo kita masuk saja ke kamar,” gerutu Tn. David. “Jangan Pa. Nanti kalau mereka lagi buat cucu gimana?” “Mereka kan sudah buat cucu dan bahkan cucu kita udah jadi. Apa kamu lupa Retno?” “Sudah… sudah. Jangan berisik. Aku yakin jeng mereka pasti ada di kamar. Nggak mungkin mereka pergi karena pintunya nggak dikunci. Sudah ayo kita masuk saja,” ujar Ny. Arini sambil menggandeng besannya, Ny. Retno. Kedua pasang suami istri itupun menaiki anak tangga menuju lantai dua. Mereka berempat memang sengaja datang ke rumah baru anak mereka tanpa memberitahunya lebih dulu. Sampai di lantai dua, Tn. Jacob membuka pintu kamar milik Reynand. “Rey... Fara..?” panggilnya sembari berjalan masuk, “Ini kamar siapa, Pa?” tanya Ny. Arini. “Tidak tahu, tapi w

