Penyesalan

1065 Words

Malam itu seharusnya menjadi malam yang biasa. Namun, hidup Rafli berubah dalam sekejap. Di hotel, bersama Sadra, ia sempat kehilangan kendali. Sentuhan, bisikan, dan desakan gairah yang seharusnya tak terjadi telah menyeretnya jauh ke jurang kesalahan. Nafas Sadra masih terasa di kulitnya, aroma parfum wanita itu masih melekat di tubuhnya. Tetapi di tengah semua itu, bayangan Melati tiba-tiba menyelinap, menampar kesadarannya begitu keras. "Apa yang kulakukan? Kenapa aku biarkan diriku sejauh ini?" Ia terlonjak bangun, menyingkir dari Sadra tanpa kata. Rasa bersalah menghantam seperti badai. Tanpa sempat berpamitan, Rafli meraih jasnya, lalu bergegas meninggalkan kamar hotel. Mobil yang dikendarainya terasa melaju terlalu lambat meski ia menginjak pedal gas dalam-dalam. Sepanjang perja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD